img HOLD ME  /  Bab 1 KEMATIAN AYAH | 1.28%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
HOLD ME

HOLD ME

Penulis: Dewa Amour
img img img

Bab 1 KEMATIAN AYAH

Jumlah Kata:1182    |    Dirilis Pada: 11/04/2022

menempel pada tubuhnya. Dia adalah Angga Prahadie, seorang manager hotel bintang lima di Bandung ya

pingnya tampak seorang lelaki muda sekitar umur 23 tahun yang duduk dengan memasang wajah a

paksa karena sebenarnya dia sangat membenci lelaki itu. Pasalnya, Angga sudah meninggalkan Martin dan ibunya 18 tahun yang lalu saat Martin ma

sa benci di hatinya untuk Angga yang menurutn

dengar sangat berat dengan na

dia tak ingin menatap wajah ayahnya

nggenggamnya erat. Dipandanginya wajah putrany

karta. Bagaimanapun dia adalah Adikmu, Nak. Alice tak punya s

us mengurus anak dari

, kamu jaga dan lindungi Adikmu itu ya

galihkan wajahnya ke semua arah

erima adik dari ib

sedangkan Martin belum juga memberikan jawaban. Paling tidak se

an mata yang masih menatapnya penuh harap. Para perawat dan dokter seg

ah.

h dari ranjang Angga yang sudah tertutup kain putih. Dia tampak jengah melihat tangisan gadis itu.

Alice. Ayah..!!" suara histeris

unya. Tidak, tidak, dia tak boleh sampai simpati pada gadis itu. Karena gadis itu ad

*

inya kematian yang sangat mudah itu terlalu singkat untuk seorang lelaki yang sudah menelantarkan dia dan ibunya bertahun

Mar

agak ragu menghampiri lelaki berkemeja hitam itu. Seperti pesan terakhir sang ayah, dia ha

p nanar pada Martin yang malah membuang wajahnya jauh-j

wajah sinisnya membuat Alice sedikit lega. Paling

a, Kak. Aya

ama berhadapan dengan adik sialan itu. Dia segera melanjutkan langkah

ki mobil Martin. Pemuda itu tidak perduli sedikit pun saat dia sudah duduk di dalam mobiln

suara apa lagi mengobrol. Keduanya merasa sangat asing karena memang mereka belum pernah bert

Alice. Kenapa tidak ia tinggalkan saja gadis itu. Apa pedulinya?

ggalan ibunya itu dirawatnya dengan baik selama ini. Martin kesal melihat Alice yang malah te

Lo mau tidur d

ra Martin tadi cukup membuatnya kaget. Dia meli

ntu mobil dan menyeret kopernya keluar. Martin tidak membantunya

capek mau tidur," ucapan Martin sambil menunjuk

a. Namun Martin langsung membuang muka dan b

sang kakak padanya. Siapa sih, yang mau

menata semua barang-barangnya. Dia meraih sebuah figur

da yang melindunginya lagi, dan tak ada tempat untuk berkeluh kesah lagi. Sekarang dia han

at, Tuhan berkehendak lain. Ayah-bundanya harus pergi, dan cuma Martin satu-sa

endekap figuran foto orang tuanya. Andaikan semua ini hanya mi

Tok

ngu

menunjuk pukul dua pagi. Mau apa kakaknya itu memintanya bangun? Meski ma

tin langsung melemparkan sehelai pakaian berbahan tipis ke waja

? Apa m

ini,

gi, elo nggak

jawab Alice den

tu dan temui teman-teman gue di te

ak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. Dia mas

t pakai sana!" Martin

akaknya itu menyuruhnya melayani temannya yan

gkin dia mengenakan pakaian tipi

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY