img Obsesi sang Billionaire  /  Bab 6 6 | 16.22%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 6

Jumlah Kata:995    |    Dirilis Pada: 06/11/2025

pria tua berumur tujuh puluh tahunan y

ertemu anda," sahut R

s soal bayi, merasa jengah d

anti malam kau harus mulai satu kamar dengan Evan dan mulai

ssie yang terpana dan merona mendengar uc

gkuh itu adalah pasangan suami istri yang normal seperti pada umumnya ya

k mendapatkan keturunan untuk tuan angku

melihat Evan yang d

u tidur nanti malam, pelayan yang akan menunjukk

itu mundur selangkah, tapi Evan lekas merengkuh ba

ku jadi beristirahatlah,lalu persiapkan dirimu untukku nanti malam," desis Evan be

diri, merasa tubuhnya mendadak

utur Rossie seraya menjauhkan badannya dari Evan

lumnya pamitan pada pemilik mansion yaitu Evan dan tuan besar Miller. Nampak suasana di kediaman E

ja makan besar itu ketiga orang berkumpul, Evan, Shani

lan dirumah memecah kesunyian dan sua

gan di meja untuk penambah kesubu

ang besar terasa menjadi suatu kehororan tersendiri

duk bertiga bersama istri pertama suaminya. Suami ...yang

mengangkat wajahnya dan m

h nyonya Shania."

bil santapan di piring yang disiap

ng mengunyah batu berat yang menimpa perutnya. R

n yang diberikan olehnya, sebenarnya dia telah menaruh serbuk

ya, dengan tujuan untuk menggaga

itas makan malamnya, dia berdiri dari

nggi badan 190 cm itu lantas sedikit merunduk. Suaranya be

nggu dikamar, ak

tuan," Rossie

kan diri saja dari mansi

pi a

ang sudah kamu tanda tangani di ke

upa, aku ingat

jangan coba membantahku" sentak Evan ketus sem

ggal Shania dan Rossie yan

yang akan kamu coba mainkan pada s

upaya pernikahanmu dengan Evan." Hmm... kamu sed

ania. Walau harga diri nya seolah dijatuhkan ke dasar juran

memperpanjang urusan, dia malas meladeni wanita itu. Y

ger, tak pernah terpi

ang akan nyonya

pasti, tolong anda ingat, saya tak pernah ingin menikah dengan tuan Evan situas

aku dan ayahku, detik ini juga aku leb

nafas nya memburu. Hatin

kan celaka. Jadi tujuan utama aku menikah dengan tuan Ev

misi... tuan Evan tadi bilang

, Rossie berdiri dan dengan c

ak pula, dia pikir akan menjadi n

diri, ingat darimana kamu berasal

ma ke seluruh dinding ruangan, hingga kalimat demi kalimat yang

sesak oleh emosi yang siap meledak. Ingin hati rasanya me

cepatan yang terukur, selaras dan seirama dengan degup jant

itu berakhir di depan pin

eengganan saat hendak masuk. Gadis itu merasa gugup karena dia san

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY