img ARANJO  /  Bab 7 Apakah Kita Sama | 5.60%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Apakah Kita Sama

Jumlah Kata:1063    |    Dirilis Pada: 30/10/2021

il itu, dirinya akan bermain sendiri di saat

lantai Paviliun dan bermain dengan boneka kain usang kesuka

iit

arah pintu melihat siapa yang datang. Aranjo ters

a kali mereka berkunjung ke Paviliun. Sebelumnya mereka selalu m

n balutan gaun yang indah, kebalikan darinya. Pakaian Aranjo hanya beberapa helai

n..." ujar salah

eka cantik dan mewah. Aranjo sangat senang

ujar Aran

melempar bonekanya ke hadapan Aranjo, kepala boneka itu terlepas. Helene b

kedua saudarinya. Dirinya hanya duduk diam di te

mengikuti Dewi Angin kembali ke Paviliun, hatinya sangat ti

ngis sesenggukan sambil berkata "Ibu.... A

ut boneka itu dari Halley!" ujar H

jelas niat jahat kedua saudarinya itu. Aranjo tidak perna

u! Kamu harus diberi pelajaran agar kelak tidak berani men

dari anak itu, kebenciannya sangat mendalam dan ini

a memohon, dirinya sudah dibuat bung

ada Aranjo, seraya berkata "Renungkan

jo merasa kedua tangannya tidak dapat digerakkan dan kaki

namun tidak ada yang dapat dilakukan Ara terhadap sihir yang mengikat

u jelas Ara pasti akan menemani anak iblis itu jadi Dewi A

an Paviliun, entah sudah b

a tidak dapat menghentikan langkahnya. Tentu Aranjo tidak d

an itu dihuni oleh mahluk-mahluk yang tidak pantas hidup di alam langit

kan tempat pembuangan. Karena alasan itulah, Dewi Angin mengirim Aranjo kesana berha

dua saudarinya yang selalu menerima kekuatan sihir dari kedua orangtuanya. Aranjo hanya mengandalkan diri sendiri untuk menambah kekuatan sihirny

imuti kabut tebal walaupun namanya hutan namun hanya sedikit tanaman yang tumbuh di d

ah-tengah hutan itu. Aranjo terduduk di tanah bebatuan dan mengatur nafasnya. Setelah berhasil

lebat. Hutan ini cukup gelap karena kabut yang tebal menghadang sinar matahari, dan di hutan ini sangat dingin. Satu ha

g, dirinya masih duduk di atas tanah. Aran

dirinya selalu mencoba berpikir bahwa dirinya sama dengan kedua

tetap berusaha tersenyum dan tidak menangis. Aran

Kedua saudarinya jelas menjebaknya dan ibu bahkan tidak memint

an dirinya anak iblis seperti yang dikatakan ibundanya tadi. Jika dirinya anak ibli

arah depan, Aranjo melihat ad

ng kecil yang penuh warna tergelak disana. Dengan kedua tangan mungilnya

miliki kain lebih, jadi Aranjo melepas cadarnya dan menggunakan cadar hitam itu membungkus burung kecil itu berhar

Aranjo sambil mengelus lem

ah orang tuamu juga tid

mu juga dibuang ke hu

diperlakukan seperti ini? Aranjo selalu berusaha menjadi anak yang baik dan tidak me

img

Konten

Bab 1 Yang Diinginkan Adalah Kaisar Bab 2 Menjalani Hukuman Pertama Bab 3 Cinta Terlarang Bab 4 Aranjo Bab 5 Tidak Perlu Berperang Bab 6 Dendam Itu Masih Ada Bab 7 Apakah Kita Sama Bab 8 Apakah Anda Siluman Bab 9 Teman Bab 10 Menarik Perhatian Bab 11 Kembali Ke Hutan Kabut
Bab 12 Aku Merindukanmu
Bab 13 Dewa yang Baik
Bab 14 I - Ibu yang Baik
Bab 15 Kehidupan Pertama - Tunggu dan Nikahi Aku
Bab 16 Kehidupan Pertama - Hasrat Mengalahkan Akal Sehat
Bab 17 Kehidupan Pertama - Bercinta untuk Pertama Kali
Bab 18 Kehidupan Pertama - Kebiasaan yang Buruk
Bab 19 Kehidupan Pertama - Selir ke-88
Bab 20 Kehidupan Pertama - Bercinta Dengan Raja
Bab 21 I - Candu
Bab 22 I - Pavilliun Selatan
Bab 23 I - Kutukan Sang Raja
Bab 24 I - Mimpi Erotis
Bab 25 I - Aku Juga Merindukanmu
Bab 26 I - Perselingkuhan
Bab 27 I - Kepergian Putra Mahkota
Bab 28 I - Raja Berlutut
Bab 29 I - Kabar Duka Keluarga Jenderal
Bab 30 I - Sakit dan Jijik
Bab 31 I - Ini Adalah Takdir
Bab 32 Pembawa Sial
Bab 33 I - Kuil 9 Dewa
Bab 34 I - Kesayangan Kaisar
Bab 35 I - Kita Sama
Bab 36 I - Kendali
Bab 37 I - Cemburu
Bab 38 I - Mencium Kaisar
Bab 39 I - Frustasi
Bab 40 I - Kabar Penting
Bab 41 I - Hukuman Pertama Berhasil Dilalui
Bab 42 Alam Langit - Terikat
Bab 43 Alam Langit - Bermain
Bab 44 Alam Langit - Kita Belum Bermain
Bab 45 Alam Langit - Tidak Seru Bermain Denganmu!
Bab 46 II - Wanita Suci
Bab 47 II - Menyelamatkan Prajurit
Bab 48 II - Putra Mahkota
Bab 49 II - Norma yang Tidak Dapat Dilanggar
Bab 50 II - Pangeran Tertua
Bab 51 II - Ramuan
Bab 52 II - Beri Aku Waktu Satu Bulan
Bab 53 II - Pria Lugu dan Berbudi Baik
Bab 54 II - Tidak Sesuai Dengan Julukan
Bab 55 II - Siapa Dirimu
Bab 56 II - Aku Akan Menunggumu
Bab 57 II - Memiliki Harapan
Bab 58 II - Ramuan yang Berbeda
Bab 59 II - Lembah Api
Bab 60 II - Pengantinku
Bab 61 II - Separuh Hati
Bab 62 II - Wabah
Bab 63 II - Kekasih yang Istimewa
Bab 64 II - Menolong Mereka
Bab 65 II - Maksud Tertentu
Bab 66 II - Tidak Bisa Memilih
Bab 67 II - Menolong Kaisar
Bab 68 II - Jangan Coba-Coba!
Bab 69 II - Ketahuan
Bab 70 II - Benar-Benar Mati
Bab 71 II - Cinta Buta
Bab 72 II - Mimpi Basah
Bab 73 II - Aku Akan Tinggal
Bab 74 Kehidupan Ketiga
Bab 75 III - Tidak Bertanya
Bab 76 III - Membuatnya Membenci
Bab 77 III - Negosiasi
Bab 78 III - Memprovokasi
Bab 79 III - Ada yang Salah
Bab 80 III - Bukan Gadis Biasa
Bab 81 III - Bersedia Mengikuti Semua Perkataanmu
Bab 82 III - Bukan Lelucon
Bab 83 III - Butuh Bantuanmu
Bab 84 III - Bala Bantuan
Bab 85 III - Terpesona
Bab 86 III - Istimewa
Bab 87 III - Hukuman
Bab 88 III - Hanya Satu Kali
Bab 89 III - Aku Menyesal
Bab 90 III - Sempurna
Bab 91 III - Memiliki Alasan untuk Melanggar Janji
Bab 92 III - Tidak Ada yang Berubah
Bab 93 III - Hanya Dapat Menerimanya
Bab 94 III - Sudah Memiliki Pilihan
Bab 95 III - Mendapat Persetujuan
Bab 96 III - Turuti Kata Hatimu
Bab 97 III - Kamu Harus Hidup
Bab 98 III - Wanita Ini Milikku
Bab 99 III - Akan Menagih Imbalan
Bab 100 III - Bertemu Pemilik Pagoda
img
  /  2
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY