Banyak rahasia yang tersimpan di rumah Pak Darma, mertua Dewi. Satu persatu rahasia mulai terkuak. Hingga tentang jati diri Dewi yang sebenarnya.
Banyak rahasia yang tersimpan di rumah Pak Darma, mertua Dewi. Satu persatu rahasia mulai terkuak. Hingga tentang jati diri Dewi yang sebenarnya.
PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA
Bab 1
Aku bergidik melihat patung kuda berwarna coklat keemasan yang tampak berdiri gagah di halaman rumah mertuaku. Aku merasakan mata patung kuda itu seperti sedang melihat ke arahku. Patung kuda itu seperti bentuk ucapan selamat datang, bagi siapa pun yang datang ke rumah ini.
"Ayo Yang, kita sudah ditunggu Bapak dan Ibu." Panggilan mas Roni, membuatku kaget.
Aku yang masih memperhatikan patung kuda itu dari dalam mobil, langsung beranjak keluar. Ini pertama kalinya, aku menginjakkan kaki di rumah mertuaku.
Aku dan mas Roni sudah menikah selama setengah tahun, tapi baru hari ini mas Roni membawaku menemui orangtuanya. Kedua orangtua mas Roni tak menyetujui hubungan kami. Hanya karena aku seorang yatim piatu yang tinggal di panti asuhan.
Aku tak mengetahui siapa orangtuaku. Kata Ibu Yanti, pemilik panti. Dulu aku ditemukan hanyut di sungai, sewaktu masih bayi merah. Sejak aku mengetahui kebenaran tentang diriku. Tak sedikit pun terlintas di benakku untuk mencari, dimana keberadaan orang tuaku. Toh ... mereka sudah membuangku. Tandanya mereka tak menginginkan kehadiranku. Buat apalagi aku mencari mereka.
Turun dari mobil, aku dapat melihat patung itu lebih jelas lagi. Patung itu sangat besar, bahkan ukurannya lebih besar dari kuda sungguhan. Berdiri dengan kedua kaki depan terangkat seolah sedang mengambil ancang-ancang untuk berlari. Warnanya coklat keemasan, tampak gagah dan juga ... seram.
Aku terus melihat dari atas ke bawah setiap detail patung itu. Sempurna. Sungguh pandai, seniman yang membuat patung ini. Begitulah yang ada di pikiranku. Meski takut, tapi aku tetap mengaguminya.
"Ya ampun Sayang. Dari tadi merhatiin kuda aja, Mas lebih perkasa dari kuda itu," bisik mas Roni menggodaku. Pipiku langsung bersemu merah.
"Patungnya kayak baru dibuat ya Mas," kataku. Tak salah aku berpikiran seperti itu. Patung itu memang tampak sempurna, belum ada cacat sama sekali.
"Udah lama kok. Dari Mas kecil udah ada. Mungkin baru di cat sama Bapak. Dulu, letaknya disana." Mas Roni menunjukkan satu sudut dekat pintu gerbang masuk ke rumah. Aku mengarahkan pandanganku mengikuti telunjuk mas Roni.
"Dulu, gerbangnya masih belum seperti ini, masih dari bambu hias." Mas Roni melanjutkan kata-katanya.
Mas Roni menggapit sebelah tanganku, membawaku masuk ke rumahnya. Sementara sebelah tangannya lagi membawa tas, berisi baju-bajuku dan dirinya.
Jantungku berdebar kencang, kala kakiku mulai menginjak teras rumah yang megah. Aku khawatir, orangtua mas Roni belum bisa menerimaku.
Aku masih memandang takjub rumah mertuaku. Selain megah, desain nya begitu elegan. Biasanya aku hanya melihat di sinetron rumah semegah ini.
Mulai dari pintu gerbang yang besar terbuat dari besi-besi yang berjajar rapi, dengan aksen kuda terbang di sisi kanan kirinya. Ada air mancur berikut kolam ikan kecil di halaman rumahnya. Sebuah ayunan di tengah taman bunga yang berjajar rapi.
Rumah ini sangat besar bagiku, yang biasa hidup di panti. Dengan desain yang bagus membuat rumah terkesan mewah dan megah. Selama menikah dengan mas Roni, kami masih mengontrak di rumah petakan. Wajar saja kalau aku merasa takjub melihat rumah ini. Dalam mimpi pun tak pernah terlintas, bisa menginjakan kaki di rumah semegah ini.
Ting tong.
Suara bel pintu yang dipencet mas Roni.
Tak lama seorang wanita paruh baya, membukakan pintu.
"Mas Roni?" Wanita itu seakan merasa tak percaya melihat mas Roni di hadapannya.
"Iya bik, ini saya," kata suamiku itu memeluk perempuan itu. Sepertinya mas Roni menyayanginya dan begitu dekat dengannya.
"Kenalkan bik, ini istri saya. Namanya Dewi. Sayang, ini bik Jum. Bik Jum ini, sudah lama kerja disini. Dari Mas masih bayi. Bik Jum ini yang ngerawat Mas. Kalau Bapak sama Ibuk kerja."
Mas Roni memperkenalkan diriku. Aku tersenyum kepada perempuan itu, dia membalas senyumku, tapi raut wajahnya tampak heran.
"Cantik sekali istri mas Roni." Bik Jum memujiku. Aku tersipu malu.
"Bapak sama Ibuk, ada Bik?" tanya bang Roni. Keadaan rumah memang sangat sepi.
"Ada Mas, lagi di ruang keluarga. Yok bibik antar," tawar bik Jum.
"Gak usah Bik. Saya sendiri kesana," tolak mas Roni.
"Emang, Mas Roni tau tempatnya?" tanya bik Jum.
Jujur, aku merasa aneh mendengarnya. Bukankah ini rumah mas Roni, pasti mas Roni tau dimana letak ruang keluarga. Mas Roni baru setahun saja tak pulang, semenjak menikah denganku.
"Di tempat biasa kan, Bik?" Sepertinya mas Roni menjadi agak ragu.
"Kan, Mas Roni tau kebiasaan Bapak. Ada saja bentuk rumah ini yang di ubah-ubah. Sekarang ruang keluarga ada di atas. Tempat yang biasa, udah jadi ruang makan," jelas bik Jum.
"Oh iya, saya lupa Bik. Ya sudah saya ke atas langsung ya Bik. Bik, tolong bawakan tas ini ke kamar saya. Kamar saya masih di tempat biasa kan?" Mas Roni menyodorkan tas yang berisi bajuku ke tangan bik Jum.
"Kalau kamar Mas Roni masih tetap. Ya sudah, Mas Roni langsung ke atas saja."
Mas Roni menggenggam jemariku, satu persatu anak tangga kami naiki. Sampai di atas kami langsung melihat Bapak dan Ibuk sedang bercengkrama, menonton televisi.
"Sudah sampai kamu Nak," sambut Ibuk begitu melihat kami. Beliau memeluk hangat mas Roni.
"Ini, istrimu?" tanya Ibuk memastikan.
"Iya Buk," jawab mas Roni. Aku mencium tangan Ibuk. Beliau memelukku. Baru kali ini aku merasakan kehangatan pelukan seorang Ibuk.
Bapak mertua masih terlihat asik menonton tivi, seakan tak perduli dengan kehadiran kami. Mas Roni kembali menggenggam tanganku, membawaku berjalan ke arah Bapak.
"Pak," sapa mas Roni. Mengulurkan tangannya ingin bersalaman dan mencium punggung tangan Bapak.
"Akhirnya kamu datang juga," kata Bapak tanpa melihat ke arah kami. Dia juga mengabaikan tangan mas Roni tanpa menyambutnya. Mas Roni menarik tangannya kembali.
Aku makin mengeratkan genggaman tangan kami. Jantungku masih berdegup kencang.
"Pak ... Bapak kan, udah janji akan menerima dan merestui Roni juga istrinya," kata Ibuk yang sepertinya tak menyukai sikap Bapak kepada kami.
"Hehhhhh." Terdengar helaan nafas Bapak.
Aku dan mas Roni, hanya bisa berdiri mematung.
"Bapak menerima kalian, hanya karena permintaan Ibuk! Bapak masih kecewa sama kamu Roni. Kamu anak kami satu-satunya, pewaris tunggal harta kekayaan Bapak. Tapi kamu tak pernah mau mendengarkan Bapak!" Bapak berbicara dengan ketus. Terlihat masih menyimpan kekecewaan.
Menurut mas Roni, Bapak menjodohkan mas Roni dengan anak temannya. Sebelum kami menikah. Tapi mas Roni menolak, dan lebih memilihku. Wajar saja Bapak masih marah. Aku sangat memakluminya.
"Maafkan Roni, Pak," ucap mas Roni.
★★★KARTIKA DEKA★★★
Novel ini berisi kompilasi beberapa cerpen dewasa terdiri dari berbagai pengalaman percintaan penuh gairah dari beberapa karakter yang memiliki latar belakang profesi yan berbeda-beda serta berbagai kejadian yang dialami oleh masing-masing tokoh utama dimana para tokoh utama tersebut memiliki pengalaman bercinta dengan pasangannya yang bisa membikin para pembaca akan terhanyut. Berbagai konflik dan perseteruan juga kan tersaji dengan seru di setiap cerpen yang dimunculkan di beberapa adegan baik yang bersumber dari tokoh protagonis maupun antagonis diharapkan mampu menghibur para pembaca sekalian. Semua cerpen dewasa yang ada pada novel kompilasi cerpen dewasa ini sangat menarik untuk disimak dan diikuti jalan ceritanya sehingga menambah wawasan kehidupan percintaan diantara insan pecinta dan mungkin saja bisa diambil manfaatnya agar para pembaca bisa mengambil hikmah dari setiap kisah yan ada di dalam novel ini. Selamat membaca dan selamat menikmati!
PEMUAS TANPA BATAS (21+) Tak pernah ada kata mundur untuk tigas mulia yang sangat menikmatkan ini.
Setelah menghabiskan malam dengan orang asing, Bella hamil. Dia tidak tahu siapa ayah dari anak itu hingga akhirnya dia melahirkan bayi dalam keadaan meninggal Di bawah intrik ibu dan saudara perempuannya, Bella dikirim ke rumah sakit jiwa. Lima tahun kemudian, adik perempuannya akan menikah dengan Tuan Muda dari keluarga terkenal dikota itu. Rumor yang beredar Pada hari dia lahir, dokter mendiagnosisnya bahwa dia tidak akan hidup lebih dari dua puluh tahun. Ibunya tidak tahan melihat Adiknya menikah dengan orang seperti itu dan memikirkan Bella, yang masih dikurung di rumah sakit jiwa. Dalam semalam, Bella dibawa keluar dari rumah sakit untuk menggantikan Shella dalam pernikahannya. Saat itu, skema melawannya hanya berhasil karena kombinasi faktor yang aneh, menyebabkan dia menderita. Dia akan kembali pada mereka semua! Semua orang mengira bahwa tindakannya berasal dari mentalitas pecundang dan penyakit mental yang dia derita, tetapi sedikit yang mereka tahu bahwa pernikahan ini akan menjadi pijakan yang kuat untuknya seperti Mars yang menabrak Bumi! Memanfaatkan keterampilannya yang brilian dalam bidang seni pengobatan, Bella Setiap orang yang menghinanya memakan kata-kata mereka sendiri. Dalam sekejap mata, identitasnya mengejutkan dunia saat masing-masing dari mereka terungkap. Ternyata dia cukup berharga untuk menyaingi suatu negara! "Jangan Berharap aku akan menceraikanmu" Axelthon merobek surat perjanjian yang diberikan Bella malam itu. "Tenang Suamiku, Aku masih menyimpan Salinan nya" Diterbitkan di platform lain juga dengan judul berbeda.
Danielle tidak menikmati hidup sepenuhnya sebelum dia meninggal. Setelah dia terlahir kembali, dia menyadari betapa bodoh dirinya di kehidupan sebelumnya. Dia merasakan sedikit penyesalan saat melihat suaminya yang sangat tampan. Mengapa dia tidak menyadari pesona pria itu sebelumnya? Apa yang membuatnya menolak pria seperti itu? Dia memercayai orang-orang yang brengsek secara membabi buta, yang mengakibatkan kehancuran seluruh keluarganya. Kini, setelah mendapatkan kesempatan kedua, dia memutuskan untuk menggunakan kecantikan dan kecerdasannya dengan baik. Dia memulai perjalanan untuk membalas dendam dan juga menjalin hubungan dengan orang-orang berpengaruh. Sungguh tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa dia akan menjadi sosok besar dengan berbagai identitas dan koneksi. Segalanya berjalan sangat baik untuknya. Bahkan kelompok pembunuh paling mematikan mengeluarkan pengumuman bahwa siapa pun yang mengusiknya tidak akan bisa hidup untuk melihat hari esok. Empat keluarga terbesar yang dikabarkan berselisih, semua memanjakannya. Bahkan sebuah klan besar yang misterius menyambutnya kembali ke rumah. Dengan senyum, pria paling tampan berjalan ke sisinya dan melingkarkan lengannya di pinggangnya. Pria itu lalu berkata, "Izinkan aku memberikan pengenalan singkat. Teman-teman, kenalkan ini istriku yang cantik." Danielle tidak bisa memercayai apa yang didengarnya. Apa-apaan ini!
Setelah tujuh tahun yang sia-sia bersama Yosua, Daniela menangkapnya memanjakan wanita barunya hanya beberapa minggu sebelum sumpah diucapkan. Rasa muaknya semakin membulatkan tekadnya. Pada pagi pernikahan mereka, dia berjalan tegas menyusuri lorong, melepaskan cincin dari jarinya, dan mengakhiri semuanya. Keluarga Clark yang sombong bergegas mencemooh-sampai tiga saudara Stewart yang tangguh melangkah masuk. Suara si sulung sedingin es. "Kerajaan kalian akan runtuh." Yang kedua bersumpah akan menghancurkan siapa pun yang berani melukai adiknya. Yang bungsu menampilkan senyum licik. "Saksikan dan pelajari arti sesungguhnya dari kekuatan." Keluarga Clark pun menyesali tindakan mereka, sementara Daniela jatuh ke dalam pelukan orang yang tak terduga. "Ayo pulang, sayangku."
© 2018-now Bakisah
TOP
GOOGLE PLAY