img Gairah Liar Tante  /  Bab 4 Part 4 | 57.14%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Part 4

Jumlah Kata:1002    |    Dirilis Pada: 17/06/2022

ar

.D.Le

onas! t

tikan langkahku dan menatap ke arahnya, dia t

seketika. Amboiii ... sempurnanya ci

, kemudian tanganku turun dan membelai da

un langsung memutar tubuh dan berlarian sekuat tena

*

unyi mulu bikin sakit kuping," omel Ka

ak," jawabku t

urang kerjaan banget panas

i tau kejadian apa yang baru saja terjadi padaku. Habis! pasti

anak gadis orang, wey. Sam

gh

lagi

!" sungutku seraya meraih benda pipih

inta tanggung

ak

kepala bagian belakang. Sakit sih enggak, ta

n meringis kesakitan. Kudapati wajah Mama yang merah padam dengan k

hang yang mengeras. Tatapannya tajam da

Sisil, hah? sampe minta

rikan! jangan bikin malu orang tua! bikin anak memang enak, tapi jangan di coba-coba! ga k

paham. Jonas sama Sisil ga nga

. Seperti sudah tak sabar

erti yang Mama pesan selama i

tanggung jawab? Ma ..

Kiki. Si*lan memang. Dasar Kakak lucnut, bukannya

Seolah girang saat ini

a alumunium untuk menggoreng ki

ss

merasakan benda itu beradu dengan ku

entak Mama yang membua

t Sisil bisa marah seperti itu, dan

ungsruk di got waktu ngindari bocah nyebrang ngejer layangan, Ma,"

" celetuk Kiki yang memb

rcaya, nih, telpon aja," aku meny

ikasi berwarna hijau bergambar telepon. Setelah ditemukan ia menekan

berdoa dalam hati agar Sisil tak mengangkat tel

ah Mama ber

semua bisa dengar," nada ucapan Mama terdengar mengancam, me

dian

ampai Sisil bicara macam-macam, bisa terbang

kamu kangen aku, ya? biasa

menatapku, bibirnya menirukan ucapa

nas. Jonasnya

f Tante, saya

tanyakan,"]suara Mama mulai terdengar m

i ujung sana suara Sisil bergetar. Mungkin

ggung jawaban sama Jonas?

l lecet, Tante. Terus ada juga kerusakan se

rjadi sebenarnya. Wajah Mama yang semula men

te suruh Jonas ke sana, biar

l

nyerahkan benda pipih hitam itu padaku. Ia menar

uah Mama, jangan macam-macam dengan pere

an. Ucapan Mama be

ku sembari melangkah menuju kamar mandi. Gerah. Bukan cuma karena cuaca yang memang

semula gerah menjadi segar. Diantara terpaan air y

entiknya, senyum manisnya...

ang pikiran kotor itu jauh-jauh. Segera

lik pintu. Ya, cowok mah begitu, pa

celana levis hitam jadi pilihan. Sepatu merk

elengkap. Aku mematut diriku di depan cermin. Tampan

nja bila bersamaku, apa mungkin Tante Sarah

ri berjumpa, Tante Sarah sudah menganggu piki

t-de

rgetar. Tanpa melihat

tnya dan mendekatkan p

apa Tant

ah? siapa T

e

*

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY