img Istri Pertama Dengan Jendela Kaca  /  Bab 2 Di Balik Jendela Cermin Rumah Sakit | 3.39%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 2 Di Balik Jendela Cermin Rumah Sakit

Jumlah Kata:1453    |    Dirilis Pada: 16/11/2025

terasa lebih seperti butik kesehatan. Arsitektur bangunannya yang serba kaca dan marmer mencerminkan kesu

ujar Ika manja sambil m

nya terfokus penuh pada Ika. Pria itu membuka pintu Ik

rasa berat, bukan hanya karena beban emosi, tetapi juga k

ehat ya, Sa," bisik Ibu D

ar berharap bayi itu sehat. Kebahagiaan bayi itu adalah satu-satunya j

mesra tentang nama yang sudah mereka siapkan-nama yang terasa asing dan jauh di telinga Elsa. Ibu Delon men

uran di kisah i

ada pintu bertuliskan "Onkologi: Konsultasi Rawat Jalan." Jan

kembali terngiang di benaknya. Rasa takut itu menyeruak, beradu dengan rasa sakit di

permisi ke toilet se

Setelah ini giliran Ika,"

etapi tidak masuk. Ia justru berbelok menuju lorong ya

b sage green dengan wajah teduh, kontras dengan wanita yang ia rasakan di

mata kepedihan, yang sejak tadi ia

rena cemburu. Air mata

tahu ia tidak bisa melaw

simal (kemoterapi) karena takut rahasianya terbo

Delon, melainkan membuka sebuah folder tersembunyi.

memerlukan pen

Aku harus bertahan. Bukan untuk Mas Delon, tapi untuk Risa dan Dani. D

pesan dari Ika: Kak Elsa, sudah dipangg

m, memaksakan oksigen masuk ke paru-parunya. Ia menatap cermin itu sekali

mu, Elsa. Tuan ru

on serta Ika baru saj

mbicarakan tentang furniture bayi. Tiba-tiba, sua

Delon dan Ika keluar dengan wajah berseri-seri, wajah ya

n dengan suara bangga. "Dan... Delon j

mencium keningnya. Ika tertawa b

nuh kebahagiaan yang dipenuhi cinta. Semua yang ia inginkan,

Ibu Delon, "Selamat, Bu. Selam

memaksakan senyum tulus yang tersisa di hatinya

itu, tetapi ia segera

dikit bergetar." Ika menarik diri, menatap mata Elsa.

Ika. Tatapan tulus Ika adalah kelemahan terbesarn

lu terharu. Apalagi tahu jenis kelaminnya laki-laki. Sud

is, tapi segera ber

g Mas harus benar-benar menjaga Ika

nada lega. "Terima kasih, Elsa.

argaan terakhir sebelum ia mati penghargaan karena telah berhasil menjadi istri yang pen

rjalan bergandengan di depan. Mereka adalah masa depan. Elsa adal

n pil pereda nyeri dan menelannya tanpa ragu. Penyakitnya haru

il untuk Ika. Ibu Delon sudah masuk ke m

n. Jaga Ika baik-baik," ujar Ibu D

g masih berdiri di samping mobil, memandang

" pangg

Ia menoleh dan me

pulang, kan?" tanya Delo

asa bersalah. "Kak Elsa, aku minta maaf. Tadi Ibu [Delon

idak, Sayang. Ucapan Ibu itu tulus. Ak

ke rumah kakak. Kenapa Kakak tidak menginap lagi saja di rumah kami ma

dan kembali ke dunianya yang sunyi. Ia harus segera pergi sebelum efek

arah mobil, lal

Tapi, Mas Delon, aku rasa aku tida

n kamu bilang kamu akan tinggal di rumahmu sendiri yang

disematkannya khusus untuk

Mas tahu sendiri, aku tidak punya pembantu. Jika ditinggal semalam, debunya su

ini, besok sudah pasti aku tidak sempat. Apalagi, rumahku kan jauh l

Ia harus menunjukkan pada Delon bahwa ia mandiri dan sibuk mengurus diri sendiri, sehingga Delon tidak perlu khawatir dan akan terus men

Mas Delon carikan Kakak pembantu saja. Agar Kakak

dak nyaman karena Ika menyinggung masalah

a. Nanti aku transfer

e saja, jangan na

nya. "Aku sudah panggil taksi. Taksi online-ku sudah datang, ak

hiasi senyum palsu terakhirnya. Ia berbalik cepat,

n air mata kepedihan itu mulai merembes keluar. Ia melihat pantula

nya pulang ke rumahku yang sunyi, tempat Jendela Kaca yang s

mbawanya menjauh dari Delon, dari Ika, dari kebahagiaan, dan men

img

Konten

Bab 1 Senyum yang berharga mahal Bab 2 Di Balik Jendela Cermin Rumah Sakit Bab 3 Taman Rahasia di balik kaca Bab 4 Wawancara rahasia Bab 5 Kunjungan di kebun Bab 6 Kehangatan di Balik Layar
Bab 7 Wawancara dengan sang CEO
Bab 8 Dua Kehidupan di Tengah Kebun Alasan di Balik Jaket Tebal
Bab 9 Misi rahasia jantung kota
Bab 10 Harga Sebuah Kerahasiaan
Bab 11 Dua misi sebelum tengah hari
Bab 12 Jamuan di balik Kepalsuan
Bab 13 Pekerjaan adalah pelarian
Bab 14 Riset IPO dan ancaman perjalanan
Bab 15 Keberangkatan Rahasia dan Harga Diri di Udara
Bab 16 Kejutan Di Mata Arya
Bab 17 2 jam setelah ketegangan
Bab 18 Keseimbangan di ketinggian
Bab 19 Konfrontasi di ambang pintu
Bab 20 Tamparan kesopanan
Bab 21 Sendirian di ruang tunggu kehidupan
Bab 22 Eksekusi kebohongan 3 hari
Bab 23 Protokol Kanker dan Kesepian
Bab 24 Tetes racun
Bab 25 Hari Terakhir Racun dan Konfrontasi Kepulangan ​
Bab 26 Bekas Luka Rahasia dan Penyesalan yang Membeku
Bab 27 Harga Diri dan Tuntutan Prioritas
Bab 28 Batasan Dingin dan Harga Pengorbanan
Bab 29 Panggilan Tengah Malam dari Hati yang Terluka
Bab 30 Pagi Dingin, Tanggung Jawab Sendiri
Bab 31 Proyek Mandiri dan Penolakan Bermartabat
Bab 32 Pesta Pernikahan, Martabat, dan Tatapan Cemburu
Bab 33 Pesta Pernikahan, Martabat, dan Janji Masa Depan ​
Bab 34 Batas Kekuatan dan Penolakan Terakhir ​
Bab 35 Harga Diri, Proyek Arya, dan Permintaan Maaf di Tengah Malam ​
Bab 36 Mandiri
Bab 37 Kepulangan yang Tak Sama Lagi
Bab 38 Jarak yang Menjadi Nyata
Bab 39 Puncak Rapuh di Bawah Langit Kampung ​
Bab 40 Rahasia yang Tersingkap dan Pintu yang Tertutup
Bab 41 Penyesalan yang Terlambat dan Kebohongan demi Cinta
Bab 42 Pintu yang Terkunci dan Rumah di Masa Depan
Bab 43 Murka di Tanah Kamboja
Bab 44 Layar yang Berpijar dan Larangan untuk Pulang
Bab 45 Rapuh dalam Keheningan Malam
Bab 46 Kepulangan yang Asing di Rumah Sendiri
Bab 47 Privasi yang Terampas dan Luka yang Kian Dalam
Bab 48 Memutus Rantai Ketergantungan
Bab 49 Benteng Pertahanan dan Pertemuan Tersembunyi
Bab 50 Api Cemburu dan Sisa Tenaga yang Terkuras ​
Bab 51 Kebaya Putih di Tengah Pesta yang Megah ​ ​Pagi itu, kediaman
Bab 52 Pilihan untuk Waras
Bab 53 Pertemuan di Gerbang Perpisahan
Bab 54 Membeli Kembali Kebebasan dengan Air Mata
Bab 55 Pamitnya Sang Bidadari yang Terluka
Bab 56 Sisa Tenaga di Depan Gerbang Baru
Bab 57 Puing-Puing yang Tersisa
Bab 58 Rahasia yang Tak Terbendung Lagi
Bab 59 Rumah sakit
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY