img Dinikahi Mas Pandu  /  Bab 9 Pandu, ya | 10.98%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca

Bab 9 Pandu, ya

Jumlah Kata:1670    |    Dirilis Pada: 14/02/2022

siang, setelah sholat dzuhur, ia segera berganti pakaian. Pandu juga su

amu. Aku tinggal pulang." Ancam Pandu s

u, Mas. Kita nonton film horor aja." Celetuk Zi

inga lalu mengecup pipi Zita. Istrinya it

h, Mas. Muji tapi ujung-

ndu. Ia meraih kunci mobil, berjalan ke garasi, ia sudah menyalakan

du berjanji akan mengajarkan ia menyetir mobil. "Zit, coba buka dashboar, lihatin, dalemnya ada laba-laba, ngga

at istrinya itu marah-marah. Setelah merapikan rambutnya dengan jemari tangan, ia membuka laci das

" Zita ta

ng incaran Zita, tapi ia urung membeli karena terlalu sayang

Pandu," ucap Zita tap

buat istri, yang mahal juga jadi

masih lama, kan?" Ia membolak balik du

h khawatirin suaminya di tengah laut, sampai banyak chat masuk

ih? Kapan? Kok aku, lupa,

onsel Pandu, tampak wajahnya dijadikan gambar latar ponsel itu, lalu ia membuka aplikasi chat, jemarinya bergerak m

ca puluhan chat berisi kata-kata yang sama

." Zita memberikan ponsel suaminya lagi. Pandu melirik laku mencibir, me

Zita jelas dibuat-buat juga berlebihan, tapi Pandu merasa

gak? Mie instan habis, Zit,

ga mau beli sabun cuci, nyuci baju kamu bu

amu dapet oleh-oleh kan jadinya," ledek Pandu

*

keduanya asik ngemilin popcorn itu, Pandu memainkan jemari tangan Zita dengan jemarinya, ia genggam, lepas lagi, diusap pelan, di letakkan di wajahnya, di kecup

eorang wanita membua

ya Pandu yang tak tau

keponakan Pak

Ahmad, walau wajah di profil dan kenyataannya sedikit berbeda, di profil, B

n saat Pandu berdiri, tinggi badan wanita itu tampak serasi den

du. Zita mengangguk, ia yang tak akan tau bahasan yang akan P

andu menganggukkan kepala beberapa kali, hingga akhirnya obrolan selesai den

menjentikan jari di depan mata i

ulurkan tangannya, Zita menyambut, beranjak u

anya Zita sesaat set

d, mutasi dari Surabaya, dia ke

ita jujur. Ia memang bangga jika ada perempuan yang bisa bek

murnya." Lanjut Pandu.

ia, ya?" todong Zita dengan pe

aku di minta Pak Ahmad pelajarin tentang manajemen HRD juga, aku dapet tugas untuk bikin rolling team

hnya ngatur jadwal shift dan job mereka juga, plus, mau ada anak baru, mutasi juga

itu pelan. Tatapannya tak lepas dari

r hal itu dari nol, nggak nutup kemungkinan aku j

ik dan suka nggak enakan sama orang lain. Hal itu bukan

*

ke dalam keranjang. Sementara Pandu menjawab telpon dari Pak Ahmad. Jam tujuh malam, mereka masi

gi saya ke kantor da

..

tanda merah di layar ponselnya. Zita yang masi

l-cemol banget ini pipi, gemesss..." Pan

a?" tanya s

lain sama Bianca, juga ada anak HRD lainnya."

ntik, ya,"

kamu," ja

ggak kayak aku, pen

u," sambung

ita mengucapkan hal itu, keduanya diam,

Zita yang kesal ke lorong makanan ringan sambil tertawa. Kelakuan Pandu memang su

ik sembari menahan tawa, menatap ke arah lain saat Zita balas

, ya, Zita." Pandu mengusap lengan istrinya yang hanya bisa bergeming di dalam tubuh wan

nan sementara Zita ke kamar mandi karena perutnya sakit. Pandu tau, Zita pasti

meringis juga mengaduh. Pandu yang bingung, beranj

ggak ad

ada yang jual? Udah jam sepuluh, k

alu aku nggak tau soalnya, masih di te

atau cek kotak obat, Zita udah pernah aku kas

h ya, berapa biaya kons

k Nadin. "Udah sa

, Dek, udah mala

. By

u terpampang nyata. Ia melihat tanggal kadaluarsa, masih lama. Zita pasti baru membelinya juga. Segela

," pinta Pandu. Jemari besar Pandu menyelipkan surai Zita yang menut

meminum dengan dorongan air putih, setelah

nya ia usap ke perut bawah istrinya, "di sin

suaminya. Tangan Pandu mengusap pinggang Zita. Desisan Zita yang menahan sakit terdengar

ik-baik deh, gue sama tiga perempuan ini. ucap Pandu dalam hati. Ia membiarkan istrinya tidur dengan wajah berada di ceruk lehernya. Tak ada getaran lai

sama-sama terlelap, efek obat itu cukup terasa, karena Zit

img

Konten

Bab 1 Kota baru, pengantin baru Bab 2 Cowok emang gitu Bab 3 Slip gaji Bab 4 Dua minggu lagi Bab 5 Mati gaya Bab 6 Lose contact Bab 7 Kapan pulang Bab 8 home sweet home Bab 9 Pandu, ya Bab 10 Cerewet apa cemburu (1) Bab 11 Cerewet apa cemburu (2)
Bab 12 Morning kiss, Babe.
Bab 13 Saingan
Bab 14 Cie... Zita
Bab 15 Sibuk
Bab 16 Di datangi Zita
Bab 17 Our time
Bab 18 Gara-gara nonton bioskop
Bab 19 Tunda buka segel
Bab 20 Serangan Zita
Bab 21 Adore (Memuja)
Bab 22 Tangisan
Bab 23 Bukan cinta namanya
Bab 24 Emosi jiwa (1)
Bab 25 Emosi jiwa (2)
Bab 26 No more secret
Bab 27 Kedatangan Intan
Bab 28 Dia bukan anak kecil
Bab 29 Cari muka
Bab 30 Siapa Intan
Bab 31 Ayam kabur (part 1)
Bab 32 Ayam kabur (Part 2)
Bab 33 Jadi, gimana
Bab 34 Bicara
Bab 35 Pasang Badan Pasukan
Bab 36 Hamil
Bab 37 Hampir keceplosan
Bab 38 The one that i want
Bab 39 Kamu cemburu
Bab 40 Diam tanda cembokur
Bab 41 Enak, toh...
Bab 42 Pamer
Bab 43 Kejutan untuk mertua (1)
Bab 44 Kejutan untuk mertua (2)
Bab 45 Kasihan
Bab 46 Pindah sementara
Bab 47 Periksa kandungan (1)
Bab 48 Periksa kandungan (2)
Bab 49 Orang rumahan
Bab 50 Omelan Pandu
Bab 51 Nggak mau pisah
Bab 52 Masa begitu (1)
Bab 53 Masa begitu (2)
Bab 54 Air mata Pandu
Bab 55 Lamaran
Bab 56 Pindah lagi
Bab 57 Senyuman Zita
Bab 58 3D
Bab 59 Merindu
Bab 60 Bukan mimpi
Bab 61 Tangisan mereka
Bab 62 Sekamar
Bab 63 Doa banyak orang (1)
Bab 64 Doa banyak orang (2)
Bab 65 Keraguan Pandu
Bab 66 Kerjasama
Bab 67 Drama Imunisasi (1)
Bab 68 Drama Imunisasi (2)
Bab 69 Hati ke hati
Bab 70 Harus Nekat (1)
Bab 71 Harus Nekat (2)
Bab 72 Ambruk
Bab 73 Ikatan Dinas
Bab 74 Zita yang heboh
Bab 75 Lamaran Ageng (1)
Bab 76 Lamaran Ageng (2)
Bab 77 Berlayar bersama (1)
Bab 78 Berlayar bersama (2)
Bab 79 Piknik berujung liburan mendadak
Bab 80 Persiapan masuk SD
Bab 81 Keistimewaan masing-masing
Bab 82 Dinikahi Mas Pandu (TAMAT)
img
  /  1
img
Unduh aplikasi
icon APP STORE
icon GOOGLE PLAY