img Cermin  /  Bab 5 Apartemen | 7.14%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Apartemen

Jumlah Kata:1010    |    Dirilis Pada: 31/03/2022

nya dengan ponsel pintar. Bahkan buku fisik sudah tidak begitu banyak diminati. Walau pun masih ada beberapa orang yang lebih menyukai buku fisik, bahkan aroma buku lama jauh lebih menggugah seler

dah melakukannya, dan tawaran yang mereka berikan cukup masuk akal dan masuk

nampilkan sebuah pesa

os

emeriksa foto profil yang ia pakai, sa

ngg

a,

orku dar

Gue mau minta tolo

tolon

emput deh. Atau naik ojek aja, nant

ngapain? A

kenapa ini? Kesurupan ata

u segera menggeser layar ke atas. Wajah Rangga terlihat jelas

a. Ganggu. Cob

n beberapa orang di dalamnya. Aku hanya diam, sambil terus memperhatikan kondisi ruangan itu, juga ne

an mengganti layar ponsel dengan dirinya. Rangga ter

eh sih tadi. Memangnya nene

, terus seolah ada temennya gitu. Kan serem. A

usah tapi kalau l

ana? Kamu

kirim alamat kamu,

binar, panggilan telepon tadi dimati

ala kadarnya, dan memesan o

ni adalah weekend. Biasanya banyak penghuni apartemen yang berlibur ke luar kota, atau bahkan pulang ke kampung halamannya. Hanya aku yang sela

lift, sepertinya penghuni lantai atas. Gedung i

seorang pemuda yang berada

Mas. Terim

ng sering ku jumpai. Kamu kerap bertemu beb

ba? Sepertinya mau hujan," katan

Iya, kah? Aku nggak lihat jendela tadi, ma

hujan biasa lah, stok makanan dan minuman

tikan wanita paruh baya yang berdiri di sudut.

ih," kataku sedikit cemas. Pemuda di samping ku menatap ibu itu dan aku berganti

sement, aku segera keluar sambil mem

taannya dan berjalan berdampingan bersamanya, keluar. "Aku ada mobil, biar aku antar

pesan ojek online kok. Ngg

tup, dia menarik tanganku da

as?!" tanyaku

nggak bermaksud kurang ajar. Cuma ...

Nany

u-ibu ke

embali menatap lift

kuyup gitu. Jadi aku pikir mem

k nafas dalam sambil tenga

lift, nggak ada orang la

gan becan

wah. Jadi mana mungkin ada orang basah kuyup dari lantai atas. Kecuali ...." Dia ke

uali

nya? Maaf kita belum kenalan.

Aku mengulurkan ta

ngomong kemarin dengar kabar d

? Kaba

ggak tau

a apa si

i rooftop. Kabarnya itu perempuan sudah semingguan di sana. Keluarg

..

i sana nggak ada kamera cctv, kita semua nggak tau kenapa dia sampai ada di tangki ai

riu

rita heboh, masa

eran ngg

.. Jangan ... Tadi." Pram menunjuk ke lift dengan wajah ketakutan. Rasa ta

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY