img Cinta Berawal Dari Diary  /  Bab 2 Rahasia Tak Boleh Bocor | 1.94%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Rahasia Tak Boleh Bocor

Jumlah Kata:1671    |    Dirilis Pada: 05/12/2025

r yang remang. Suara jangkrik terdengar dari luar jend

dalam tas. Sampulnya dingin, seolah menyimpan energi

i kata-katanya seperti

ak bisa jadi diriku sendiri. Di siang hari aku jadi Arka yang mereka mau. Tapi

nar, Arka punya sisi lain. Ia

a selesai. Mereka akan lihat betapa lemahnya aku. Mereka akan tahu aku bukan Arka

. Tapi kenapa Arka menulisnya seolah itu rahasia yang begitu

njutkan

kat air mancur. Mungkin ini terakhir kalinya aku bis

. Tangannya bergetar

tiga. Air

hkan tahu persis t

kan takut ada yang mendengar isi rah

ry ini ke Arka. Tapi sisi lain, yang didorong rasa penasaran

buat keputusan. Besok malam...

kota memantulkan cahaya kekuningan, menciptakan bayangan panjang di trotoar. Alya

n, menatap sosok yang su

idak ada teman, tidak ada geng penggemar yang biasanya mengelilinginya

a dekat air mancur, persis seperti yang tertulis di dia

ik air mancur yang terdengar. Lal

. Jauh berbeda dari sosok Arka yang dingin di sekolah. Cowok itu menunduk

Bukan sekadar bernyanyi, tapi lebih mirip melampi

ni... ini Arka

lam momen itu, sebuah ranting ke

lanya menoleh cepat, tatapan

s tersengal. Suasana hening beberapa detik, hingga suara

da yang ngi

dengan tangannya,

u sekitar taman. Seolah berbicara

amu... kelua

ohon, berharap Arka menyerah dan kembali duduk. Tapi tat

suara Arka terdengar jelas

luar, aku bakal

enelan

n, gima

.Sa

lya berde

.Du

rkeringat, l

.Ti

menyerah. Keluar perlahan dari balik pohon

kebetulan lewat," katan

. "Lewat? Jam segini?

berbohong. "Iya, hehe... aku

langkah mendekat, hingga jarak me

an bo

Matanya refl

atu menyembul dari tas Alya sam

a itu. Alya mencoba menahan, tapi tenaga Arka te

mengalihkan pandangan ke Alya. Ekspresinya sul

ma ini..." suaranya pel

dah bac

ada kata yang bisa k

sia Arka sudah terlanjur ia sentuh...

kali. Angin malam meniup rambutnya yang sedik

sudah siap kalau Arka akan marah, memben

Arka justru tersenyum t

h baca semua?"

"Maaf... aku ng

seperti mengejek. "Nggak sengaja? Kamu buka, kamu

nya. Kata-kata itu m

rak mereka tinggal satu langkah. Alya b

rbisik, suaranya tenang tapi

uruk tentang aku, daripada kamu

kaca. "Aku... aku cuma penasaran. Aku n

atanya. Untuk sesaat, Alya bisa melihat se

m itu kemb

diary hitam itu ke tangan Alya,

Karena setiap halaman yang kamu bu

ya gemetar saat mener

a Alya berdiri terpaku di bawah lampu taman, dengan jantung

a yang dia

i 6 Surabaya siang itu terasa penuh energi. Dari koridor lantai dua, Alya bisa melihat lapang

usaha menghindar dari kerumunan, tapi tetap bisa menden

n keren aja kalau

antar SMA kan? Duh, nggak

ary itu masih ada di tasnya, tersimpan rapi dalam plastik bening. Sejak membaca

uara langkah cepa

ly

rinya, masih dengan wajah datar yang sulit ditebak. Seragam putih abu-abunya sedikit berantakan,

seketika berd

ntin," ucap Alya cepa

nghentikan langkahnya. "Bisa kita

lewati orang saat istirahat. Suasana sepi di sana... hanya ada pohon f

sekolah. Hanya suara burung dan angin yang terdengar. Arka ber

masih simpan, kan

"Iya. Aku... aku nggak

mar muncul di bibirnya, tapi ju

hu isinya..." Arka berhenti sejenak, menunduk, lalu melan

bah beban di pundaknya. Ia ingin bertanya,

Arka menatapnya lagi

yang aku percaya buat n

k paling populer di SMA 6, yang punya segalanya, justru menaru

linya Alya merasa... dia bukan lag

di meja belajar, namun pikirannya tak bisa fokus ke pelajaran. Diary itu

lalu membuka halaman berikutnya. Tulisan tangan Arka yan

ok itu terlalu banyak rahasia. Ayahku bukan sosok yang sempurna seperti yang dilihat ora

Matanya membesar, memb

ya karena ayahku 'membayar' pihak sekolah, namaku aman. Tapi rasa malu itu masih ada. Kadang aku pengin

enutup diary itu, lalu menatap langi

i selama ini..."

natap mata cowok yang selama ini terlihat sempurna. Tapi kin

ndiri, seolah ingin

a aku yang harus t

tidur. Tapi di kamar Alya, waktu terasa berhenti. Diary itu membuatnya ter

*

img

Konten

Bab 1 PERPUSTAKAAN YANG SEPI Bab 2 Rahasia Tak Boleh Bocor Bab 3 Gosip Yang Berhembus Bab 4 Foto Yang Bikin Gempa Bab 5 Jarak Yang Tak Terlihat Bab 6 Di Balik Dinding Rumah
Bab 7 Perhatian Tak Terduga
Bab 8 Fitnah Yang Busuk
Bab 9 Senyum Sebelum Badai
Bab 10 Bintang Baru Di Sekolah
Bab 11 Gelisah Yang Mencekam
Bab 12 Jalan Pulang Yang Manis
Bab 13 Cemburu Tanda Cinta
Bab 14 Undangan Makan Malam
Bab 15 Band Indie Neon
Bab 16 Di Sidang Karena Gosip
Bab 17 Di Ruang Redaksi
Bab 18 Cemburu Dalam Kantin
Bab 19 Foto Bikin Geger
Bab 20 Edisi Spesial Majalah Sekolah
Bab 21 Mendaki Gunung Lawu
Bab 22 Jejak Kaki Tanpa Alas
Bab 23 Edisi Khusus Misteri Lawu
Bab 24 Istigosah di Tengah Misteri
Bab 25 Karena Api Cemburu
Bab 26 Tersiksa Karena Rindu
Bab 27 Gengsi Tapi Cemburu
Bab 28 Cinta Yang Kembali
Bab 29 Raport Kenaikan Kelas
Bab 30 MOS Riuh Dan Cerita Baru
Bab 31 Secarik Kertas
Bab 32 Jadi Asisten Pelatih Basket
Bab 33 Perayaan Kemenangan
Bab 34 Kompak Dalam Persahabatan
Bab 35 You Can Do It
Bab 36 Saingan Baru Di Kelas
Bab 37 Saingan Jadi Sahabat
Bab 38 Candaan Bikin Malu Parah
Bab 39 Senja Yang Mengikat
Bab 40 Cemburu Hampir Meledak
Bab 41 Malam Minggu Kacau
Bab 42 Band Neon Naik Daun
Bab 43 Semua Karena Cinta
Bab 44 Rahasia Pilu Arka
Bab 45 Jalan Pulang Bawa Luka
Bab 46 Pagi Setelah Air Mata
Bab 47 Driver Yang Cantik
Bab 48 Nekad Masuk Sekolah
Bab 49 Ada Getar Asmara Di Perpus
Bab 50 Persiapan Show Di Jakarta
Bab 51 Badai Yang Mencekam
Bab 52 Neon Live In Concert
Bab 53 Paket COD Sejuta
Bab 54 First Lip Kiss
Bab 55 Kabar Dari Nay
Bab 56 Selamat Jalan Papa
Bab 57 Persahabatan Susah Senang
Bab 58 Apel Di Rumah Pacar
Bab 59 Band Neon Rekaman
Bab 60 Neon Show Public Surabaya
Bab 61 Sebuah Impian
Bab 62 Kedai Om Liem
Bab 63 Mimpi Yang Terindah
Bab 64 Pelarian Ala Mission Impossible
Bab 65 Kejutan Tak Terduga
Bab 66 Ulah Pacar Di Kafe
Bab 67 Biar Rese Tapi Rahasia Aman
Bab 68 Kompetisi Barista
Bab 69 Pelatih Dadakan Teater
Bab 70 Pentas Lomba Drama
Bab 71 Menang Tipis Adu Rasa
Bab 72 Satu Pelukan Viral
Bab 73 Minggu Pagi Yang Terindah
Bab 74 Cowok Aku Galak
Bab 75 Cemburu Versi Anak Kafe
Bab 76 Kabur Dari Kafe
Bab 77 Terjebak Sandiwara Sendiri
Bab 78 Mati Lampu Bikin Romantis
Bab 79 Surat Yang Tertunda
Bab 80 Amplop Cokelat Penentu Takdir.
Bab 81 Kepergian Menyisakan Sunyi
Bab 82 Wedang Resep Kuno
Bab 83 Kehidupan Di Tambang
Bab 84 Alya Mencium Bahaya
Bab 85 Kebenaran Dibungkus Rapi
Bab 86 SaatSemua Jejak Terasa Panas.
Bab 87 Cinta Terbalut Luka
Bab 88 Nyamar Jadi Sopir Grab
Bab 89 Menjadi Bagian Geng Papa
Bab 90 Lamaran Dadakan.
Bab 91 Nikah Di KUA Samarinda
Bab 92 Jauh Di Mata Dekat Handphone.
Bab 93 Video Call Viral
Bab 94 Ujian Akuntansi Bikin Pusing
Bab 95 Rindu Yang Menyala
Bab 96 Pelukan di Bandara Samarinda.
Bab 97 Rindu Yang Gak Pernah Basi
Bab 98 Kejutan Pulang Mendadak.
Bab 99 Sunyi Tanpa Kamu
Bab 100 Sunyi di Ujung Sambungan
img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY