img Teratai Abadi  /  Bab 1 Rasian | 0.35%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Teratai Abadi

Teratai Abadi

Penulis: Minang KW
img img img

Bab 1 Rasian

Jumlah Kata:715    |    Dirilis Pada: 26/02/2024

ukup mengganggu meditasi yang telah ia mulai semenjak beberapa purnama yang lalu. Meditasi yang sesunggu

arat Pulau Swarnadwipa yang bermakna Pulau Emas. Atau setidaknya

bih mengenal daratan tersebut dengan nama Andala

ah ia membuka matanya."Mengapa suara-suara tak

erperawakan seperti seorang yang sudah berusia 70 tahun itu cukup pendek,

merah-merahan meski kumis dan jenggot menyatu menjadi cambang yang le

sebenarnya, itu juga alasannya orang-orang l

Wajah yang menengadah itu terlihat tidak terlalu tenang, dengan mata terpejam

,' bisik hati kecilnya, 'gerangan ap

hitam. Sesaat, Inyiak Mudo menghela napas lebih dalam sebelum tatapannya tertuju ke seberang lautan. Bayangan tipis dari

butuhkan sesuatu prosesi untuk memulainya lagi. Jadi, Inyiak Mudo memut

dengan posisi miring ke kanan. Dan kembali suara-suar

da kata-kata yang jelas yang bisa ia ingat. Hanya suara-suara berbisik halus yang lebih ser

i?" gumam Inyiak Mudo set

uk meninggalkan Pulau Sinaka. Dengan menaiki sebuah s

anpa terlihat terburu-buru, namun sampan itu justru meluncur s

as meski hanya dengan sebuah sampan kecil. Ia sudah melihat keramaian dari sebuah bandar d

elak akan menjadi sebuah ibukota

titik di antara kelebatan tanaman di tepi laut, Iny

ekor burung yang terbang dengan sangat ringannya, melesat ke arah utara. Ia sengaja meng

ara harfiah berarti Bukit Sirih. Kawasan itu berada di ujung utara sisi bara

ami goa itu, dan orang itulah yang s

Manih. Hanya saja, sebagaimana dengan Inyiak Mudo, wanita itu pun memiliki kulit wajah selayak

masih membayang jelas di wajahnya itu dalam kondisi bersemad

dalam sebelum akhirnya memutuskan untuk memasuki goa tersebut. Ia sedik

Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY