img Pernikahan Tak Terduga: Kesempatan Kedua yang Manis  /  Bab 1 Erangan di Ruang Kerja | 0.14%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Pernikahan Tak Terduga: Kesempatan Kedua yang Manis

Pernikahan Tak Terduga: Kesempatan Kedua yang Manis

Penulis: Pumpkin Witch
img img img

Bab 1 Erangan di Ruang Kerja

Jumlah Kata:897    |    Dirilis Pada: 02/03/2022

Tak bisa dipercaya bahwa aku akan berpakaian terb

mi. Pria itu jarang sekali mengajakku berhubungan intim. Jika aku tidak berinisiatif merayunya dulua

ian, aku mendengar s

an keluar dari ruangan memakai

merangkulkan tanganku di lehernya dan

jung rambut sampai kaki. Aku bisa meliha

berpikir bahwa dia menyukaiku

erti itu?" tanyanya, sambil

anyaku, duduk di sebelahnya, ber

detik sebelum akhirnya menja

iku, tapi aku tetap be

dalam pelukannya, menyelipkan tanganku di bawah kemejanya dan mengelus-e

ingin kamu katakan, aku akan kembali ke

uh dan berjalan kemba

n tinju sampai ujung-ujung kuku jar

ruang kerjanya, mengatakan alasan karena ti

hamil, tapi aku harus tidur sendiri setiap malam. Akhir-akhir

entar yang menarik perhatianku. Seseorang mengatakan bahwa suamiku tak bernaf

na Sandi adalah seor

kecil yang terus me

orang lain di rumah ini, jadi tidak perlu mengunci pintu seperti itu. Semua ini sung

i, dan justru membuatku semakin khawatir. Aku merasa sangat

hirnya tadi sore aku memasang pe

ar, aku memasang alat

jelas suara erangan dan napas yang terengah-engah. Aku merasa ada

a sendiri dibandingkan ber

erikutnya membuatku leb

itu tera

belum.

sayang, tapi kamu

tuk apa... kamu bertanya? Hentikan. Jangan. Rasanya ti

h! Lepaskan dan aku akan memberim

rdiam saat m

merasa seseorang telah menyiramkan seember air es di atas kepa

dikit, Sandi.

ilkan suaramu. Seseorang bisa men

ir istrimu akan men

ngat membosankan. Aku hanya ingin dia tahu betapa bahagianya aku saat ini. Mengeranglah le

memang selalu

ng. Apa kamu tidak khawatir dia marah dan stres jika men

dengarannya seperti ide y

andi! Tunggu sebentar

sekali tidak berusaha untuk menyembunyikan emosi m

diriku menangis sekencang-kencangnya. Tapi tetap

. Aku merasa sangat sakit dan menderita, sampai tidak ada lagi yang bisa kulakukan sel

n mereka, kulepaskan alat pendengar itu, memel

terhitung jumlahnya. Itu adalah malam paling

g malam, dan hanya berputar

dalam ruang kerja, karena tidak ada tempat untuk menyembunyikan seseorang di sana. Satu-satunya kemungkin

p, bukan sebuah kamera kecil. Sehar

n, aku mulai merasa lebih tenang. Kemudian, aku memutuskan untuk

img

Konten

img
  /  8
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY