Inilah kisah 5 orang pria mapan mencari tulang rusuk sejatinya. Akankah usaha mereka berjalan mulus seperti yang didambakan?
Inilah kisah 5 orang pria mapan mencari tulang rusuk sejatinya. Akankah usaha mereka berjalan mulus seperti yang didambakan?
Dina dan Jimmy saling berpandangan dan melempar senyum.
"Beneran kalian sudah jadian?" tanya Dina kepada Neil dan Anita.
Neil menganggukkan kepalanya sedangkan Anita menggeleng disaat bersamaan.
"Oh, jadi masih ragu-ragu rupanya? Awas lho nanti Neil kecantol ciwi syantek," goda Simon kepada Anita yang sekarang sudah mendelik kepada Simon.
Anita sudah tidak canggung lagi berinteraksi dengan keluarga Neil yang memang humoris dan yang pasti sangat suka menggodanya.
"Jangan!" Isyarat Anita dengan raut wajah memelasnya.
"Wah, untung kalian masih di sini. Dedek cantik apa kabar?" Suara Alex menyapa dari belakang punggung Neil.
Serentak semua mata menoleh ke asal suara. Di sana tampak Alex meringis memamerkan deretan gigi putihnya bersandingan dengan Hilya beserta kedua anak kecil berumur tujuh dan empat tahun. Alex sedikit canggung ditatap sedemikian rupa oleh para sahabatnya itu.
"Mau piknik keluarga ini rupanya?" goda Neil dengan satu alisnya yang terangkat ke arah Alex dan Hilya. Hilya adalah sekretaris pribadi Neil di perusahaan pria tersebut.
"Bukan begitu Pak Neil. Ini Pak Alex ngajakin jalan sama anak-anak saja." Hilya gugup memberikan alasan. Ini merupakan kali pertama sepupu bosnya itu mengajak dirinya bertemu dan juga kedua anaknya di luar urusan kantor. Hilya adalah seorang janda dengan dua orang anak.
"Ya, itu namanya piknik," timpal Jimmy tiba-tiba, dengan kedua alisnya yang naik turun kemudian mengerling menggoda ke arah Alex, yang dibalas olehnya dengan memutar kedua matanya malas sedangkan Dina menatap Jimmy dalam-dalam seraya tersenyum tipis. Banyak pemikiran bersarang dibenaknya saat ini. Terutama tentang keberadaan pria di sebelahnya ini, yang kadang bisa sangat menjadi seorang pemaksa dan bisa terlihat biasa saja jika bersama dengan teman-temannya.
'Ternyata pria kaku ini bisa bercanda juga selain 'hot' tentu saja.' Batin Dina.
Ponsel Alex bergetar ia kemudian segera mengangkat panggilan yang ternyata dari saudaranya Marco.
"Halo Bang."
"Aku sudah temukan sepupu kita yang tersayang."
"Oh ya, lalu?"
"Dan dia tidak mau ikut kembali karena ternyata dia sudah menikah." Tampak sekali jika Marco sedang menggeram kesal. Memang Marco kadang tampak tidak sabaran menghadapi tingkah polah satu-satunya sepupu perempuan mereka. Maka dari itu Catty sangat dicintai oleh keduanya.
"Menikah? Lalu bagaimana sekarang, bagaimana dengan tante Tari?"
"Dia bungkam dan hanya mau bicara padamu."
"Astaga! Gadis itu memang!" seru Alex tidak habis pikir seraya menggelengkan kepala dan mendengkus. Selalu saja begitu sedari mereka kecil, Catty selalu sembunyi di belakang punggungnya guna mencari dukungan jika wanita itu melakukan kesalahan. Catty yang berusia dua tahun lebih muda dari Alex memang lebih dekat dengan pemuda periang itu.
"Abang, tolong Dedek! Abang Marco galak, mana bawa cewek lagi ke sini," rengek Catty dengan nada merajuk nan manja, sangat jelas terdengar di seberang sana dan itu hanya berlaku untuk Alex saja.
Di seberang sana Juli yang memang datang bersama dengan Marco dan juga Johan saling berpandangan melihat adegan saling mengadu di depan mereka.
Marco mendengus seraya berkacak pinggang ia tahu kali ini Alex tidak akan mudah luluh dengan bujuk rayu Catty.
Enam bulan sebelumnya
Anita segera mengemasi pakaiannya dan segera keluar dari rumahnya padahal waktu masih menunjukkan pukul empat pagi. Suasana jalanan depan rumahnya masih sangat sepi. Setelah Anita menaruh kunci di tempat biasa, lalu ia segera bergegas menuju jalan raya seraya mendekap tas jinjingnya menghalau rasa gugup, takut dan dinginnya udara pagi hari ini. Beberapa kali pandangannya mengawasi sekitar. Anita pergi dari rumah, kabur tepatnya.
Kini Anita berdiri di depan gerbang rumah mewah yang menjulang tinggi di hadapannya saat ini. Ia sempat ragu apakah Tarsih benar tinggal di sini, jika benar sangat keren sekali pikirnya. Anita membuka tas bulat kecil yang menggantung di bahu kirinya. Ia segera mengeluarkan kertas yang terlipat rapi dalam dompet kecil souvenir pembelian perhiasan. Nomor rumah dan alamat di depannya saat ini sama persis dengan yang tertulis dalam secarik kertas itu.
Ia melihat dua buah tombol yang menempel pada tembok pagar namun saat ia akan menekan tiba-tiba pintu gerbang di depannya terbuka dengan sendirinya. Anita cepat-cepat menyingkir ke samping dan bersandar pada tembok batas pagar karena ada mobil mewah yang mau keluar.
Hari sang penjaga rumah, melihat Anita dan tersenyum. Ia tahu siapa gadis itu karena Tarsih sudah berpesan padanya sebelumnya. Hari mendekat ke arah Anita dan berdiri tak jauh dari gadis itu, sesaat setelah mobil sang majikan berlalu.
Mobil mewah itu sempat berhenti dan menurunkan kaca samping kemudi, sang pengemudi adalah seorang pria yang sangat tampan dan modis menatap penampakan Anita kemudian tersenyum tipis. Sementara Anita tak bisa melihat mata pria tersebut karena pria itu memakai kacamata hitam yang pastinya tak kalah mahal dengan penampilannya. Anita terpaku dan terpana ditatap sedemikian rupa oleh pengemudi tersebut. Andai saja Anita bisa bersuara pasti ia akan menyapa dengan santun.
Terbersit kecemasan di benaknya bagaimana jika pria itu nantinya akan berpikir jika dirinya tidak sopan? Ah, semoga saja pria itu hanya tamu di rumah mewah ini. Anita melirik mencuri pandang ke halaman depan rumah tersebut.
"Sini Neng, ayo Akang antar ke dalam," sambut Hari ramah.
Anita mendekat ke arah Hari dengan tersenyum lembut kemudian mengikutinya ke dalam lewat pintu samping yang dikhususkan untuk para pekerja di rumah yang megah bagai istana.
"Eh iya Neng, si Eneng teh udah lulus sekolah?" tanya Hari.
Anita mengangguk dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya.
Hari yang mendapatkan senyum ramah sampai menelan salivanya kasar. 'Aduh senyum si Eneng mah bikin dada aing jedak jeduk. Kalau jaman enow bilang termehek-mehek, jiwa muda meronta.'
Hari yang memang masih berusia muda sekitar dua puluh dua tahun, bersih dan tampan kini merasa geli dengan pemikirannya sendiri.
'Ternyata tetangga Bi Tarsih cantik sekali walaupun tuna wicara tak apalah asal bisa masak, beberes rumah. Semoga teh, Neng Anita mau dengan aing.'
Walaupun jelas Anita memiliki kekurangan, tetapi dengan tubuhnya yang tinggi dengan bentuk tubuhnya semampai dengan ukuran dada yang diatas rata-rata, serta pinggul ramping bagaikan biola. Kulit yang putih bagaikan porselen dan memiliki pori-pori wajah yang tak terlihat. Laki-laki yang sehat pasti akan terpesona kepadanya. Oh ya, tidak lupa juga rambutnya yang panjang terurai sepanjang tulang belakangnya, tergerai indah dan harum. Matanya yang sedikit sipit, tulang pipi tinggi yang masih sedikit tertutup bulatnya pipi sisa-sisa penampakan masa kanak-kanaknya dan bibir sedikit mungil tetapi penuh dengan warna merah muda alami tanpa polesan.
Bahu Hari yang sedang melamun menikmati pemandangan indah di depannya itu, ditepuk oleh Tarsih dari belakang. Anita yang memang sudah melihatnya hanya tersenyum geli menatap keduanya. Serta kekagetan Hari merupakan hiburan bagi Anita. Hari saja tidak sadar jika sampai air liurnya hampir menetes, memalukan bukan?
"Hayo, bengong aja," tegur Tarsih.
Hari hanya meringis karena kekagumannya. "Tau nggak Bi, tadi teh aing kira ketemu bidadari waktu membuka gerbang eh ternyata beneran. Bidadari bumi mendarat mulus di tempat kerja aing yang megah ini. Duh tambah betah kerjanya kalau begini." Setelah berkata demikian, Hari kemudian kembali lagi ke pos jaganya.
"Da ... da .... Eneng cantik, sampai jumpa lagi!" pamitnya sambil berlari kecil ke depan membukakan gerbang saat bersamaan ada suara klakson mobil.
Asoka Lavanya Ekadanta, bukanlah anak kandung dari pasangan Dirandra Ekadanta dan Kamini Berto. Namun kasih sayang yang keluarga dari sulung Ekadanta itu berikan kepadanya sama dengan yang mereka berikan kepada anak kandung mereka yang lain. Asoka menyadari ada yang berbeda dari dirinya dan saudaranya yang lain sejak banyaknya teror yang tertuju padanya semenjak balita sampai dewasa. Keadaan semakin tidak terkendali, sehingga ia memutuskan untuk menjauh dari keluarga yang selama ini membesarkannya. Sanggupkah Asoka berjuang menghentikan penyebab teror dan menguak tabir siapa dalang dari semua peristiwa yang pada akhirnya tidak hanya mengancam nyawanya tetapi orang-orang terkasih serta memenangkan kembali cinta dari satu-satunya wanita yang selalu tulus padanya selama ini? Bagi yang sudah membaca KAMINI, Duri Dalam Daging dan Siapa Di Hatimu wajib baca ini. Ekadanta Series ❤️ Siapa di Hatimu ❤️ Teror Asoka ❤️ Pesona Karuna Sankara
Semua berawal dari pernikahan terpaksa yang terjadi antara Belinda dan Gio. Gio berusaha menyakiti Belinda agar ingin berpisah darinya. Namun wanita itu bertahan sampai buah hatinya terlahir. Dari situ awal munculnya semua rahasia terpendam dari Belinda dan bagaimana mereka berdua saling menguatkan demi keutuhan rumah tangga dari orang lain yang menginginkan kehancuran mereka.
Anika Larasati setelah sembuh dari depresinya kini tak kuasa menahan rindu kepada sang buah hati dan pria yang ia cintai. Gafi Beryl tak kuasa lagi menahan gejolak rindu pada sang pujaan hati hingga pada akhirnya berani menentang keinginan keluarganya. Citra Larasati menekan kerinduannya dengan menyembunyikan keberadaan sang buah hati dari suaminya yang sudah dimiliki wanita lain. Noah Berto menghalalkan berbagai macam cara agar kembali mendapatkan cintanya. Mereka berempat dipertemukan dalam upaya meraih pengobat rindu oleh takdir yang saling mengikat erat dalam indahnya pengampunan.
Pernikahan yang telah dibangun selama 10 tahun kandas dan kepergiannya untuk membalas sakit hati, membuka semua tabir rahasia kelam yang tertutup rapat.
KETIKA CINTA DIDUSTAI Mengenal sejak remaja dan intensitas pertemuan yang terlalu sering membuat Mega Asturi memiliki perasaan lebih terhadap Athaya Tonda. Adik dari teman sepermainan. Namun karena rasa rendah diri dan kenyataan akan perbedaan status sosial mereka sesuatu hal yang terjadi padanya, membuat gadis itu menekan perasaannya dan memilih menolak pemuda itu. Namun ia tidak bisa menghindar kembali saat pria itu dengan sangat gigih berusaha mendekat padanya. Saat terdesak hanya satu hal yang bisa dirinya lakukan mendustai rasa cinta yang dirinya miliki. Pikirnya dengan begitu hatinya akan tetap baik-baik saja. Namun bagaimana dengan Athaya? Apakah pemuda tampan yang telah berubah menjadi pria matang itu akan diam dan memilih pergi walaupun rasa memiliki itu sungguh erat menguasai sanubari?
Kekecewaan yang dirasakan Cempaka dan perbuatan yang tidak menyenangkan akibat ulah Abimanyu membuat gadis itu memutuskan untuk kembali ke Amerika dan menetap di sana. Hingga dua tahun kemudian ia diminta kembali oleh orang tuanya. Ia kembali membawa rahasia yang akhirnya membuat ia tidak bisa menolak kehadiran Abimanyu kembali ke dalam hidupnya. Namun kekecewaan kembali menderanya dan sekali lagi ia memilih melarikan diri dari masalah. Sampai akhirnya Abimanyu beserta keluarganya menyusulnya ke Amerika dan seluruh rahasia masa lalu Abimanyu dan penyebab pria itu sedari dulu sering berlaku dingin kepadanya akhirnya terungkap.
Yolanda mengetahui bahwa dia bukanlah anak kandung orang tuanya. Setelah mengetahui taktik mereka untuk memperdagangkannya sebagai pion dalam kesepakatan bisnis, dia dikirim ke tempat kelahirannya yang tandus. Di sana, dia menemukan asal usulnya yang sebenarnya, seorang keturunan keluarga kaya yang bersejarah. Keluarga aslinya menghujaninya dengan cinta dan kekaguman. Dalam menghadapi rasa iri adik perempuannya, Yolanda menaklukkan setiap kesulitan dan membalas dendam, sambil menunjukkan bakatnya. Dia segera menarik perhatian bujangan paling memenuhi syarat di kota itu. Sang pria menyudutkan Yolanda dan menjepitnya ke dinding. "Sudah waktunya untuk mengungkapkan identitas aslimu, Sayang."
ADULT HOT STORY 🔞🔞 Kumpulan cerpen un·ho·ly /ˌənˈhōlē/ adjective sinful; wicked. *** ***
"Ada apa?" tanya Thalib. "Sepertinya suamiku tahu kita selingkuh," jawab Jannah yang saat itu sudah berada di guyuran shower. "Ya bagus dong." "Bagus bagaimana? Dia tahu kita selingkuh!" "Artinya dia sudah tidak mempedulikanmu. Kalau dia tahu kita selingkuh, kenapa dia tidak memperjuangkanmu? Kenapa dia diam saja seolah-olah membiarkan istri yang dicintainya ini dimiliki oleh orang lain?" Jannah memijat kepalanya. Thalib pun mendekati perempuan itu, lalu menaikkan dagunya. Mereka berciuman di bawah guyuran shower. "Mas, kita harus mikirin masalah ini," ucap Jannah. "Tak usah khawatir. Apa yang kau inginkan selama ini akan aku beri. Apapun. Kau tak perlu memikirkan suamimu yang tidak berguna itu," kata Thalib sambil kembali memagut Jannah. Tangan kasarnya kembali meremas payudara Jannah dengan lembut. Jannah pun akhirnya terbuai birahi saat bibir Thalib mulai mengecupi leher. "Ohhh... jangan Mas ustadz...ahh...!" desah Jannah lirih. Terlambat, kaki Jannah telah dinaikkan, lalu batang besar berurat mulai menyeruak masuk lagi ke dalam liang surgawinya. Jannah tersentak lalu memeluk leher ustadz tersebut. Mereka pun berciuman sambil bergoyang di bawah guyuran shower. Sekali lagi desirah nafsu terlarang pun direngkuh dua insan ini lagi. Jannah sudah hilang pikiran, dia tak tahu lagi harus bagaimana dengan keadaan ini. Memang ada benarnya apa yang dikatakan ustadz Thalib. Kalau memang Arief mencintainya setidaknya akan memperjuangkan dirinya, bukan malah membiarkan. Arief sudah tidak mencintainya lagi. Kedua insan lain jenis ini kembali merengkuh letupan-letupan birahi, berpacu untuk bisa merengkuh tetesan-tetesan kenikmatan. Thalib memeluk erat istri orang ini dengan pinggulnya yang terus menusuk dengan kecepatan tinggi. Sungguh tidak ada yang bisa lebih memabukkan selain tubuh Jannah. Tubuh perempuan yang sudah dia idam-idamkan semenjak kuliah dulu.
Warning !! Cerita Dewasa 21+.. Akan banyak hal tak terduga yang membuatmu hanyut dalam suasana di dalam cerita cerita ini. Bersiaplah untuk mendapatkan fantasi yang luar biasa..
21+ "Pantas belum jalan, ada maunya ternyata" Ujar Fany "hehehehe... Yuk..." Ujar Alvin sambil mencium tengkuk istrinya. Fany segera membuka handuknya. Buah dadanya menggantung indah, perutnya yang rata dan mulus, serta area kemaluannya yang ditutupi rambut hitam langsung muncul. Alvin segera memeluk Fany dan melumat buah dadanya dengan rakus. "Pintu sudah dikunci? " Tanya Fany "Sudah...." Jawab Alvin disela mulatnya sedang mengenyot puting pink milik Fany "nyalain Ac dulu" suruh Fany lagi Sambil melepas sedotannya, Alvin mencomot remote AC lalu memencet tombol ON. Kembali dia melumat buah dada Fany bergantian kiri dan kanan, buah dada yang putih dan terlihat urat-urat merah dan biru di buah dada putihnya, membuat Alvin makin rakus melumatnya. Sambil menrunkan celana pendek dan celana dalamnya, dia membuka kaosnya, lalu merenggangkan paha Fany, ujung kontolnya yang belum tegak sempurna diberi ludah lewat jari tengahnya di bagian kepala, lalu menggosok gosok pelan di bibir vagina Fany. Fany mendesah dan merasakan mulai ada rangsangan di bibir kemaluannya, lalu tiba-tiba masuk batang berurat milik Alvin di vagina Fany yg belum begitu siap dan basah, pelan2 lelehan cairan membasahi dinding vaginanya, Alvin mulai menggoyang dan naik turun, Fanny memeluk bagian pinggul suaminya, pahanya dibuka lebar. Tidak lama kemudian.....
© 2018-now Bakisah
TOP
GOOGLE PLAY