Buku dan Cerita Sarah Ashford
Kembalinya Sang Pewaris Miliarder Yang Terbuang
Aku melepaskan warisan dua puluh miliar dolar dan memutuskan hubungan dengan keluargaku demi pacarku selama lima tahun, Ignatius. Namun, tepat saat aku hendak memberitahunya bahwa aku hamil, dia menjatuhkan sebuah kabar mengejutkan. Dia memintaku untuk menanggung hukuman penjara atas kasus tabrak lari yang dilakukan oleh kekasih masa kecilnya, Evelina. Saat aku menolak dan menangis memberitahu tentang bayi kami, wajahnya justru menjadi dingin. "Evelina adalah wanita yang kucintai, dia terlalu rapuh," katanya tanpa belas kasihan. "Mengetahui kamu hamil anakku hanya akan menghancurkannya." Dia memaksaku pergi ke klinik aborsi sendirian, padahal dia tahu prosedur itu berisiko membuatku mandul permanen. Puncaknya, ibunya menyewa preman untuk menyeretku dan mengurungku di gudang terbengkalai. Aku mengalami pendarahan hebat dan kehilangan anakku di atas lantai beton yang dingin, sementara Ignatius sibuk mengumumkan pertunangannya dengan Evelina di hadapan media. Aku mengorbankan segalanya—keluargaku, masa depanku, hingga darah dagingku sendiri—hanya demi pria yang menganggap nyawaku tidak lebih berharga dari karier selingkuhannya. Rasa sakit ini mengoyak kewarasanku, menyisakan kebencian yang begitu pekat dan mendalam. Sambil menatap akta cerai yang dilemparkan kepadaku di ranjang rumah sakit yang dingin, aku menyeka sisa air mata dan menghubungi nomor yang tak pernah kusentuh selama lima tahun. "Ayah, aku siap untuk pulang." Sudah saatnya pewaris tunggal keluarga Foley kembali, dan aku pastikan mereka akan membayar setiap tetes darah yang telah jatuh.
Putri Tunggal Para Martir: Kejayaannya Mekar Pasca Perceraian
Aku menyembunyikan identitas asliku sebagai jenius strategi militer Pentagon selama lima tahun demi menjadi istri yang penurut bagi Domenic. Aku bahkan diam-diam menggunakan uang santunan kematian orang tuaku untuk menyelamatkan perusahaannya dari kebangkrutan. Namun, dia malah memberikan satu-satunya kalung rubi peninggalan mendiang ibuku kepada selingkuhannya. Ketika aku menuntutnya kembali, Domenic membanting ponselku hingga hancur berkeping-keping di lantai marmer. "Jangan ganggu Karina, aku tidak akan membiarkanmu merusak suasana hatinya karena perhiasan murahan." Keesokan harinya, dia mengingkari janji untuk menemaniku menyambut kepulangan abu orang tuaku—pahlawan negara yang gugur—hanya karena selingkuhannya itu mengeluh keseleo. Saat aku membawa kotak abu itu pulang sendirian, ibu mertuaku merasa jijik dan menyuruh pelayan membuangnya ke gudang bawah tanah. Domenic yang baru tiba malah mengusirku dari rumah karena dianggap tidak menghormati keluarganya. Puncaknya, ketika kami tak sengaja bertemu di sebuah restoran dan tiba-tiba terjadi baku tembak mematikan, Domenic secara naluriah menerjang dan menjadikan tubuhnya tameng untuk melindungi selingkuhannya. Dia membiarkanku berdiri sendirian tepat di depan moncong senapan mesin para pembunuh bayaran. Melihat punggung suamiku yang rela mati demi wanita lain, sisa-sisa ilusi dan cintaku selama lima tahun menguap tak bersisa. Lima tahun aku menyerahkan segalanya untuk pria brengsek ini, hanya untuk diinjak-injak seperti sampah tak berharga. Di tengah desingan peluru dan pecahan kaca, aku menunduk menghindari tembakan dan dengan tenang menarik pisau taktis dari balik gaunku. Sudah waktunya aku mengambil kembali kerajaanku dan membiarkan mereka melihat siapa Anindita Kirana Wiratama yang sebenarnya.
Putri Palsu Menikahi Seorang Taipan
Sehari setelah ayahku meninggal dunia, ibu tiriku, Destinee Vaughn, tanpa basa-basi membawa kembali putri kandung ayahku, Lola Haynes, dari kampung. Dia melemparkan laporan tes DNA ke hadapanku, menuntut agar aku meninggalkan Grup Haynes. Tunanganku, Caden Fletcher, yang sangat mencintaiku, meminta maaf dengan mata berkaca-kaca, "Maaf, aku hanya bisa menikahi putri asli Keluarga Haynes." Aku bukan putri kandung ayahku. Namun, mereka tidak tahu bahwa ibuku adalah putri seorang ketua mafia. Nona muda yang telah lama dicari oleh pemimpin mafia terbesar di Eura adalah aku.
