. Dia berjalan menuju dapur. Fatimah me
a?" tanya Fa
a panas! Sini kamu ban
kat Aminah ke sofa. Kaki Aminah
pai begini sih?
Ibu terpeleset saat membawa minyak panas dan te
aja di atas kompor biar d
emua karena kamu! Kamu jahat sekali menyu
kurang hati-hat
sangat marah, Santo terkejut saat meli
napa?" ta
mah," jawab Rani
ngapain?" t
terpeleset saat bawa minta panas dan Ibu ket
sanya kan kamu yang masak. Sekarang tanggu
ng dia menyiapkan makan siang dan membersih
timah. "Aku ini anak mereka apa pemba
n menuju meja makan. Ami
apalagi Aminah seperti ora
mu masak, dia sudah lama nggak masak. Jadinya kayak gini. Lagian kamu k
ga harus masak. Jangan ke sini maunya
dengar bunyi sendok dan piring. "Ini bukan rumahku j
Fatimah santai. "Jadi tidak masalah dong kalau
salah, gara-gara kamu Ibu kena minyak," bentak Aminah. "Jangan
g kok sudah tanduk l
al mereka puas. Sejak kecil, Fatimah selal
isanya anak bungsu yang di manja, ini b
dan mencuci piring. Sedangkan Amin
par!" ter
Rani malah menyuruh Ah
an makan!" pe
ong anaknya dilayani se
lihat!" bentak Rani. "Kamu kan bi
engalah, dia mengambi
kan malah suruh minta o
gak tahu Mamamu," kata Fatimah m
n televisi, Ahmad tampak t
etrika. Ahmad tampak menaruh piringnya di wastafel. Se
Aminah. Dia habis menelfon suaminya belum
aka setelah mandi. Dia memba
ak Panas," j
a Jaka heran. Mertuanya tidak
Malah Ibu kena minyak, aku deh yang disa
memasak makan malam. Sementara
, dia tampak m
na? Kok belum pula
g aku di sini. Tadi siang ke sini
ng saja, cari Ahma
g bersama Hasan. Selesai mandi
belum ditemukan. Hasa
ngurusin Ibu saja, kalau Ahmad kenapa-napa aku
. Jangan salahkan akh dong! Lagi
anya diam saja. Percuma membant
temu. Akhirnya mereka pulang.
ulang," rengek Rani
cucu Ibu satu-satunya ken
dak ketemu." Rani terus m
un tidak aktif. Hasan juga sudah mene
g pertama aku salahkan adalah kamu,"
!" bantah Rani. "Kamu juga s
bisa aku mantau Ahmad. Kamu yang di rum
a sebuah sepeda motor. Mereka tidak menyadarin
masak, nyuci di laundry masih ngurus anak juga
ngkar?" tanya Bapak Has
Hasan menyalami sang Bapak di susul Ra
jawab Pak Sug
p, Pak?" t
gil Ahmad yang sedari
? Kamu bikin mama dimarahin P
ekat pada Hasan, sep
ikut saya,"
asan. Lain kali kalau mau ajak Ahmad pergi itu Izin sama saya, Pak. Biar say
ak kamu angkat. Jadi ya saya
da ah!" ba
dulu hpnya,"
ejut saat melihat ada panggilan tid
da nggak?"
Saya nggak lihat,"
ugito geleng-

GOOGLE PLAY