Unduh Aplikasi panas
Beranda / Romantis / Miliki Mu
Miliki Mu

Miliki Mu

5.0
15 Bab
1.9K Penayangan
Baca Sekarang

Tentang

Konten

Demi menyelamatkan perusahaan Ayahnya dan biaya rumah sakit Ibunya. Cherly menyetujui persyaratan dari Hartono untuk naik ke ranjang cucunya-Edward agar Cherly dinikahinya dan melahirkan cicit untuknya. Edward pria keras dan dingin usianya 33 tahun dia masih lajang. 5 tahun lalu Edward gagal menikah karena calon istrinya meninggal akibat kecelakaan. Edward tak mampu melupakan masa lalunya, dan cintanya masih untuk Yuni. Edward sangat membenci Cherly wanita hina yang naik ke ranjangnya dengan cara kotor. Bisakah Cherly mengait hati Edward dan menyelesaikan syarat dari Hartono?! Mungkinkah kisahnya akan bahagia atau...?!

Bab 1 Naik Ke Ranjang Pria Asing

Seorang kakek tua duduk dengan kaki menyilang, terlihat berwibawa. Dia dengan santai menyisap tehnya.

Kakek itu bernama Hartono Da Mirko pemilik perusahaan Mining Industri yang Cherly lamar beberapa hari lalu, dan hari ini dia mendapat panggilan interview.

Cherly terkejut awalnya, karena dia berhadapan langsung dengan pemiliknya.

Cherly tampak gugup, dia menatap Hartono yang terlihat menikmati tehnya.

Saking gugupnya Cherly tak sadar memainkan jemarinya di hadapan Hartono.

Terlebih sudah 30 menit Hartono tak memulai interview.

"Apa berdiam seperti ini termasuk interview?! Mungkinkah ini bagian dari penilaian?!" benak Cherly resah.

Hartono meletakan cangkir tehnya, kemudian dia menyentuh berkas-berkas milik Cherly. Setelah membaca sekilas, dia lantas mengamati wanita di hadapannya.

"Cherly Tazkirah, usia 27 tahun dan singel. Cantik dan menarik, jadilah menantuku." tukas Hartono tiba-tiba.

Dahi Cherly mengernyit, dia terkejut bukan main. "Interview macam apa ini?!" benaknya bingung.

"Apa ini pertanyaan jebakan?!" tanya Cherly hati-hati.

"Jadilah menantuku." tukas Hartono lagi.

Hartono menatap Cherly, sorot matanya tajam "Aku tau kau tengah kesulitan. Ekonomi keluarga mu tengah merosot. Perusahaan properti Ayahmu mengalami kebangkrutan dan Ibumu tengah sakit jantung, kau butuh biaya."

"Jadilah istri cucuku aku akan membantu keuanganmu. Usaha Ayahmu dan pengobatan Ibumu mu, semua aku tanggung." Hartono tampak serius.

Cherly membelalak, kakek di depannya ini berbicara serius. Dia tak tengah berbual.

Cherly mengepal kuat jemarinya. "Ini bukan bagian dari interview yang aku pikir. Aku tak pernah membayangkan situasi ini." benaknya.

"Bagaimana bisa Anda mengetahui tentang ku sejauh itu?!" tanya Cherly.

"Itu sangat mudah bagi ku. " jawab Hartono.

Cherly berpikir sejenak. Dia menyimpulkan. "Maksud dari Hartono merekrut karyawannya adalah untuk mencari kandidat menantunya. Karena banyak yang mengatakan jika seorang pria yang melamar kerja disini jelas akan di tolak."

Cherly benar-benar butuh uang untuk membantu perekonomian keluarga nya yang tengah merosot. Jikapun dia diterima kerja disini, uang itu tak akan mampu menutup biaya-biaya yang dia butuhkan.

Hartono memecah keheningan. Dia menopang dagunya sembari menatap lurus Cherly. "Tenang saja setelah kau menjadi menantu ku kau akan mendapat tunjangan dan kau tak perlu bekerja. Kau hanya perlu fokus merayu cucuku."

Cherly sedikit menunduk, jemarinya mengepal kuat, pikirannya kacau.

Cherly menjadi gundah. Sangat tak masuk akal jika dia menerima tawaran itu. Namun, disisi lain dia membutuhkannya.

Setelah berpikir panjang. Cherly menatap Hartono serius.

"Anda tidak mungkin sembarangan menawarkan posisi berharga itu. Apa alasan Anda menawarkannya padaku?!" tanya Cherly.

Cherly sadar dia hanya wanita biasa yang rasanya tak pantas bersanding dengan keluarga kaya seperti Da Mirko.

Hartono menjawab. "Kau sehat dan subur. Setelah kau menikah lahirkan cicitku. Setelah itu jika kau mau bercerai maka lakukanlah."

Sebelum menawarkan posisi ini Hartono telah mengecek kesehatan Cherly. Dan menurutnya Cherly pantas untuk mengandung penerusnya.

Mata yang tajam dan bola mata hitam legam. Menurut Hartono, Cherly cantik sangat cocok jika bersanding dengan cucunya, terlebih kepribadian nya cukup baik dari yang dia selidiki. Cherly tak suka bermain dengan sembarang pria. Bahkan dia belum pernah berpacaran. Itu menjadi hal yang dia pertimbangan kan.

"Itu penawaran gila. Bagaimana bisa?!" Cherly merasa penawaran itu aneh dan baginya tak masuk akal.

"Ya atau tidak." tegas Hartono.

"Jika kau menolak itu tak akan merugikan apapun, aku akan mencari wanita lain yang bersedia." ucap Hartono, dia tak suka bertele-tele.

"Tunggu dulu-"

"Cucu mu itu, mungkinkah bermasalah sampai anda sendiri mencarikan nya jodoh. Dia impoten atau?!"

"Tidak dia normal." jawab Hartono cepat. Dia kemudian bangkit dari kursinya, berjalan pelan menuju jendela. Dia menatap ke luar jendela itu. Tampak dia menghela napas berat, bak memiliki permasalahan yang besar. "Dia hanya tak berniat menikah setelah calon istrinya meninggal 5 tahun lalu. Itu sangat menghawatirkan."

"Jadi Masa lalunya belum usai?!" gumam Cherly.

"Sangat merepotkan berhubungan dengan orang yang masa lalunya belum usai. " benak Cherly ragu.

Cherly menutup matanya pelan, membayangkan senyum kedua orang tuanya. Jika dia menolak kesempatan ini, maka tak akan ada lagi kesempatan berikutnya. Dan dia tak akan pernah melihat senyum dari orang tuanya lagi.

Ibunya yang tengah kesakitan di rumah sakit, jika terlambat di tangani nyawanya kapan saja bisa melayang. Ayahnya yang tampak tenang meski di landa depresi yang berusaha disembunyikan atas bangkrutnya perusahaannya.

Pada akhirnya Cherly menerima penawaran gila itu. Dia memilih mengorbankan dirinya dan harga dirinya.

Setelah menyetujui tawaran itu. Hati Cherly terasa pedih, namun dia berusaha terlihat tenang.

Cherly menandatangani surat perjanjian bahwa dia harus melahirkan anak Edward. Kemudian Cherly di beri kebebasan atas hidupnya setelah melahirkan. Cherly juga mendapat sejumlah uang dan tunjangan lainnya. Biaya rumah sakit penuh di biayai oleh Hartono juga perusahaan Ayahnya yang bangkrut akan di bantu olehnya juga.

Sesuai yang Hartono katakan. Cherly di minta memasuki kediaman cucunya-Edward Da Mirko. Dan di minta tidur di ranjang yang sama dengan Edward.

Itu hal gila yang akan Cherly lakukan. Dalam hidup nya dia tak pernah berpikir untuk naik ke ranjang seorang pria yang tak pernah dia kenal.

Hartono mengatakan bahwa Edward tengah terpengaruh obat tidur yang dia berikan. Karena Edward selalu menolak untuk menikah. Hartono kesal dan pada akhirnya dia memilih jalan ini. Edward cucu satu-satunya harus memberikan nya penerus, bagaimanapun caranya. Meski Edward menolak keras untuk mencari pengantin maka dia yang akan bertindak.

Hartono membuat rencana tragedi seolah-olah Edward membawa wanita ke ranjangnya, maka Hartono akan berpura menciduknya karena berbuat hal tak senonoh. Dan berakhir memaksanya untuk menikahi wanita nya.

Cherly tau ini hal tak bermoral dan jelas tindakannya ini akan di benci oleh Edward. "Aku tak punya pilihan." lirihnya, jantungnya berdegup ricuh.

Ragu-ragu Cherly masuk ke dalam rumah besar itu, Dia masuk dengan mudah karena Hartono memberinya password rumah itu.

Cherly bahkan tak tau seperti apa wajah dari Edward. Hartono hanya mengatakan cucunya baru berusia 33 tahun.

"Lantai 2 kamar 1." Cherly mengingat-ingat letak kamar Edward yang dikatakan kakek itu.

Cherly berdiri tepat di depan pintu kamar. Dia membuka pintu itu dengan pelan, lalu tampak seseorang pria yang tengah tertidur di sana dengan wajah yang tertutup selimut.

Cherly menghela napas berat. Jantung nya berdetak kencang. Hatinya bergejolak untuk tak melakukan tindakan keji ini.

"Tapi aku telah menandatangani perjanjian itu." benaknya. Jantungnya kian berdetak ricuh.

Cherly menggenggam erat gagang pintu, dia memberanikan diri melangkah masuk. Dengan hati-hati dia melepas kemejanya dan rok span nya.

Lantas dia naik keranjang pria itu dan masuk ke dalam selimut pria itu.

"Maaf, maafkan aku. Aku sungguh membutuhkan mu..." gumam Cherly, sungguh dia merasa bersalah.

Cherly memejamkan matanya dan menunggu Hartono menciduk mereka dengan begitu awal dari rencana mereka akan di mulai.

"Siapa?! siapa yang berani masuk ke dalam selimut ku?!" suara berat pria terdengar.

Cherly membeku, pria yang katanya tengah tertidur akibat terpengaruh obat telah terbangun.

"Aku bertanya siapa yang berani naik ke ranjangku?!" teriak pria itu. Rasanya dia tengah mengendalikan diri yang pusing akibat pengaruh dari obat tidur itu.

"Jawab aku!!" pekiknya lantang. Dia mencengkeram erat lengan wanita yang berani naik ke kasurnya itu.

Edward berada di atas Cherly. Pria tampan yang mempesona, suaranya berat yang menarik hati, bibirnya seksi sangat menawan.

Edward mencengkeram erat leher Cherly. Mata mereka berdua saling menatap. "Siapa yang menyuruhmu?!" Edward tampak murka, tatapannya tajam rasanya ingin membunuh.

Sekejap Cherly terpesona dengan ketampanan pria bernama Edward itu hingga melupakan posisinya yang terancam. Sekarang dia benar-benar ketakutan. Pria ini tampak tak akan segan dengannya.

Brak...

Pintu didorong paksa.

Edward dan Cherly bersamaan menoleh kearah pintu dan mendapati kakek masuk dengan wajah terkejutnya.

Lanjutkan Membaca
img Lihat Lebih Banyak Komentar di Aplikasi
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY