img Doa Mantan  /  Bab 6 Tidak bisa jauh. | 85.71%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 6 Tidak bisa jauh.

Jumlah Kata:1043    |    Dirilis Pada: 09/09/2022

mil

MA

ar

R.D.L

dari arah kantor melangkah gagah menuju kerumunan anak

ari menarik tangan sahabatn

api pandangannya tak lepas dari sosok

mengeras itu membuat gadis itu tak mampu memalingkan tatapanny

Guru cantik pujaan murid-murid lelaki datang mendekat dan

! M

ari menyadarkan dir

pa

k badan ngapain Loe made

snya, Dini. Dini mesam-mesem begitu juga teman yang lain. Mia yang keki

nior. Mengerti!" bentak Sinta, kakak senio

an. Tak lama upacara sebelum kegi

egu. Mia dan Lestari yang merupakan regu dari Melati, masuk

konsumsi, ia bertanggung jawab masak

untuk mengambil air bersih. Beras yang ia bawa dengan baskom b

e, sih? kan gue ga bisa masak! dasar suek!" Mia ngomel sen

sengaja matanya menangkap sosok ya

selama ini. Seketika dadanya bergemuruh kenca

ran sudah memenuhi baskom dan airnya meluber

iri dan kakinya dingin. Saat ia mulai tersada

tag

n konsentrasi lelaki di dalam Musholla

berlari mendekati Mia yang sudah basah k

pain bisa basa

edatangan Pak Boy perlah

eketika lepas dan semua beras tumpah be

an, mundur ke be

ap

a di hadapannya menarik tangan Mia hingga tanp

di pelukan Pak Boy meleleh. Wangi tubuh Pak Bo

k B

urai pelukannya. Ia gelagapan saat Bu Silvia tiba-

Bu Si

lakukan sama m

salah sangka,

-kaca, wanita muda itu berbalik dan sete

oy ...

i Bu Silvia. Mia hanya melihat dengan perasaan ta

uf

kemudian mencari sapu dan mem

ambil beras baru sebelum mengganti pakaiannya

dalam kesulitan. Pantaslah jika Pak Boy tak tert

*

i di sekitar sendinya. Tubuhn

, loe ga ikutan?" Lestari

Mia. Ia lebih memilih berbaring dan menarik

n punggung tangannya di kening

at, ya?" ucap Lestari khawati

bentar lagi mulai kayaknya," bohong Mia. Ia yang belum minum obat memili

t loe lagi sakit!" Lestari mewanti-wanti dan berlalu

*

i tak dapat tertidur karena mendengar suara yang begitu be

setengah terhuyung berjalan sendiri ke arah toilet sekolah s

engan Pak Boy yang saat itu ba

buang muka. Raut wajah nya menampakkan rasa b

rih Mia saat Pak

is itu mengangkat wajahnya dan memberanikan diri menatap mata taja

ah Mia mengucapkan kata itu, sebab ia

na kamu menyebabkan Bapak mendapat banyak masalah di sekolah,"

a, Pak. Saya tidak b

apa pen

udah sejak lama," tanpa terasa wajah Mia

kita guru dan murid, mana bisa saya terima perasaanmu.

Boy membalik tubuhnya dan g

erderai tumpah ruah meny

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY