img Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku  /  Bab 4 4. Saudara Tidak Tahu Malu! | 3.64%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 4. Saudara Tidak Tahu Malu!

Jumlah Kata:1016    |    Dirilis Pada: 19/03/2025

basah masih menyiratkan keterkejutan dan kesedihan yang mendalam. Saat pintu te

wajah istrinya yang tampak terguncang

" tanya Armand, suara dan raut

atanya kembali jatuh tanpa bisa ditahan. Kedua tangannya me

rau, tetapi penuh amarah yang tertahan. Matanya celingukan menata

Keningnya berkerut. "Maksu

pria kurang ajar itu?" desaknya, lalu terdiam sebentar sebelum akhirnya melanjutkan de

mentara tubuhnya menegang. "Apa?! Berselingku

akhirnya mengucapkan sebuah nama dengan suar

ni

tara napasnya tertahan di tenggorokan. Kata-kata istrinya ber

keras, wajah pria tua itu memucat. Rahangnya me

menolak untuk memercayai apa yang bar

makin pecah. "Aku berharap begitu, Mas... tapi Mariana me

edikit limbung, membuat Armand w

megang bahu Ratna ikut bergetar. Ada kemarahan, kekecewaan,

ah. Lalu dengan suara bergetar menahan amar

ng masih menggenang di pelupuk mata. "Di

kamar Bianca. Tangannya mengepal erat hingga urat-urat tangannya tercetak jelas

asar. Gadis itu, yang sedang duduk di tepi ranjang, tersentak kaget

n tahu apa yang membuat ayahnya begi

bih jauh. Dengan cepat, ia meraih pergelangan tangan p

anca berusaha meronta, tetapi

etnya keluar dari kamar dengan langkah cepat. Bianca semakin

" Bianca meronta semakin kuat saat

gadis itu dan langsung mendoro

ahnya pucat dan lelah seperti kehabisan energi untuk sekadar bereaksi

, hingga membuat gadis itu ha

Sekarang!" Suara pria tua

atapan ayahnya yang penuh kemarahan membuat nyalinya menciut. Nam

amarah yang mulai menguasainya. Napasnya memburu dan sorot ma

bukannya menyesal, malah menunjukkan perlawanan.

akukan, hah?! Berani sekali kamu berselingkuh d

k kemudian menegakkan tubuhnya dan menata

k sekilas ke arah Mariana sebelum kembali menatap ayahnya. "Selama ini kalian selalu membandingkan Bia de

melainkan karena kemarahan yang selama ini ia pe

iana nggak ada salahnya, 'kan? Selama ini Kak Mari

up mulutnya dengan tangan gemetar. Wajahnya semakin pucat seirin

kurang ajar! Jadi karena iri, kamu merasa berhak merusak rumah tangga k

mata yang membara. "Iya! Bia belajar dari Ayah dan Ibu!

L

keras mendarat

cepat di kulitnya. Ia mengangkat tangan memegangi pipinya yang be

, bukan karena sakit, tetapi kare

, tapi Ayah langsung memperlakukan Bia seperti ini?

bangkit dan melangkah cepat menghampiri Bianca. Dengan satu ge

L

paran ayah mereka, tapi cukup untuk membuat Bianca terdiam. Kali ini bukan

gangan yang nyaris me

B

tiba limbung. Wajah wanita itu seketika pucat, pandanga

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY