img Mendadak Jadi Ibu Susu Anak Atasanku  /  Bab 5 5. Bersikeras | 4.55%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 5. Bersikeras

Jumlah Kata:1005    |    Dirilis Pada: 19/03/2025

ar saat ia membawa botol minyak kayu putih ke dekat hi

," gumam

ng menggelayuti hatinya. Mariana tidak pernah melihat ibunya jatu

nya sedikit bergerak. Kelopak mata wanita paruh b

ca-kaca. Ia buru-buru menurunkan miny

an sorot mata sendu, penuh

i setiap kata yang keluar membawa luka di hatinya. "Ibu ga

berkata banyak hal, ingin mengungkapkan sakit hatiny

Mariana yang basah oleh air mata. Sentuhan itu lembut, penuh k

isik Ratna dengan suara serak. "Tap

hatinya berkecamuk antara sakit hati

Bianca setelah semua yang terjadi? S

baring lemah dengan wajah penuh penye

atna begitu lirih. "Tapi Bianca tetap adikmu.

ya ingin berteriak bahwa semua ini tidak semudah itu. Namun di

aja dulu," kata

belum akhirnya menghela napas pelan. Ia tahu, l

r mendekat. Mariana menoleh ke arah pintu dan jantungnya seke

an

, sorot matanya seketika menjadi dingin saat melihat

gan erat. "Aku cuma mau lihat ib

apa yang kamu lakukan, kamu pi

napas berat. Ia menatap Bianca, bukan dengan ke

tajam. "Apa yang kamu lakukan buka

Mariana?" nadanya penuh tuduhan. "Kenapa? Karena dia ana

di matanya. "Bukan masalah siapa yang lebih baik, Bianca

seolah-olah selama ini memperlakukan Bia dengan adil. Tapi kenyata

ng terasa berat. "Kamu pikir itu alasan yang cukup untuk me

belaan. Seolah-olah apa yang ia lakukan hanyalah bent

u mungkin bukan ibu yang sempurna, tapi apa

a ter

gak mau dengar lagi," katanya dingin. "Kalau kamu cuma datang untuk menyalah

. "Bia nggak datang untuk minta maaf. Bia cu

h ini, apa? Kamu kembali ke suamiku

wab. Gadis itu hanya mengerj

khirnya mengangguk pelan. "Baiklah. Kalau itu ke

erbalik menuju pintu. Saat melewati Bianca, Mariana berhenti seje

ca," katanya pelan. "Tapi mulai

dengan sorot mata yang semakin suram. Tangannya g

l, Bianca?" Suaranya lirih. "Se

dagunya terangkat dengan angkuh mes

ak menye

a rapat-rapat, berusaha m

isa aku melahirkan anak yang tega m

Bia," desisnya dengan mata berkaca-kaca. "Dari dulu, Ibu dan Aya

ggak pernah memperlakukan kalian dengan berbeda. Terlepas dari semua

Kak Mariana!" jawabnya dengan suara yang

nyaris tidak memiliki tenaga tadi, kini menatapny

dengan suara bergetar. "Cinta maca

h pipinya yang memerah. Ia mengepalkan jemariny

berusaha mengumpulkan semua sisa te

gak men

hwa kamu merasa kurang diperhatikan? Bahwa kamu iri pada kakak

a ter

ngan suara yang mulai melemah. "Tapi Ibu nggak pernah mengaja

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY