img PEMUAS IBU TEMANKU  /  Bab 7 Pemuas - 7 | 7.37%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 7 Pemuas - 7

Jumlah Kata:1317    |    Dirilis Pada: 02/10/2025

n langkah pelan. Sunyi rumah membuatku sedikit lega, seakan se

ma kita? Aaaah ssst Maaaas..." suara Mama V

curiga, anaknya cuek gak ribet,"

ku aaaah ssst ibu tirinyaaaa oooh pel

apa-apa, nanti kalau ke sini lagi, ya gampa

lah kebohongan sudah menj

at, jantung seakan jatuh ke perut.

a sandiwara? Mereka bah

. Selalu main perempuan, bahkan tega menyeretku dalam kebohongan ini

a wanita sialan itu ke rumahku?

i aku masuk kamar, menu

e

ah terdengar jelas. Desahan, rintihan, bahkan kata-kata vulgar meluncur dari mulut Mama Vena. Tubu

Napasku tercekat saat mendekat ke lubang besar itu. Begitu mataku menembusnya, aku hampir terjen

in teruuus memeknya, aaaah aku suda

kin sering meluncir dari mulut wanita ya

han desah. Kedua kakinya mengangkan hebat, sementara ayah yang juga sudah telanjang bula

seakan

ara sesuatu di balik celana kolorku semakin menegang. Perasaan jijik, marah, penasaran dan ter

ena, tubuhnya kejang-kejang, kedua tangannya mencengkeram rambut

g tak karuan. Antara ingin berteriak menghentikan semuanya, atau

npa sehelai benang pun, tubuhnya tegap berkilau oleh keringat. Seolah tak peduli pada

mu, Ven?" tanya ayahku yang son

ernyata istr

latanmu,

memburu, rambutnya acak-acakan menutupi wajah yang memerah. Tubuh telanjang nya

lalak tak percaya. Ternyata batang ayahku, ukurannya bias

panjang dari milikku. Aku menduga batang penisku besar dan panjang

ngnya batangku yang

enusuk mataku begitu dalam, membuat kepalaku berdenyut dan dadaku sesa

semua pemandangan menjijikkan sekaligus mendebarkan ini. Tapi tubuhku tak menuruti. Dia tetap terpaku

alam hati. Aku muak, tapi juga tak sanggu

u dengan pelan-pelan. Setiap desah dan kata-kata vulgar Mama Vena yang masih terng

rongan itu. Tanganku langsung memegangi penis besarku dan mengocoknya dengan ritme

da tubuh bugil Mama Vena yang masih terlentang mengangkang. Sementara ayah sedang duduk di kursi

ng berkilau, itu sesekali menggelita. Sepertinya dia sudah kemabli terangsang,

lebih cantik, lebih seksi dan lebih mulus dibanding Mama Vena, bagaimana penampa

embali berdiri maksimal, dan aku semakin yakin jika punya dia tak ada apa-apanya jika dianding

h Mama Vena dan membinging bata

cowok gagah dan tampan kay

rganti. Ini adegan live seks yang paling panas dan liar yang pe

s, nikmaaaat bangeeet

Ayah sambil menindih tubuh Mama Vena dan menggenjotnya dengan

semakin kelabakan terbakar birahi dan mempercepat kocokanku pada penisku. Aku tak teralalu menahan nnap

ggup lagi menahan gelombang dahsyat yang mendesak keluar dari tubuhku. Semburan dem

bali telentang di atas kasu

*

m tadi masih berputar jelas di kepalaku, membuatku enggan bangun dari

i apa-apa. Mama Vena berdiri menyiapkan sarapan, senyumnya tipis, tapi

a, tumben," ujar Ayah r

uk, menelan ludah

a tampak polos. Tak ada tanda-tanda dari apa yang kulihat semalam. Justru it

dalam-dalam. Namun, tanpa bisa kucegah, aroma tubuh Mama Vena y

an gemetar. Aku tidak tahu... samp

kamar mandi lalu bersiap berangkat sekolah. Rutin

ah, lalu menunduk mencium tangannya. Ia

at... tapi begitu asing. Dadaku menolak, hatiku berontak. Rasanya salah besar

*

nya, maka akan ditemukan pengalaman unik yang sang

img

Konten

Bab 1 Pemuas - 1 Bab 2 Pemuas - 2 Bab 3 Pemuas - 3 Bab 4 Pemuas - 4 Bab 5 Pemuas - 5 Bab 6 Pemuas - 6 Bab 7 Pemuas - 7 Bab 8 Pemuas - 8
Bab 9 Pemuas - 9
Bab 10 Pemuas - 10
Bab 11 Pemuas - 11
Bab 12 Pemuas - 12
Bab 13 Pemuas - 13
Bab 14 Pemuas - 14
Bab 15 Pemuas - 15
Bab 16 Pemuas - 16
Bab 17 Pemuas - 17
Bab 18 Pemuas - 18
Bab 19 Pemuas - 19
Bab 20 Pemuas - 20
Bab 21 Pemuas - 21
Bab 22 Pemuas - 22
Bab 23 Pemuas - 23
Bab 24 Pemuas - 24
Bab 25 Pemuas - 25
Bab 26 Pemuas - 26
Bab 27 Pemuas - 27
Bab 28 Pemuas - 28
Bab 29 Pemuas - 29
Bab 30 Pemuas - 30
Bab 31 Pemuas - 31
Bab 32 Pemuas - 32
Bab 33 Pemuas - 33
Bab 34 Pemuas - 34
Bab 35 Pemuas - 35
Bab 36 Pemuas - 36
Bab 37 Pemuas - 37
Bab 38 Pemuas - 38
Bab 39 Pemuas - 39
Bab 40 Pemuas - 40
Bab 41 Pemuas - 41
Bab 42 Pemuas - 42
Bab 43 Pemuas - 43
Bab 44 Pemuas - 44
Bab 45 Pemuas - 45
Bab 46 Pemuas - 46
Bab 47 Pemuas - 47
Bab 48 Pemuas - 48
Bab 49 Pemuas - 49
Bab 50 Pemuas - 50
Bab 51 Pemuas - 51
Bab 52 Pemuas - 52
Bab 53 Pemuas - 53
Bab 54 Pemuas - 54
Bab 55 Pemuas - 55
Bab 56 Pemuas - 57
Bab 57 Pemuas 57
Bab 58 Pemuas - 58
Bab 59 Pemuas - 59
Bab 60 Pemuas - 60
Bab 61 Pemuas - 61
Bab 62 Pemuas - 62
Bab 63 Pemuas - 63
Bab 64 Pemuas - 64
Bab 65 Pemuas - 65
Bab 66 Pemuas - 66
Bab 67 Pemuas - 67
Bab 68 Pemuas - 68
Bab 69 Pemuas - 69
Bab 70 Pemuas - 70
Bab 71 Pemuas 71
Bab 72 Pemuas - 72
Bab 73 Pemuas - 73
Bab 74 Pemuas - 74
Bab 75 Pemuas - 75
Bab 76 Pemuas - 76
Bab 77 Pemuas - 77
Bab 78 Pemuas - 78
Bab 79 Pemuas - 79
Bab 80 INFO PENTING
Bab 81 Birahi Kepsek - 1
Bab 82 Birahi Kepsek - 2
Bab 83 Birahi Kepsek - 3
Bab 84 Birahi Kepsek - 4
Bab 85 Birahi Kepsek - 5
Bab 86 Birahi Kepsek - 6
Bab 87 Birahi Kepsek - 7
Bab 88 Birahi Kepdek - 8
Bab 89 Birahi Kepsek - 9
Bab 90 Birahi Kepsek - 10
Bab 91 Birahi Kepsek - 11
Bab 92 Birahi Kepsek - 12
Bab 93 Birahi Kepsek - 13
Bab 94 Birahi Kepsek - 14
Bab 95 Birahi Kepsek - 15
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY