img JENUH  /  Bab 5 Aroma pengkhianatan | 100.00%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 5 Aroma pengkhianatan

Jumlah Kata:1593    |    Dirilis Pada: 12/10/2021

arinya itu. Pria itu memiliki wajah yang tampan, sikapnya yang ramah juga membuat ibunda Ashila itu merasa tergoda. Apalagi

kalah ganteng," batin Lisa semba

apa yang Rio punya tet

anjakan sang istri. Namun, itu juga yang membuat Lisa tergoda pada Rio. Ya, ibunda As

rasa ada tantangan dalam hidupnya. Lalu, datang Rio yang

-tiba berpikir untuk meladeni pria itu dan membukti

ita lain," ucap Lisa pada pria yang

m bersama setelah pekerjaan mereka selesai. Itu bukan acara makan malam bersama pada umumnya, itu adalah makan malam spesi

ita lain kalo udah ada Mbak,"

an kira aku nggak tahu

ma tahu kekurangan dan kelebihan ma

eningnya. "Kekuran

gangguk

ngan dan kele

kamu udah jad

uk. "Terus? K

al Mbak tetep ada waktu buat aku. Dan setelah aku pikir-pikir, kita s

juga,

ters

n aku apa?" tany

erlalu cantik, Mbak." R

H

ge-job sama kamu, takut rindu. Kata Dilan, rindu itu

ahkan tidak pernah merayu sang istri karena memang tak jago dalam hal itu. Ayah Ashila itu s

kan rindu, tapi angsuran bank!" sahut L

tatapan, menyelami keindahan wajah masing-

t kamu sama cewek lain," uca

yang sempurna, apalag

terse

ngin aku kalo aku d

guk. "Apapu

ma kelebihan kamu a

? Atau pura-pura nggak

tahu. Aku cuma tahu k

at. Lalu menatap

untuk diabaikan. Dan kekuranganku, ak

tertawa ber

ndah bagi Lisa. Sudah lama ia tak merasakan d

hanya untuk main-main, aku nggak

ggu b

ka wanita itu tengah berada di rumah. Namun, setiap keduanya bekerja di tem

a dengan Arif Digital dan saat

aku, ya, Mbak." Rio ber

bersantai sambil men

ng memang tak pernah mel

el!" sahut Ri

erutkan k

ap Lisa dengan tatapan sendu. Namun, yang sebenarnya Rio rasakan adalah

sesaat. "Aku takut. Di

hubungan layaknya anak ABG yang sedang berp

i segala yang wanita itu punya. Tak hanya tubuh, pria it

. Wanita itu tak berniat melakukan hubungan yang berlebihan, apalagi sampai berhubungan badan. Bag

sama Bapak kerja di luar kota, pulang itu sebul

ia memainkan b

ilihat tetang

ngga aku ngga

kamu udah biasa bawa pul

k pacarnya pulang dan bahkan menginap di rumahnya. Nam

n ke rumah, itu udah biasa. Cuma kalo yang spe

ri selingkuhannya itu, apalagi beberapa biduan yan

ja, deh." Lisa berbicara lantang. Ya, di tempat mereka bekerja, me

hanya triknya agar terli

k enak hati karena melihat

?" tany

a malah pergi, menj

berdiri di pinggir jalan, cuk

, sih?" tany

juga jangan bahas tentang masa lalu aku, dong. Aku emang dulu brengsek, aku tahu itu. Cuma itu kan udah masa lalu, Mbak, sekarang aku cuma sama Mbak. Aku bahkan

a itu. Pada kenyataannya, ia menjaga jarak dari beberapa wanita hanya untu

tu tak pernah membahas mengenai Toni. Bahkan ketika sang suam

maaf." Lisa memasa

nggak mau ke rumah aku," ucap R

, lalu bertukar

gak mau maafin Mbak," ucap Rio yang

lama, ya. Kamu kan tahu suami aku tahu jadwal aku. Selama ini juga

sah lama-lama, cukup selama ka

guk. Rio ter

m habis dari sini, k

tor, ia memang selalu menggunakan kendaraan roda dua itu karena hanya itu yang ia punya. Dengan bekerja di Arif D

mbawa koper, menu

io. Ia sering melihat keduanya pergi berdua setelah pekerjaan mereka selesai, tentu saja sejak semi

agaimana sikap Toni pada Lisa, merasa kasihan

, i

jawaban

unggu pacarnya, ya?"

io saling

dengan gelagat aneh yang me

ya aku denger-denger Mas Rio pacaran sama Mbak

liki suara yang bagus. Pada kenyataannya, Rio memang dekat

uma tem

io," ucap Tutik yang tentu saja mengada-ada, kenyataannya Emi belum per

kesal. Wanita itu menekuk wajahnya, merasa cem

ambu

Sebelumnya
Selanjutnya
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY