Unduh Aplikasi panas
Beranda / Romantis / Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan
Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

Suami Tampan Tidak Menghasilkan Keturunan

5.0
168 Bab
2.3K Penayangan
Baca Sekarang

Tentang

Konten

Rumah tangga Ehsan dan Lania mengalami suatu prahara karena perzinahan Lania. Prahara itu menguat ketika ibunda Ehsan mengungkit kemandulan Lania. Saat keadaan rumah tangga mereka membaik, Ehsan malah menerima perhatian dari tiga wanita sekaligus dan Lania berdua dengan pria kaya di dalam villa mewah.

Bab 1 Kondom Bekas

"Hallo. Ini benar dengan Pak Ehsan?"

"Ya, benar. Dari siapa ya?"

"Kami dari Polres. Istri Pak Ehsan, yaitu Ibu Lania, sedang berada di kantor kami."

Aku terkejut. "Istri saya kenapa?"

"Ibu Lania terjaring dalam razia penyakit masyarakat."

"Penyakit masyarakat apa?" kejarku.

"Kami akan menerangkannya saat Pak Ehsan sudah berada di kantor kami."

"Saya bisa berbicara dengan istri saya sekarang?" aku ingin memastikan keberadaan Lania.

"Tidak bisa. Baru bisa saat Pak Ehsan datang ke kantor kami. Kapan Pak Ehsan datang ke kantor kami?"

Pandanganku bertaut pada jam dinding. "Jam enam sore. Soalnya saya baru pulang kerja jam setengah enam sore."

"Baik. Kami tunggu Pak Ehsan jam enam sore."

"Siap, Pak."

Percakapan melalui sambungan telepon usai.

Segera aku hubungi nomor HP Lania. Tiada suara nada sambung. Aku kontak lagi. Suara nada sambung belum terdengar. Ponsel Lania sepertinya dalam keadaan non-aktif.

Kepalaku menengadah. Memikirkan Lania. Apa yang telah dilakukannya? Bagaimana keadaannya sekarang?

Sungguh, diriku mengalami kerisauan.

Namun, aku sadar. Tugas masih menghadang. Jemariku kembali meloncat-loncat di atas keyboard laptop. Melanjutkan penyusunan laporan penjualan.

Satu jam berselang. Penyusunan laporan penjualan rampung. Aku kirim laporan itu ke alamat email manajemen kantor pusat.

Aku bangkit berdiri dengan tas ransel yang tersampir di bahu. Bergegas mengisi absensi pulang.

Lalu, setengah berlari menuju mobil dinasku dan menghidupkan mesinnya. Kendaraan roda empat ini meluncur ke kantor Polres.

*****

Mobil dinasku sampai di tempat tujuan. Aku langsung melenggang ke meja bagian informasi. Bertatap muka dengan pegawai yang bertugas.

"Apakah orang yang terjaring dalam razia penyakit masyarakat yang bernama Lania ada di dalam?" tanyaku kepada pegawai itu.

"Ada di dalam. Bapak bisa duduk di ruang tunggu," ia mempersilakan.

Tubuhku melangkah menuju ruang tunggu. Tak lama, seorang laki-laki tegap datang menghampiri.

"Pak Ehsan, ya?"

"Betul. Nama saya Ehsan."

Dia duduk di hadapanku. "Saya Kasat Reskrim di sini. Tadi siang, tim kami melakukan razia penyakit masyarakat di sejumlah hotel. Kami menemukan istri Anda sedang bersama lelaki yang bukan suaminya di kamar hotel."

Apa? Lania kencan dengan laki-laki lain di kamar hotel?

"Istri saya enggak mungkin bersama lelaki lain," sangggahku tak percaya.

"Ada bukti yang menunjukkan kebersamaan mereka. Kami menemukan kondom bekas yang berisi air mani di lokasi kejadian." Bapak Kasat Reskrim memperlihatkan layar ponselnya ke aku.

Sebuah foto tampak di depan mata. Terlihat jelas seorang perempuan beramput poni dan seorang laki-laki bertelanjang dada duduk di atas kasur. Mereka berdua menutupi wajah. Keduanya dikelilingi orang-orang berseragam loreng. Di foto berikutnya, mataku menjumpai alat kontrasepsi bekas yang berisi lendir putih.

Ah, benar apa kata Bapak Kasat Reskrim. Lania telah berselingkuh. Bahkan berzina.

Apa dosa dan salahku?

Seketika penyesalanku lahir. Andaikan aku melarang Lania beralih profesi, ia mungkin tidak mencurangi kesetiaanku. Dia berubah semenjak menekuni pekerjaan SPG rokok. Pakaiannya terbuka dan menonjolkan lekuk pinggul. Hubungan antara Lania dan teman-teman lawan jenisnya semakin akrab.

"Siapa lelaki yang bersama istri saya?" aku mengulik keterangan.

"Namanya Irvan."

"Di mana dia sekarang?"

"Dia sudah pulang sama keluarganya."

Otakku mencamkan nama Irvan.

"Kami sudah melakukan pembinaan terhadap seluruh orang yang terjaring, termasuk istri Anda. Pembinaan kami dalam bentuk ceramah agama yang disampaikan seorang ustaz. Di akhir ceramah, ada zikir bersama. Agar seluruh orang yang terjaring tobat."

Aku manggut-manggut. Tahu-tahu tubuh Lania yang berkulit bening muncul dari balik tembok. Dia berjalan mendekati kami.

Lanjutkan Membaca
img Lihat Lebih Banyak Komentar di Aplikasi
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY