/0/29080/coverbig.jpg?v=40d09bcac893b5f7f79a523f80ad7565)
main biola penerima beasiswa, akhirnya merasa memiliki tempat. Terlebih lagi, di sisiku ada Bi
yala. Menayangkan sebuah video yang sangat pribadi-sebuah adegan di kamar tidur-untuk disa
ya menjadi sandaranku, lenyap tanpa jejak. Beberapa saat kemudian, aku menemukannya, sedang tertawa puas bersama Safira,
siksaan yang tak terbayangkan: air cabai membakar tenggorokanku, kilatan kamera mengabadikan ketakutanku, dan sebuah besi panas membekaska
galkanku hancur dan ditandai, bahkan menginginkan aku musnah. Rahasia kelam apa yang mendor
up. Aku akan menghilang dari dunianya, dengan caraku sendiri. Membalikkan punggung dari keh
a
sa pekat, campuran antara parfum mahal, alunan samar orkest
litnya yang usang tampak kontras dengan gaun-gau
g seharusnya merayakan musik, tetapi bagi Anindya, malam ini
easiswa terasa seperti sebuah
i sampingnya, tangannya bersandar ringan di punggungny
luarga yang namanya terukir di gedung-gedung. Dan entah bagai
selembut sampanye yang mengalir be
inya. Tapi kemudian ia melihat kakak tirinya, S
kebenciannya pada Anindya. Mata mereka bertemu, dan bibir Safira sedikit melen
ga pada putrinya, tidak menyadari atau tidak peduli pada keteg
raksasa di atas panggung, yang seharusnya menampilkan uc
tetapi dengan video
dionya samar, tetapi visualnya tidak dapat disangkal. Dan pria itu, meskipu
am wajah Anindya yang pucat pasi. Kotak biolanya terlepas dari jari-jarinya yang kaku, berdebam di la
ikan itu dimulai
indya Lara
beasisw
Wiratama? S
at teman-teman Bima, Chandra dan Bayu, berdiri. W
ar, mengulang-ulang p
nya dari dalam. Ia ingin lantai menelannya. Di mana Bima? Tadi dia adayang harus dilakukan. Dia akan memperbai
n, wajah-wajah menjadi kabur, suara-s
tahu
badan buat
rti ibunya
sendiri hancur karena skandal, a
yu ek yang berat, mencari
r. Ia butuh waktu sejenak, hanya sejenak untuk bernapas, untuk berpikir. Tangannya merogoh
s. Gerakan jarum yang berulang
a bekerja secara otomatis. Lalu ia mendengar suara-suara dari lounge
ata Chandra, nadanya sombong. "Dia k
n biolanya?" Bayu terkeke
t yang Anindya kenal. "Dia perlu diberi pelajaran. Mencuri posisi solois dari Safira
Darahnya terasa membeku. Posis
n jadi pahlawan... semua cuma akting?" tany
ghinaan. "Safira ingin dia dipermalukan, dan aku selalu menjaga Safi
? Siapa yang sebenarnya me
a," kata Bima dengan lancar. "In
Pria yang ia cintai, pria yang ia percayai, telah merancang kehancuran publiknya. Untuk Safira
elakang. Dia berhenti mendadak saat melihat Anindya. Matanya, yang beberapa saat lalu ding
e mana-mana. Kau tidak apa-apa? Apa yang te
ingkari bahunya dengan protektif. Chan
i. Dia menatap tajam beberapa penonton yang masih berlama-lama, yang dengan cepat mengalihkan
kulitnya. Kata-katanya adalah p
seorang profesor yang terkenal sulit mencoba menggaga
menawan, seorang wali amanat yang
atakan padanya bahwa dia terlalu berbakat unt
man, dilihat, dihargai.
seperti burung yang menemukan
ngkap sebagai perangkap y
lah kebohongan. Tatapan prihatinnya adala
nonton yang tertegun, suaranya berbisik protektif di dekat rambutnya, sebuah pertu

GOOGLE PLAY