Seorang pria beristri yang terjerat perawan tua hingga perempuan itu hamil. Tidak ingin kehilangan istrinya, Aryo pun memindahkan janin selingkuhannya pada rahim sang istri. Semua itu menimbulkan banyak masalah dalam kehidupannya dengan sang istri.
Seorang pria beristri yang terjerat perawan tua hingga perempuan itu hamil. Tidak ingin kehilangan istrinya, Aryo pun memindahkan janin selingkuhannya pada rahim sang istri. Semua itu menimbulkan banyak masalah dalam kehidupannya dengan sang istri.
Ada rasa senang, tapi juga perasaan bersalah pada Risa, istriku. Setelah dihantui sesal, akhirnya kuputuskan untuk memberitahunya hari ini.
"Ma, tau Nia?" tanyaku membuka percakapan. Aku yang tengah melahap makanannya yang lezat berusaha bersikap setenang mungkin.
"Ya. Perawan tua teman kerja Papa itu kan?" Istriku menjawab sambil menguleni adonan donat pesanan customernya.
"He'em."
"Kenapa emangnya? Mau nikah?"
"Dia hamil."
"Apa? Wah gila. Nikah aja belum," ucapnya terkejut. "Tapi luar biasa pria yang menghamilinya, Pa. Kita yang udah nikah 15 tahun aja belum punya anak." Risa melirikku sekilas. Yah, aku tahu dia tengah menyalahkanku karena dipikir suaminya ini mandul. Tapi, kupastikan dia akan lebih terkejut ketika tahu siapa ayah dari janin di rahim Nia.
"Apa Mama setuju kalau kita adopsi anaknya, Ma?"
"Apa, mengadopsi anak hasil zina? Mama gak salah denger, Pa? Gimana kalo nanti anaknya perempuan, kita bakal tersiksa menjelang akad nikahnya. Lagian selama ini, mama minta adopsi satu dari ponakan-ponakan kita, Papa nolak. Padahal orang tuanya ikhlas, nasabnya lebih jelas dan tidak akan mempersulit kita di kemudian hari."
"Iya, betul! Semua yang Mama ucap itu benar. Tapi papa keukeuh karena papa nunggu anak papa sendiri, Ma. Kamu gak tau rasanya jadi lelaki yang tidak punya keturunan." Nada suaraku menekan dan meninggi. Jujur saja selama ini aku merasa minder karena semua orang mengira aku pria yang tidak bisa punya anak. Tidak jantan dan lemah.
"Tunggu!" seru Risa tampak sejenak berpikir diletakkannya adonan yang dipegang. Sambil menyipitkan mata ia berjalan ke arahku.
"Maksud Papa nunggu anak Papa?" Telunjuknya mengacung pada tubuhku seolah menjudge sesuatu.
"Em. Itu ... itu ...." Haiss pakai keceplosan segala. Kalau gini bisa runyam masalahnya.
"Papa ada main sama Nia?"
"Maafkan Papa, Ma," jawabku akhirnya dengan lesu. Hanya itu yang bisa kuucap.
Wajah Risa seketika pucat pasi, terduduk lemas di kursi yang persis ada di sebelahnya.
"Papa harus tanggung jawab, Ma."
BERSAMBUNG
Aku memanggilnya Mas Yusuf, lelaki itu mencurigakan sejak kakiku menjejak di rumahnya. Ada satu kamar yang selalu terkunci, dan anehnya pria itu suka mengendap-endap di malam hari masuk ke ruangan tersebut membawa makanan dan minuman. Apa yang disembunyikan Mas Yusuf di sana?
"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.
Novel ini berisi kompilasi beberapa cerpen dewasa terdiri dari berbagai pengalaman percintaan penuh gairah dari beberapa karakter yang memiliki latar belakang profesi yan berbeda-beda serta berbagai kejadian yang dialami oleh masing-masing tokoh utama dimana para tokoh utama tersebut memiliki pengalaman bercinta dengan pasangannya yang bisa membikin para pembaca akan terhanyut. Berbagai konflik dan perseteruan juga kan tersaji dengan seru di setiap cerpen yang dimunculkan di beberapa adegan baik yang bersumber dari tokoh protagonis maupun antagonis diharapkan mampu menghibur para pembaca sekalian. Semua cerpen dewasa yang ada pada novel kompilasi cerpen dewasa ini sangat menarik untuk disimak dan diikuti jalan ceritanya sehingga menambah wawasan kehidupan percintaan diantara insan pecinta dan mungkin saja bisa diambil manfaatnya agar para pembaca bisa mengambil hikmah dari setiap kisah yan ada di dalam novel ini. Selamat membaca dan selamat menikmati!
Hari itu adalah hari yang besar bagi Camila. Dia sudah tidak sabar untuk menikah dengan suaminya yang tampan. Sayangnya, sang suami tidak menghadiri upacara tersebut. Dengan demikian, dia menjadi bahan tertawaan di mata para tamu. Dengan penuh kemarahan, dia pergi dan tidur dengan seorang pria asing malam itu. Dia pikir itu hanya cinta satu malam. Namun yang mengejutkannya, pria itu menolak untuk melepaskannya. Dia mencoba memenangkan hatinya, seolah-olah dia sangat mencintainya. Camila tidak tahu harus berbuat apa. Haruskah dia memberinya kesempatan? Atau mengabaikannya begitu saja?
Sabrina dibesarkan di sebuah desa terpencil selama dua puluh tahun. Ketika dia kembali ke orang tuanya, dia memergoki tunangannya berselingkuh dengan saudara angkatnya. Untuk membalas dendam, dia tidur dengan pamannya, Charles. Bukan rahasia lagi bahwa Charles hidup tanpa pasangan setelah tunangannya meninggal secara mendadak tiga tahun lalu. Namun pada malam yang menentukan itu, hasrat seksualnya menguasai dirinya. Dia tidak bisa menahan godaan terhadap Sabrina. Setelah malam penuh gairah itu, Charles menyatakan bahwa dia tidak ingin ada hubungan apa pun dengan Sabrina. Sabrina merasa sangat marah. Sambil memijat pinggangnya yang sakit, dia berkata, "Kamu menyebut itu seks? Aku bahkan tidak merasakannya sama sekali. Benar-benar buang-buang waktu!" Wajah Charles langsung berubah gelap. Dia menekan tubuh Sabrina ke dinding dan bertanya dengan tajam, "Bukankah kamu mendesah begitu tidak tahu malu ketika aku bersamamu?" Satu hal membawa ke hal lain dan tidak lama kemudian, Sabrina menjadi bibi dari mantan tunangannya. Di pesta pertunangan, sang pengkhianat terbakar amarah, tetapi dia tidak bisa meluapkan kemarahannya karena harus menghormati Sabrina. Para elit menganggap Sabrina sebagai wanita kasar dan tidak berpendidikan. Namun, suatu hari, dia muncul di sebuah pesta eksklusif sebagai tamu terhormat yang memiliki kekayaan miliaran dolar atas namanya. "Orang-orang menyebutku lintah darat dan pemburu harta. Tapi itu semua omong kosong belaka! Kenapa aku perlu emas orang lain jika aku punya tambang emas sendiri?" Sabrina berkata dengan kepala tegak. Pernyataan ini mengguncang seluruh kota!
Livia ditinggalkan oleh calon suaminya yang kabur dengan wanita lain. Marah, dia menarik orang asing dan berkata, "Ayo menikah!" Dia bertindak berdasarkan dorongan hati, terlambat menyadari bahwa suami barunya adalah si bajingan terkenal, Kiran. Publik menertawakannya, dan bahkan mantannya yang melarikan diri menawarkan untuk berbaikan. Namun Livia mengejeknya. "Suamiku dan aku saling mencintai!" Semua orang mengira dia sedang berkhayal. Kemudian Kiran terungkap sebagai orang terkaya di dunia.Di depan semua orang, dia berlutut dan mengangkat cincin berlian yang menakjubkan. "Aku menantikan kehidupan kita selamanya, Sayang."
© 2018-now Bakisah
TOP
GOOGLE PLAY