img The Nafis (You Are The Culprit)  /  Bab 3 Kejanggalan OSPEK (3) | 60.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 3 Kejanggalan OSPEK (3)

Jumlah Kata:2064    |    Dirilis Pada: 16/04/2022

an memperkeras volumenya. "Iiiiiiya, kenapa?" Alan terpaksa menyaut dengan

buat lega Alan, kini dia sangat yakin kalau yang sedang bicara dengannya adalah sosok manusia asli. Kata kunci yang membuat Ala

tinya. "Bisa mbak," dia memenerima permintaan tolong wanita itu, lalu menoleh kearahnya

bawain dua jerigen putih ini yah?" terangnya. Namun Alan belum juga menghampiri karena lagi-lagi badannya ka

atnya, kini memiliki perasaanya berbeda dari yang tadi, bukan lagi ketakutan melainkan berjuta rasa keindah yang

enaikan volume suaranya karena mulai kesal merasa dicuekin. "Iya mb

ng tingkah anehnya."Iiiia maaf... Terusss, Iiiiiyang mana mbak, yang mau dibawa?" tanya Alan deng

ya hehehehe," jawabnya sambil menunjuk jerigen-jerigen tersebut. Disitu t

yang wanita itu tunjuk. Setelah jerigen terangkat semua meraka pun meninggal kawasan sungai itu. Dengan posisi

bicara mas emang seperti itu yah?" tanya wanita itu, polos. Mendengar perta

au tersinggung," ucap wanit

aja," sepontan Alan menjawab t

semakin bingung dengan tingkah Alan. M

? cieeeeee. hahahah," goda wani

, Alan mencoba mencari alas untuk menampik tuduhan wanita

u mencoba menebak alasan Alan. Selamatlah Alan dari perkataannya itu

ian disana, gak sama temannya?"Alan sengaja membena

ah naik duluan," terangnya sambil menatap jalan ya

kut diculik apa hehehe?" tanya Al

ya terus ngeliat masnya masih disana dan peserta lain pun masih ada, ya udah saya isi dulu airnya sampai penuh

t gimana? he he he," pertanyaan yang n

itu satu kuliah sama saya," dengan nada santai dia menjawab sambil menoleh ke arahAla

dari

menjawab dengan tawa karena mengingat kejadiaan itu."Maaf yah mas saya ketawa a

" Alan pun ikut tertawa walupun ada rasa malu karena keja

ainnya, tendanya udah deket juga kok," wanita itu berhenti dan menurukan je

ggal disini yah," balas Alan sa

gan senyuman manis. Alan langsung terpana melihatnya, badann

tuk menyadarkan Alan yang kemb

ma," balasnya dengan s

h mas sama saya hahah," kembali wanita itu meledekdan memastikan

ketenda saya,"dengan malu Alan me

bergerutu tanpa henti. "Sial kanapa gua nanya namanya? dan dari jurusan apa? Bego

dimulut tenda dan masih memikirkan hal itu saja. Tiba-tiba. "WOooooyyyyyy

il menutupi kupingnya langsu

sautnya Noval dengan sa

ngagetin mulu?" ucapnya dengan nada keras dan penuh

gong? kesambet lu," sambil masuk ketenda dan merebahkan

yangkan wanita itu sambil senyum-senyum sendiri. Sungguh menggelikan."Anjirrr bidadari bawa jerigen. Jijik gua sama hayalan lu," Noval malah merasa j

na orang percaya, ada juga ikan gabus baru gua pecaya," ledeknya."Sue lu, gua juga butuh cin

u ngeluarin telor dari mulut kaya Picolo?" dengan

menandakan bahwa Alan tidak ma

Noval sambil merubah posisinya menjadi duduk dengan kaki kiri dibiarkan memanjang ser

dahulu dari awal pertemuannya hingga dia berpisah dengan wanita itu, namun

an dari sungai sampe area tenda, ngobrol pula tapi engga

, petemuan lu sama dia kelar sampai di s

elek mulu ke gua, " raut muka Alan seketi

gi sama dia Aamiin." Noval mengganti ucapan je

nama Yuda sedang celingak-celinguk kebingungan."Nyari apaan lu Yud, bingung banget?" Noval yang menegurnya d

menoleh mengarah kepada Alan. "Ya Allah Val, ketinggalan He he he," dengan

ya. "Hayuk,"Alan dan Npval bergegas ke sungai. Mereka dengan yang buru - buru lupa untuk melapor dan la

lan yang kaget dengan perubaha

al memberi peringatan kepada Alan

kin gelap, ditambah akibat turunnya hujan jalan yang masih tanah

dan sangat berhati-hati akhirnya mer

ditempatnya lengkap dengan tutupnya dan sudah penuh terisi air."Yaudah cepet bawa La

g berada didepan sempat terpeselet namun Noval dengan cekatan memegang pundaknya sehingga dia

di. Mereka harus terus berhati-hati dalam melangkah belum lagi beba

lailah terdengar suara hewan-hewan malam penghuni tempat itu.

semak-semak yang ada disekitar mereka. Sungguh itu sangat menggagu kosentrasi

at salah satu semak-semak bergoyang lebih kencang dari yang lain."Kenapa? Udah Lan jalan te

pur takut dia menjelaskan."Udah jalan aja, kalo muncul apapun itu timpuk aja pake jerigen,".Noval mencoba membagi keberan

ya tinggal 2 meter saja mereka akan sejajar dengan semak itu. Tapi anehnya semakin mereka dekat d

ikut berhenti. Noval pun yang memiliki fira

uuuaaaaaaa

t tenaga tepat ke arah semak-semak itu. Noval pun hany

yangan disemak itu berhenti, namun lebih

lagi Val?"

jakannya. Dengan langkah yang perlahan dan hati-hati mereka mendekati s

"Shraaaaccc

tam polos meloncat keluar dari semak-semak itu, dan langs

tepat mengenai perut makhluk misterius itu hingga terpanting. Karena m

uk itu berlari, tapi karena kondisi medan yang licin, sulit bagi

dan membungkuk dan ngos-ngosan karena lelah sambil

banget," Noval pun heran dengan keahlian mahluk."Yaudah kita ketenda aja d

u dengan membawa rasa penasaran. Siapa

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY