img Kaka Iparku Brengsek  /  Bab 1 Dijemput Aldo | 1.19%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Kaka Iparku Brengsek

Kaka Iparku Brengsek

Penulis: Zigas!
img img img

Bab 1 Dijemput Aldo

Jumlah Kata:1081    |    Dirilis Pada: 06/12/2022

tah mobil siapa, matanya tidak berkedip sedikit pun seorang pria berkaca mata hitam kelu

tampan tubuhnya tinggi dan memiliki kulit putih. Ditambah dia membawa mobil Mewah menam

ke rumah sambil menjemput Nadia, kami pun sudah

Aldo sud

yum pada menantunya, namun seketika senyumnya hilang saat mengetahui

idak iku

ldo pun kembali ke mobilnya mengambil sesuatu, rupanya kak Tasya membelikan banyak

gun menatap Nadia, merasa seperti ada yang aneh dengan wajah dan penampilannya. Na

k A

ad

aku

ran karena Nadia kini sudah beranjak dewasa, dulu mereka terakhir bertemu pada saat Nadia SMP

apa,

eng

ngan menantunya, sambil meletakan oleh-oleh dari Kak Tasya dia mempersilakan Aldo

Bu. Dia tida

a tahun Ibu sudah tida

hanya kebetulan hari ini dia haru

k, Tasya saja selalu sibuk. Min

nak dewasa, dia lebih memilih tidur sebentar sebelum akhirnya berangkat ke Jakarta. Dia

sudah semakin sore, dengan rasa malas, Nadia bangkit dan segera membersihk

do ke m

dia tidur di kamar kak T

dan mengetuk pintu, namun tidak ada yang menyahut, dia pun membuka gagang pintu dan membuka pintu dengan pelan. Wanita itu sungguh terkejut saat mendapati Aldo ternyata se

ima melihat tubuh indah Kakak iparnya, Nadia sudah dewasa dan bisa mengatakan ji

ran melarang aku untuk tidak berpacaran, terkadang wanita itu lebih banyak mengurung diri dikamar mencari kebebasan di

nap

bil mengedip nakal. Apa maksud Aldo dirinya pun tidak paham. Namu

ng tua Tasya, hari ini Aldo disuruh oleh Tasya untuk menjemput adiknya karena dia ada urusan pekerjaa

nggi, wajahnya berbeda dengan Tasya wanita itu terlihat dewasa dia pun lebih feminim, senyumnya manis da

endapatkan momongan, sebetulnya bukan tidak ingin, setiap hari pun bahkan mereka selalu berikhtiar, Al

ke kamar, namun di dalam kamar bukannya pria itu tidur, dirinya malah memik

kental keluar dari miliknya, entah apa yang terjadi dengan dirinya hanya

kus dengan ponselnya sambil sesekali tersenyum, Aldo hanya melirik sesekali penampilan Nadia, bahaya jika wan

kejut karena besarnya rumah mereka saat ini, dia pun belum pernah mengunjungi rumah ini sehingga dia baru tahu. Aldo mempersilakan Nadia masuk,

dulu mendorong kopernya masuk dan melihat suasana rumah, dia tid

tas untuk menjadi kamar adiknya. Dengan antusias Nadia pun mengangkat koper miliknya menuju lantai atas napasnya tersengal be

ana, ka

, Kak ter

e nanti. Namun baru melangkah beberapa langkah menyusuri anak tangga wanita itu menjerit dari dalam kama

a a

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY