img Cinta Dibalik Dusta  /  Bab 1 Pertemuan | 1.45%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Cinta Dibalik Dusta

Cinta Dibalik Dusta

Penulis: NAFFIA INTHAN
img img img

Bab 1 Pertemuan

Jumlah Kata:1406    |    Dirilis Pada: 18/07/2022

a. Baik-baik di rumah. Kalau

t kerjanya." Nia meraih tangan suamin

ia mendarat bibirnya di ke

n berlalu menuju mas

tersebut, Nia masih berdiri di teras rumahnya itu s

inikan aku ada janji sama

ke dalam rumah, dan bersiap-sia

rumah tangga mereka selama ini adem ayem, tak pernah ada masalah yang serius. Mereka saling mel

asi ke beberapa Dokter khusus kandungan. Nam

nya itu cacat, tidak bisa memberikan keturunan pada suaminya itu.

ng, banyak laki-laki yang nekat. Nia hanya takut, takut jika memang selamanya ia tidak akan pernah bisa memberikan anak pada suaminya itu, walau pun Dokter tidak mengata

n menatap Nia penuh tanda tanya, ia tida

sa memberikan kamu seorang anak," jelas Nia. Nia saat itu tidak bisa me

dia menarik Nia kedalam pelukannya, men

ya Alhamdulillah, tidak pun tidak apa-apa. Aku menikahi kamu bukan ingin punya anak sayang, tapi aku ingin hidup bersama kamu selamanya. Sudah jangan terlalu memikirkan

an pernah tinggalin aku ya Mas." Nia mengeratkan peluka

nt sedih dan bahagia bersama suaminya itu. Nia mera

ang, di mata Nia, Arvan adala

min besar yang ada dihadapannya itu. Kini

engan Dokter Sonya. Dokter Sonya adalah Dokter spesialis kandung

ujudnya Nia selalu berdoa dan meminta agar segara diberikan mahkluk kecil yang lucu itu. Tapi, bukankah berdoa saja tidak cuku

an mobilnya, Nia terlebih dahulu mengirimkan pesan pada Arvan-suamin

akit, tanpa menunggu balasan pesannya dari Arvan. Karna Nia tahu, Arvan tidak pernah memegan

atan sedang, butuh waktu sekitar sa

Nia langsung menuju

Nia saat memasuk

an duduk." sahut Dokt

uduk di kursi yang ada di

Nia?" lanjut

ok," ja

lah banyak hal yang Dokter Sonya sampaikan dan Nia pun sudah

itu saya permisi y

khtiar Bu Nia selama

..." Nia pun berlalu kel

ia menghelai nafas beratnya. Kenapa sulit sekali? Melihat orang-oran

n juga lumayan jauh, apa lagi di sore hari jalanan bisanya cukup ramai, tak jara

ug

brak tubuh Nia. Nia tidak menjawab, Nia malah men

a itu lagi, tangannya terlihat mengambil po

anggil wani

Mbak," s

buru-buru gak liat jalan, sampai-sampa

a kok. Oh iya ponsel Mbak-nya gak apa-apakan?

jahnya terlihat gelisah, matanya masih m

gan wanita yang berbalut hijab itu, apa lagi melihat

uman mau telepon suami saya, tapi dar

it, dia harus segara di op

mau di operasi?" Entah mengapa Nia merasa sangat kesahihan

ak. Saya bingu

apa tidak langsung di laku

Tapi..." Wanita itu terlihat r

kenapa

uami saya, minta buat transfer uang untuk biayanya, tapi tidak diangkat-angkat. Kalau saya pulang dulu itu tidak

ak admistrasi Mbak, biar

Biar nanti saya tunggu s

rikan kalau Mbak telepon dia gak diangkat-angkat. Ayo Mbak." Ta

otkan Mbak," protesnya mencoba mencegah Nia, namun Nia tidak m

si biaya administra

menghambur memeluk Nia. Nia membalas pelukannya

i manusia memang diwajibkan

un melepaskan

nganggukkan kepalanya

Mbak mau bantu saya. Oh iya saya janji akan segara membayar uan

er ponselnya serta nomer rekeni

ya akan hubungi Mbak secepatnya. Oh iya, kenalkan saya Ayu." Wanita itu mengulurk

a nemenin Mbak dan liat anak Mbak, soalnya saya harus cepat pulang, s

ekali lagi saya ucapkan ter

, saya du

Nia, hati-

menuju mobilnya dan melajukan mo

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY