img Cermin  /  Bab 3 Melayat | 4.29%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Melayat

Jumlah Kata:819    |    Dirilis Pada: 31/03/2022

putih yang hampir mirip seperti pakaian terakhir yang ia kenakan, saat mayatnya ditemukan. Mataku sembab, sekaligus menahan kantuk yang teramat sangat. Semalam bukan mala

melihat tingkah Ramon. Dia menangis dengan hebat, seperti orang yang sangat berduka. Bagi semua orang pastilah wajar melihat sikap Ramon

aikan perasaan berduka akibat kepergian wanita mungil tersebut. Sementara itu, di sisi peti mati, ruh Lili berdiri di sana. Masih memakai

aanmu sekarang. Yang jelas, Tuhan memang lebih sayang kamu," gumamku sambil menu

yang sama bentuknya, seperti yang kulihat di toko buku kemarin. Sudah jelas siapa pemiliknya. Hanya saja kali ini, tubuhku tidak memb

tuaku, Ros, seperti apa

ilik suara ini, terus menutup. Aku menatap Lili sambil sesekali memperhatikan sekitar. Berusaha m

. Kamu nggak b

. Lagi pula, kalian nggak akan menikah, jadi Ramon nggak akan mendapatkan apa yang dia mau

terbunuh ditunjukan padaku. Ramon memang brengsek. Dia tidak mencintai Lili dengan setulus hati. Semua hanya karena

kan, Ros? Kamu tau bagaimana perasaanku. Aku ngg

ia lakuin sih? Dia udah nggak bisa saki

ditepuk hingg

di samping ku, sementara Lili langsung pergi. Aku tengak tengok mencari keber

ah bengong!" Mey kembali

Diam

aan

il

dan bertingkah sama sepertiku. Tengak ten

lihat aja!" ujarku me

gue! Eh tapi, Lili ada pesan terakhir gitu, Ros? Atau d

rus gimana?" Akhirnya aku menceritakan semua yang kulihat dan alami kemarin. Me

Gila sih, nggak nyangka gue

e cerita hal ini ke keluarga Lili, apa me

Ros. Terus gima

glihatan semalam justru muncul. Berjalan dengan santai di antara pelayat yang hadir. Bahkan dia dan Ramon salin

gue baru lihat, dan kayakny

baru lihat, siapa y

lia dan Om Roy berjalan di belakang wanita tadi. Melihat gelagatnya, aku yakin mer

kalau itu cewek yang

yang

i tunjukin Lili di mimpi g

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY