/0/16487/coverbig.jpg?v=16dca3f1aec75611b0d0bf1f2a49a2d0)
Meski bekerja sebagai model dan memiliki latar belakang keluarga broken home, Pelita selalu menjaga kehormatannya sebagai wanita. Ia tidak pernah membiarkan ada seorang lelaki pun yang melecehkan atau menghinanya. Namun, suatu malam peristiwa tak terduga terjadi dan merenggut kesucian yang selama ini gadis itu miliki. Membuatnya mau tidak mau harus terlibat dan berurusan dengan Adhim, ketua salah satu geng motor di Bandung yang ternyata putra seorang kiai. Laki-laki itu berjanji akan bertanggungjawab atas dosa yang dilakukannya meski tanpa sengaja dan membahagiakan Pelita dengan menikahinya. Namun, akankah Pelita menerimanya begitu saja sedangkan di lain sisi gadis itu tidak pernah berencana menjalin hubungan asmara dengan siapa pun, apalagi terikat dalam pernikahan? Belum lagi melihat latar belakang keduanya yang jauh berbeda. Bisakah mereka melewati segala rintangan yang ada? Yuk follow dulu sebelum membaca 🔥 [ HIJRAH SERIES #1 ] Semi-spiritual romance story by Puput Pelangi Rating: 18+ (contains a 'little' dark romance & violence) Spin-Off Neng Zulfa: Part Gus Adhim (Bisa dibaca terpisah) Please tag @puputpelangii or @puputpelangi12 if you share something from this story on Instagram.
Nur Walis Pelita dan Adhim Zein Ad-Din Hisyam adalah dua dari orang-orang yang hidupnya dipermainkan oleh semesta.
Apa jadinya kalau mereka dipertemukan dalam satu garis edar yang sama?
Mungkin, tidak hanya semesta, tapi seluruh isinya yang juga akan menertawakan keduanya.
"Tolong maafkan saya. Saya tahu apa yang saya lakukan pada kamu tidak termaafkan. Tapi saya mohon, biarkan saya sedikit menebus dosa saya. Kamu bisa menghukum saya dengan cara apa pun yang kamu mau. Saya juga rela masuk penjara asal kamu memaafkan saya. Tolong, izinkan saya mempertanggungjawabkan perbuatan saya." - Adhim Zein Ad-Din Hisyam.
"Rasanya sakit sekali, Kak. Rasanya saya seperti ingin mati. Saya sangat hancur pagi itu. Saya merasa saya sama sekali nggak berharga. Saya ingin mengakhiri hidup saya kalau saja saya nggak ingat Allah sangat membencinya. Saya ingin hilang dari dunia." - Nur Walis Pelita.
****
Cinta kadang tidak bisa kita lihat.
Cinta kadang tidak bisa kita dengar.
Namun, cinta ... selalu bisa kita rasa.
Sekalipun itu dalam bentuk luka.
****
Nur Walis Pelita begitu mencintai keluarganya. Papanya yang sangat penyayang, Mamanya yang lemah lembut, dan kakaknya yang penuh perhatian.
Pelita merasa, tidak ada orang yang lebih bahagia di dunia ini selain dirinya karena memiliki keluarga yang nyaris sempurna seperti keluarganya itu. Namun semuanya berubah dalam satu waktu.
Gadis itu masih duduk di bangku kelas dua SMA saat cintanya berubah menjadi luka, mengubah warna dunianya menjadi maya tak secerah sebelumnya.
Agaknya, peribahasa tiada gading yang tak retak adalah benar. Sesempurna apa pun keluarga yang dimiliki Pelita di matanya, sebahagia dan seharmonis apa pun mereka tadinya, semuanya bisa lenyap secepat kedipan mata saat salah satu badai kehidupan menerpa biduk keluarganya.
Sebuah badai kehidupan bernama kematian.
Suatu malam Mama Pelita tiba-tiba ditemukan dalam keadaan meninggal di mansion keluarganya. Pelita tidak mengerti apa yang terjadi. Tapi sejak itu, semuanya tidak sama lagi.
Papanya yang penuh kasih sayang berubah menjadi seorang yang mudah marah. Seperti saat seorang pelayan atau pegawai melakukan sedikit kesalahan, maka tidak jarang, jika tidak dipecat, orang itu akan menerima kemarahan besar sang papa cukup lama, bahkan ada yang sampai berjam-jam hingga telinga siapa pun yang mendengar menjadi pengang.
Emosi Papanya tidak stabil. Jika Papanya itu mudah marah kepada orang lain, maka kepadanya dan kakaknya, Papa Pelita tidak pernah hangat lagi seperti sebelumnya. Ada jarak beribu-ribu kilo yang seolah membentang dan menjadi pemisah di antara mereka.
Seperti semuanya belum cukup, lima bulan setelah kepergian sang mama, Papanya tiba-tiba pulang dari sebuah perjalan bisnis membawa seorang perempuan yang hari itu dikenalkannya pada Pelita dan sang kakak sebagai istri baru.
Pelita sangat terkejut. Kakaknya yang tidak terima Papanya menikah lagi belum satu tahun setelah Mama mereka meninggal (bahkan belum setengahnya) dan tanpa bertanya atau meminta pendapat mereka terlebih dahulu marah besar dan berakhir dengan terjadinya pertengkaran.
Sejak itu perlahan Pelita mulai kehilangan sosok sang kakak juga perhatiannya.
Kakaknya sangat jarang berada di sisinya. Ia tidak pernah pulang ke rumah. Alasannya, kakak Pelita belum menerima pernikahan itu---mungkin tidak akan pernah. Ia juga benci dengan kehadiran ibu tiri. Sebab sang ibu tiri sendiri, wanita itu hanya berlaku baik saat di depan Papanya tapi tidak di belakangnya. Pelita juga semakin diselimuti kesedihan karena sikap Papanya yang semakin hari seolah semakin menjadi pribadi yang tidak Pelita kenal lagi.
Kematian ibunya menghancurkan hatinya dan pernikahan kedua dari Papanya mengubah dunianya.
Makna cinta bagi Pelita menjadi luka.
Dan dunianya benar-benar tidak lagi sama.
****
Bagi seorang Adhim Zein Ad-Din Hisyam, adiknya, Zulfa adalah segalanya.
Segalanya yang berarti apa pun isi dari dunia, pun, arti dari kata dunia itu sendiri.
Zulfa adalah kesayangannya. Mataharinya. Bunganya. Juga cintanya.
Ya, Adhim mencintai Zulfa. Lebih dari saudara dan kakak-kakak lain yang ada di dunia, cintanya pada sang adik sangat besar. Terlalu besar. Hingga seumpama salah satu di antara mereka dalam bahaya dan hanya satu orang yang bisa selamat tanpa kehilangan nyawa, Adhim akan memilih Zulfa untuk menjadi orang itu, tanpa sedikit pun ragu.
Adhim rela melakukan apa pun untuk keselamatan adik tercintanya, termasuk dengan menukar nyawanya. Hal yang sama juga berlaku demi kebahagiaan adiknya ditambah dengan semua yang juga bersangkutan dan berhubungan dengan Zulfa dan bahagianya.
Bisa dikatakan, hidup Adhim seolah berporos pada sang adik.
Zulfa. Zulfa. Dan Zulfa.
Mungkin Adhim sering bersikap menyebalkan di mata adiknya. Namun Zulfa tidak pernah tahu, jika sayangnya Adhim padanya lebih besar daripada kakak-kakak lain yang ada di dunia hingga Adhim rela melakukan segalanya untuk memastikan kebahagiaannya. Sebut saja dengan menaruh mata-mata di tempat manapun Zulfa berada, mencoba menjodohkan Zulfa dengan sahabat terbaik yang dimilikinya, juga selalu menjaganya dalam diam dan doa tanpa sepengetahuan siapa-siapa.
Semakin beranjak dewasa, Adhim kemudian sadar kalau rasa cintanya terlalu berlebihan pada adiknya, berlebihan dalam sudut pandang untuk ukuran 'seorang kakak'. Adhim sangat mencintai Zulfa hingga seumpama Zulfa bukan adiknya sendiri, Adhim pasti akan menikahinya karena besarnya rasa cinta yang ia miliki.
Sedikit gila? Memang. Cintanya pada Zulfa memang sampai kepada titik di mana Adhim ingin menjaga, memiliki, dan membahagiakannya sendiri. Itulah kenapa, demi menjaga kewarasannya, pada akhirnya Adhim memutuskan untuk pergi mengembara dalam arti yang sebenar-benarnya. Adhim memutuskan untuk pergi, menjauh dari adiknya dan mencoba mengendalikan perasaan 'berlebihan' yang dimilikinya.
Dari Kediri, gus muda itu pergi ke Bandung. Melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi yang sebelumnya bahkan tidak pernah ia minati sama sekali. Laki-laki itu sudah menyelesaikan pendidikan jenjang sekolah menengah atasnya di tahun sebelumnya. Namun karena tidak tertarik mengenyam bangku pendidikan formal lagi, ia memutuskan tidak melanjutkan studi ke perguruan tinggi meski Abah dan Uminya menghendaki.
Adhim memiliki jiwa bebas. Meski dirinya sayang dan menghormati kedua orang tuanya, laki-laki itu tidak sungkan menolak keinginan keduanya jika itu tidak sesuai dengan apa yang Adhim mau.
Lalu Adhim mengubah keputusannya itu di tahun berikutnya karena Zulfa yang membujuknya.
Adhim mencintai adiknya. Dan demi kebaikan semuanya, dirinya memang harus pergi sejauh-jauhnya.
Adhim harus menemukan arti yang lebih benar dari kata cinta. Cinta yang sebenar-benarnya cinta. Cinta sejatinya.
****
___
⚠️ Be wise❗
Rate: 18+
Mengandung kata-kata kasar, isu sensitif, kekerasan, dan adegan dewasa.
Sebaiknya follow dulu sebelum membaca! 🔥
Instagram dan TikTok: puputpelangiiYouTube: Puput Pelangi
Happy reading ....
Hidup Larasati Sinta baik-baik saja sebelumnya, sebelum usianya menginjak tujuh belas tahun, sebelum kejadian-kejadian aneh menimpa dirinya, juga sebelum Erland Altair Januar, senior dengan predikat most wanted boy di sekolah bersikeras menjadikan Laras sebagai pacar. Bukan apa-apa, Laras dan Erland tidak saling mengenal. Pertemuan pertama mereka bahkan layak disebut 'kecelakaan' dengan Laras sebagai korban dan Erland sebagai pelaku. Dan untuk ukuran dua orang yang tidak saling kenal, pacaran tentu hubungan yang terlalu jauh bukan? - Teenfiction/Fantasy - A story by Puput Pelangi
Zulfa Zahra El-Faza, seorang putri kiai yang tidak pernah tertarik dengan cinta, apalagi pernikahan di usianya yang masih relatif muda. Jika ada lamaran yang datang, tanpa pikir panjang akan gadis itu tolak tanpa peduli siapa yang melamar, entah seorang gus yang terkenal tampan dan piawai atau bahkan seorang kiai. Zulfa belum tertarik sama sekali. Namun, semenjak Fatih Thoriqul Firdaus datang dalam hidupnya, segalanya berubah. Gus dari pesantren tempatnya menimba ilmu itu berhasil mengetuk hati Zulfa dan merajainya ketika Zulfa menjadi istrinya. Kepada Fatih, Zulfa memberikan seluruh cintanya, dan itu mungkin kesalahan terbesar yang pernah Zulfa lakukan dalam hidup. Sebab Fatih penuh rahasia, dan rahasia-rahasia itu adalah pemicu luka dan air mata bagi Zulfa. Akankah mereka berakhir bahagia jika dibayangi juga oleh orang ketiga? "Sejatinya kunci sebuah hubungan bukan hanya cinta, tapi kejujuran dan kepercayaan dua hati yang ada di dalamnya."
Warning!!!!! 21++ Aku datang ke rumah mereka dengan niat yang tersembunyi. Dengan identitas yang kupalsukan, aku menjadi seorang pembantu, hanyalah bayang-bayang di antara kemewahan keluarga Hartanta. Mereka tidak pernah tahu siapa aku sebenarnya, dan itulah kekuatanku. Aku tak peduli dengan hinaan, tak peduli dengan tatapan merendahkan. Yang aku inginkan hanya satu: merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi milikku. Devan, suami Talitha, melihatku dengan mata penuh hasrat, tak menyadari bahwa aku adalah ancaman bagi dunianya. Talitha, istri yang begitu anggun, justru menyimpan ketertarikan yang tak pernah kubayangkan. Dan Gavin, adik Devan yang kembali dari luar negeri, menyeretku lebih jauh ke dalam pusaran ini dengan cinta dan gairah yang akhirnya membuatku mengandung anaknya. Tapi semua ini bukan karena cinta, bukan karena nafsu. Ini tentang kekuasaan. Tentang balas dendam. Aku relakan tubuhku untuk mendapatkan kembali apa yang telah diambil dariku. Mereka mengira aku lemah, mengira aku hanya bagian dari permainan mereka, tapi mereka salah. Akulah yang mengendalikan permainan ini. Namun, semakin aku terjebak dalam tipu daya ini, satu pertanyaan terus menghantui: Setelah semua ini-setelah aku mencapai tahta-apakah aku masih memiliki diriku sendiri? Atau semuanya akan hancur bersama rahasia yang kubawa?
Warning!!! Khusus 18+++ Di bawah 18+++ alangkah baiknya jangan dicoba-coba.
Setelah dua tahun menikah, Sophia akhirnya hamil. Dipenuhi harapan dan kegembiraan, dia terkejut ketika Nathan meminta cerai. Selama upaya pembunuhan yang gagal, Sophia mendapati dirinya terbaring di genangan darah, dengan putus asa menelepon Nathan untuk meminta suaminya itu menyelamatkannya dan bayinya. Namun, panggilannya tidak dijawab. Hancur oleh pengkhianatan Nathan, dia pergi ke luar negeri. Waktu berlalu, dan Sophia akan menikah untuk kedua kalinya. Nathan muncul dengan panik dan berlutut. "Beraninya kamu menikah dengan orang lain setelah melahirkan anakku?"
Wanita bertubuh ideal tidak terlalu tinggi, badan padat terisi agak menonjol ke depan istilah kata postur Shopie itu bungkuk udang. Menjadi ciri khas bahwa memiliki gelora asmara menggebu-gebu jika saat memadu kasih dengan pasangannya. Membalikkan badan hendak melangkah ke arah pintu, perlahan berjalan sampai ke bibir pintu. Lalu tiba-tiba ada tangan meraih pundak agak kasar. Tangan itu mendorong tubuh Sophia hingga bagian depan tubuh hangat menempel di dinding samping pintu kamar. "Aahh!" Mulutnya langsung di sumpal...
Menikahi single mom yang memiliki satu anak perempuan, membuat Steiner Limson harus bisa menyayangi dan mencintai bukan hanya wanita yang dia nikahi melainkan anak tirinya juga. Tetapi pernikahan itu rupanya tidak berjalan mulus, membuat Steiner justru jatuh cinta terhadap anak tirinya.
WARNING 21+ !!! - Cerita ini di buat dengan berhalu yang menimbulkan adegan bercinta antara pria dan wanita. - Tidak disarankan untuk anak dibawah umur karna isi cerita forn*graphi - Dukung karya ini dengan sumbangsihnya Terimakasih