Buku dan Cerita Bill Zerbini
Istri Kontrak Kembali Bersinar
Kaki kiriku patah dan terjepit di balik kemudi, darah segar mengalir membasahi gaunku. Namun suamiku, Rayan, berlari melewatiku tanpa menoleh sedikit pun. Ia langsung memeluk Eliza, cinta pertamanya yang duduk di kursi belakang, padahal wanita itu hanya mengalami lecet kecil di lengan. "Sayang, kau baik-baik saja? Jangan takut, aku di sini," ucapnya lembut pada Eliza. Lalu ia berbalik menatapku dengan tatapan penuh kebencian. "Amalia! Kalau kau tidak becus menyetir, jangan membahayakan nyawa Eliza!" Diiringi sirene ambulans, aku tersenyum pahit. Delapan tahun aku mengabdi sebagai istri kontrak yang patuh demi biaya pengobatan ibu, menelan semua hinaan dan melihatnya bermesraan dengan wanita lain. Hari ini, di ambang kematian, aku akhirnya sadar. Cintaku padanya sudah mati bersamaan dengan tabrakan ini. Tiga hari kemudian, tepat saat kontrak pernikahan kami berakhir, aku meninggalkan surat cerai di atas meja dan menghilang ke Norwegia. Aku kembali menjadi peneliti bioteknologi yang bersinar, bukan lagi istri pajangan yang membosankan. Hingga suatu hari, Rayan yang hancur karena skandal perselingkuhan menemukanku di tengah badai salju, berlutut memohon agar aku kembali. Aku hanya menatapnya datar, lalu berkata pada asistenku: "Abaikan saja. Dia hanya mantan suami yang hobi berselingkuh."
