img Gairah Liar Tante  /  Bab 2 Part 2 | 28.57%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Part 2

Jumlah Kata:1037    |    Dirilis Pada: 17/06/2022

ar

.Les

takut dimangsa, tapi takut jauh ci

h pinggir jalan. Di tengah tanah lapang yang di penuhi rerumputan gaja

masih terbilang asri dan ruma

et disebagian tempat. Rumah yang serupa, hanya berbeda cat. Kebetulan rumahku bercat hijau telor

sini, ikut

terlarut dalam renungan tentang sos

iku mulai mengikuti arah la

itu, lebih baik main bola bersama de

nas! ingat Sisil

ii

tag

in ngelamun! untun

emandang sosok di atas motor

a sengajalah

inta ma Sisil? gua gebet

ak

h pipi teman kecilku ini. Seraya mer

Kalau ngomong suka ceplas-ceplos. Ga ada ganteng-gantengnya, cuma Ia salah satu cowok populer di

n lahir dan batin. Itu kata Mamah

satu penggemar Shane Filan. Salah satu anggota band tersebut. Saking n

au Aku... ga mirip sama sekali

u jaman itu artis korea belum banyak di gandrungi kaum hawa. Menurut cerita Mamah,

dampak pada wajahku yang mirip aktor lawa

korea sih, mirip. Cuma

ak jidat, terus mesam-mes

asih waras, tau!

. Loe da

an sama Gue! Loe c

h. Belum rezek

aksud

ullah, Alh

rsamaan Fahri seperti melihat hal

nganku menuju mata Fahri yang m

aga

at sosok yang amat menggoda itu sedang

te Sarah tampak sangat seksi dengan

pat lain. Pemandangan indah lagi menegangkan itu

a-lama liat tetangga Loe yang aduhai. Nasib perjaka

gga baru memang me

gadis baik, tau," serang Fahri yan

da. Seumuran Nyokap pula, Gua mah ga t

ro? tapi biar tua dan jan

gences liat Tante Sarah melulu," Aku men

um

motor nya dan berhenti tep

melambai dan melempar senyumnya padaku, setelah itu Fahri kembali

kahku menuju Teo yang asik bermain sepak bola. Rumput gatal m

cewek tu kaki merah-merah!" protes Teo yan

upa pake celana panjang.

anget, Dek. Pul

mat terik. Bukan takut kulitku menghitam, tapi

bil mikiri Tante Sara

epat. "Pulang aja duluan. T

badan dan melangkah menjauhinya. Sebisa mungkin

*

dengan suara Mamah dan Mbak K

suara mereka yang cempreng sempurna. Dah, gagal ini.

adu Kiki. Aku menatapnya garang seraya t

ak

ua. Berbaring kesamping dan menutup wajahku dengan bantal. Ternyata su

uhku. Panas luar dalam intinya. Aku terduduk dan

rrg

Kiki masih terdengar lanta

rna. Peluh yang mengucur deras me

brolan yang asik. Hatiku menelisik, apa kiranya yang me

s angin baling-baling yang terga

ubah rencanaku yang ingin mandi. Lebih memilih melanjutkan tidur yang tadi sempat ter

asa menyentuh dan menjalari tubuhku, desah nafa

lus dan lembut berma

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY