img PEMUAS IBU TEMANKU  /  Bab 4 Pemuas - 4 | 4.21%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 4 Pemuas - 4

Jumlah Kata:1285    |    Dirilis Pada: 02/10/2025

kembali membawaku pada panasnya malam. Mata kami kembali terkunci. Da

sabuk celanaku dan menurunkan retsletingnya dengan hati-hati,

kai daleman ternyat

kataku langsung terhenti saat mulutnya kembali

t di wajahku. Tangannya kini benar-benar memegang batangku, jemar

kejantanmumu sebesar dan sepanj

dak. Lututku gemetar, keringat bercucuran. In

a sudah kaya punya orang barat..." Tante M

seberapa kuat kamu bis

pa irama. Rasanya seperti terseret arus der

mu, Raka..." bisiknya lagi, suar

gkok tepat di depan selangkanganku. Aku refleks mundur seten

ku tercekat saat Tante Meta mencium kepala batangku

nunduk, menatap pemandangan y

ngah baya berjilbab, saat ini berjongkok tepat di depan selangkanganku yang

l di bibirnya. "Tenang, Raka. Justru itu yang tante mau. Rasa pertama

memasukan kepala dan seluruh batangku ke dalam mulutnya, walau hanya bisa setengahnya. Aku hanya bisa pasrah,

aaa..." suara itu nyaris

Sensasi asing yang menyambar sekujur tubuh membuatku hampir tak sanggup ber

anganku, matanya sesekali menatapku di atasnya, pipinya mengembung, ekspresinya penuh ke

i sela-sela gerakan kecil yang mem

. Malam ini kamu akan belaja

gazebo gelap ini, dunia terasa terhenti, menyisakan aku yang gemetar di ambang batas,

terbungkus jilbab, dan membantunya maju mundur, agar

ubuhku serasa tersambar p

narik selangkangan ke belakang hingga b

" Tante Meta b

i arah rumpun bambu sebelah kanan. Yang seorang sepertinya laki-laki sedang membereskan cela

matis loyo dan mengecil. Gairah

langsung merapikan celana celanaku dan mundur dua langkah.

Aku takut...." Suaraku serak, tulangku serasa

tajam tapi juga lembut. Ia merapikan gaun dan jilbabn

a belum siap. Tante yang salah, terlalu cepat, terlalu

tap wajahnya. Sementara dua sosok itu telah kembali m

n ya," ucapku tanpa menunggu jawabn

k, tawa, percikan air kolam renang. Semua te

dan cepat pulang, tak peduli Veron yang melambai-lambai

i kamar. Menutup mata, menarik napas panjang, m

.. jangan takut. Malam ini cuma awal. Tante nggak

tap layar ponsel dengan mata ter

engalaman yang hampir mirip, tapi t

pernah kemping di pinggir pant

-malam. Awalnya aku nggak curiga sama sekali, tapi ternyata maksudnya berbe

os, langsung panik dan kabur tunggan

tungnya beberapa bulan kemudian, pindah sekolah ke

bagian super gila yang mendebark

dua bersaudara. Aku lahir dan dibesarkan di sebuah kabupaten ternama di J

elas tiga SMP, orang tuaku memutuskan pindah domisili ke Bogor. Namun, k

emborong bangunan. Adik perempuanku tinggal bersama nenek di Bandung, sedangkan

atau mungkin sudah memiliki kehidupan lain. Meski begitu, mereka tetap bertanggung jawab terhadap kami anak-anaknya

sudah membelikan aku mkotor buat sekolah dan merenovasi rumah

ng sedikit berbeda dibanding teman-teman sebaya. Kulit kami lebih cerah, hidung lebih mancung. Postur tubuhku leb

batang tubuhku di balik celana. Tak jarang, tonjolannya menarik perhatia

oleh dengan tatapan yang sulit diartikan. Kadang, aku merasa sedikit risih dengan perhatian

aman berteman dan fokus belajar daripada ikut-ikutan urusan percintaan re

*

img

Konten

Bab 1 Pemuas - 1 Bab 2 Pemuas - 2 Bab 3 Pemuas - 3 Bab 4 Pemuas - 4 Bab 5 Pemuas - 5 Bab 6 Pemuas - 6 Bab 7 Pemuas - 7 Bab 8 Pemuas - 8
Bab 9 Pemuas - 9
Bab 10 Pemuas - 10
Bab 11 Pemuas - 11
Bab 12 Pemuas - 12
Bab 13 Pemuas - 13
Bab 14 Pemuas - 14
Bab 15 Pemuas - 15
Bab 16 Pemuas - 16
Bab 17 Pemuas - 17
Bab 18 Pemuas - 18
Bab 19 Pemuas - 19
Bab 20 Pemuas - 20
Bab 21 Pemuas - 21
Bab 22 Pemuas - 22
Bab 23 Pemuas - 23
Bab 24 Pemuas - 24
Bab 25 Pemuas - 25
Bab 26 Pemuas - 26
Bab 27 Pemuas - 27
Bab 28 Pemuas - 28
Bab 29 Pemuas - 29
Bab 30 Pemuas - 30
Bab 31 Pemuas - 31
Bab 32 Pemuas - 32
Bab 33 Pemuas - 33
Bab 34 Pemuas - 34
Bab 35 Pemuas - 35
Bab 36 Pemuas - 36
Bab 37 Pemuas - 37
Bab 38 Pemuas - 38
Bab 39 Pemuas - 39
Bab 40 Pemuas - 40
Bab 41 Pemuas - 41
Bab 42 Pemuas - 42
Bab 43 Pemuas - 43
Bab 44 Pemuas - 44
Bab 45 Pemuas - 45
Bab 46 Pemuas - 46
Bab 47 Pemuas - 47
Bab 48 Pemuas - 48
Bab 49 Pemuas - 49
Bab 50 Pemuas - 50
Bab 51 Pemuas - 51
Bab 52 Pemuas - 52
Bab 53 Pemuas - 53
Bab 54 Pemuas - 54
Bab 55 Pemuas - 55
Bab 56 Pemuas - 57
Bab 57 Pemuas 57
Bab 58 Pemuas - 58
Bab 59 Pemuas - 59
Bab 60 Pemuas - 60
Bab 61 Pemuas - 61
Bab 62 Pemuas - 62
Bab 63 Pemuas - 63
Bab 64 Pemuas - 64
Bab 65 Pemuas - 65
Bab 66 Pemuas - 66
Bab 67 Pemuas - 67
Bab 68 Pemuas - 68
Bab 69 Pemuas - 69
Bab 70 Pemuas - 70
Bab 71 Pemuas 71
Bab 72 Pemuas - 72
Bab 73 Pemuas - 73
Bab 74 Pemuas - 74
Bab 75 Pemuas - 75
Bab 76 Pemuas - 76
Bab 77 Pemuas - 77
Bab 78 Pemuas - 78
Bab 79 Pemuas - 79
Bab 80 INFO PENTING
Bab 81 Birahi Kepsek - 1
Bab 82 Birahi Kepsek - 2
Bab 83 Birahi Kepsek - 3
Bab 84 Birahi Kepsek - 4
Bab 85 Birahi Kepsek - 5
Bab 86 Birahi Kepsek - 6
Bab 87 Birahi Kepsek - 7
Bab 88 Birahi Kepdek - 8
Bab 89 Birahi Kepsek - 9
Bab 90 Birahi Kepsek - 10
Bab 91 Birahi Kepsek - 11
Bab 92 Birahi Kepsek - 12
Bab 93 Birahi Kepsek - 13
Bab 94 Birahi Kepsek - 14
Bab 95 Birahi Kepsek - 15
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY