img Perangkap Dendam Tuan Miliarder  /  Bab 2 Kau Penting Bagiku | 3.77%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Kau Penting Bagiku

Jumlah Kata:1057    |    Dirilis Pada: 03/12/2025

An

t aku menutup kedua mataku, tapi tiba-

n menyerangnya dari belakang. Ian terjungkal ke lantai, mengeluark

ututku lemas, tubuhku goyah, dan akhirnya terjatuh terduduk. Pandanganku te

rdaya. Dia mendekat, tatapannya terlihat sangat

unia terasa berputar terlalu menakutkan untukku. Aaron, seolah membaca pikiran

nya, membawa serta semua ketakutan dan kecemasan yang kurasakan. Aku bersyukur, sangat bersyukur

dia melepas jaketnya dan memakaikannya padaku. "Kita pergi da

on, jika kau tahu yang sebenarnya, akankah kau masih bersika

sedikit khawatir, membuyarkan l

Dadaku sesak saat mengingat pelecehan yang hampir menimpaku tadi. Tetapi seolah menjawab kegelisahan dan ketakutanku, Aaron menggenggam tanganku, jemarinya

Aaron mengantarku hingga ke depan mobil.

sih, Aaron

sakit," katanya. "

stirahat di rumah sudah cukup untukku. Tapi, lukamu..."

uh wajahnya sekilas, lalu tersenyum. "Kau sendiri

ku. Setelah memastikan aku duduk de

a bersalah menggerogoti hatiku karena membiarkannya begitu s

taku. Aku tahu dia naik bus sekolah, tapi bus sekol

namun terasa sebuah keraguan tergurat di sana. Aku tahu dia tipe yan

sak, "Aku tidak bisa membiarkanmu pulan

h senyuman tipis terukir di bibirn

memarnya mencolok, dan sudut bibirnya berdarah. Aku tak bisa menahan diri. J

ekali?" tany

Jangan terlalu mengkh

tong pembicaraan kami.

ang dulu,

sopir itu sebelum

rumahku dulu. Aku a

anya luka kecil, ak

si dengan keras kepalanya.

n mengobatimu, dan itu bukan permintaan. Aku

erhenti di depan rumahku. Aku m

uk sofa kulit cokelat tua di ruang

tu disimpan di laci bawah, dekat wastafel. Tanganku menarik laci itu terbuka,

di depannya, membuka kotak P3K di atas meja. "Ini akan s

r sedikit, meski aku mencoba untuk tetap tenang. Jarak antara kami

u akhirnya, mencoba memecah ketegangan.

isa melindungimu," katan

bisikku, menekan perban pada luka di alisnya. "

akan sembuh. Beberapa memar ini bukan apa-apa. Selama kau

enar-benar menatapnya, dan untuk sesa

nku, aku tersentak kecil. Sentuhannya lembut, n

suaraku nya

ia menarik tanganku perlahan, membawanya lebih dekat ke

seperti bisikan. "Kau penting bagiku. Aku t

merasakan kehangatan napasnya menerpa wajahku. Seluruh tubuhku terasa panas, dan a

eperti dunia ini hanya ada kami ber

ngan ponselku memecah kehen

a. Aku menatap Aaron sekilas. "Aku harus menjaw

Aku berdiri, melangkah menjauh ke sudut ruangan

," sa

ng. "Ini dari rumah sakit. Kami ingin memberi tahu bahwa kondisi ibu Anda, Mr

rjadi?" tany

kritis. Kami perlu

amku dengan keras. Hatiku terasa berat d

egera ke sa

tamu dan melihat Aaron seperti tamp

img

Konten

Bab 1 Jebakan di Ruang Seni Bab 2 Kau Penting Bagiku Bab 3 Ancaman Keluarga Bennett Bab 4 Pengkhianatan dan Kepalsuan Bab 5 Kehancuran Bab 6 Melarikan Diri
Bab 7 Mimpi Buruk
Bab 8 Bertemu Kembali
Bab 9 Jadi Ini Balas Dendammu
Bab 10 Seratus Lima Puluh Ribu Dolar
Bab 11 Dua Kali Lipat
Bab 12 Milikku untuk Dihancurkan (POV Aaron)
Bab 13 Tawaran Keji Aaron
Bab 14 Tamu yang Tak Diundang
Bab 15 Syarat Sebuah Penyerahan
Bab 16 Kau Datang, Maka Kau Milikku (POV Aaron)
Bab 17 Tawanan Tanpa Pilihan
Bab 18 Kau Akan Membayar (POV Aaron)
Bab 19 Bukan Penjara, Bukan Rumah
Bab 20 Lima Menit
Bab 21 Tubuhmu Milikku (POV Aaron)
Bab 22 Tak Diduga (POV Aaron)
Bab 23 Senyum yang Bukan Untukku
Bab 24 Kontrak dan Luka
Bab 25 Tumpangan Terpaksa
Bab 26 Penyelamatan yang Berbahaya
Bab 27 Pertemuan Dua Iblis
Bab 28 Luka yang Mengikat (POV Aaron)
Bab 29 Bertindaklah Sesuai Peranmu (POV Aaron)
Bab 30 Kata Baik Pertama
Bab 31 Saat Kebenaran Berpihak Kembali
Bab 32 Terlambat untuk Meminta Maaf
Bab 33 Badai Dalam Diam (POV Aaron)
Bab 34 Hati yang Kuingkari
Bab 35 Pria yang Tak Akan Pernah Berhenti
Bab 36 Luka yang Tak Pernah Ia Tunjukkan
Bab 37 Dinding yang Dia Bangun
Bab 38 Kesempatan di Ruang Casting
Bab 39 Masa Lalu Itu Kembali Lagi
Bab 40 Akhirnya Bertemu
Bab 41 Jangan Melampaui Batas (POV Aaron)
Bab 42 Melawan Aturanku Sendiri (POV Aaron)
Bab 43 Harga Sebuah Pilihan
Bab 44 Menjauh dari Cengkeramannya
Bab 45 Selama Kontrak Itu Ada
Bab 46 Terkepung Malam Itu (POV Aaron)
Bab 47 Lengan yang Terluka (POV Aaron)
Bab 48 Aku Tak Menoleransi Kegagalan (POV Ian)
Bab 49 Aturan Tidak Berlaku Untukku (POV Ian)
Bab 50 Apa yang Kubiarkan Terjadi (POV Aaron)
Bab 51 Memulai Kembali
Bab 52 Di Antara Ketakutan dan Obsesi
Bab 53 Tunduk atau Lari
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY