Buku dan Cerita Ava Sterling
Setelah Amnesia, Aku Selamanya Berada di Luar Jangkauannya
Setelah seminggu koma akibat kecelakaan mobil, pacar Grace Miller, Leonard Stone, tiba-tiba mendapatkan kembali ingatannya. Dia mengingat gadis yang dia rindukan tetapi tak pernah bisa dimiliki. Jadi, hal pertama yang dilakukan Leonard saat terbangun adalah mengakhiri hubungannya dengan Grace. "Apa pun yang terjadi selama aku kehilangan ingatan bukan benar-benar pilihanku. Mulai hari ini, mari kita jalani hidup kita masing-masing. Hubungan kita sudah tidak dapat dipertahankan lagi." Grace tidak mencoba menghentikannya. Kebetulan, penelitian obat baru di laboratorium baru saja berhasil, dan Grace berinisiatif untuk ikut serta dalam uji coba. "Begitu kamu meminum pil ini, ingatan tersebut akan terhapus secara permanen. Grace, apa kamu benar-benar yakin dengan keputusanmu ini?"
Sang Putri Asli Kembali: Aku Mewarisi Kekayaan
Dulunya merupakan seorang penipu yang dipermalukan dan diusir, kini telah berubah menjadi putri asli dari keluarga terpandang. Dia kembali dengan kekuatan yang dahsyat, memberikan kekalahan telak yang tak terbantahkan pada mantan tunangannya dan putri palsu yang telah mengambil posisinya.
Bingkai Suami, Keadilan Sengit Istri
Suamiku, Baskara Aditama, adalah jaksa bintang di Jakarta, pria yang menyelamatkanku dari masa lalu yang kelam. Atau begitulah yang kupikirkan. Nyatanya, dialah pria yang mengirimku ke penjara, menjebakku atas kejahatan yang tidak kulakukan demi melindungi mantan pacarnya, Valerie. Tiga tahunku di Lapas Cipinang adalah pusaran beton dan seragam abu-abu yang monoton. Wanita yang masuk ke sana, seorang desainer grafis sukses yang mencintai suaminya, telah mati di dalam. Saat aku akhirnya dibebaskan, aku berharap melihatnya, tetapi dia malah mengirim seorang asisten untuk "membersihkan energi burukku." Lalu aku melihat mereka: Baskara dan Valerie, mengadakan pesta "selamat datang" untukku, wanita yang mereka jebloskan ke balik jeruji besi. Mereka memamerkanku, memaksaku minum sampanye sampai aku mengalami pendarahan internal akibat tukak lambung yang pecah. Baskara, sang pelindung setia, langsung bergegas ke sisi Valerie, meninggalkanku yang bersimbah darah di lantai. Dia bahkan memalsukan laporan medisku, menyalahkan kondisiku pada alkohol. Aku terbaring di ranjang rumah sakit itu, sisa-sisa harapan terakhirku layu dan mati. Aku tidak bisa menangis. Perasaan ini terlalu dalam untuk ditangisi. Aku hanya tertawa, suara yang liar dan gila. Aku ingin menghancurkannya. Bukan penjara. Aku ingin dia kehilangan segalanya. Kariernya. Reputasinya. Valerie-nya yang berharga. Aku ingin dia merasakan apa yang kurasakan.
