siang, setelah sholat dzuhur, ia segera berganti pakaian. Pandu juga su
amu. Aku tinggal pulang." Ancam Pandu s
u, Mas. Kita nonton film horor aja." Celetuk Zi
inga lalu mengecup pipi Zita. Istrinya it
h, Mas. Muji tapi ujung-
ndu. Ia meraih kunci mobil, berjalan ke garasi, ia sudah menyalakan
du berjanji akan mengajarkan ia menyetir mobil. "Zit, coba buka dashboar, lihatin, dalemnya ada laba-laba, ngga
at istrinya itu marah-marah. Setelah merapikan rambutnya dengan jemari tangan, ia membuka laci das
" Zita ta
ng incaran Zita, tapi ia urung membeli karena terlalu sayang
Pandu," ucap Zita tap
buat istri, yang mahal juga jadi
masih lama, kan?" Ia membolak balik du
h khawatirin suaminya di tengah laut, sampai banyak chat masuk
ih? Kapan? Kok aku, lupa,
onsel Pandu, tampak wajahnya dijadikan gambar latar ponsel itu, lalu ia membuka aplikasi chat, jemarinya bergerak m
ca puluhan chat berisi kata-kata yang sama
." Zita memberikan ponsel suaminya lagi. Pandu melirik laku mencibir, me
Zita jelas dibuat-buat juga berlebihan, tapi Pandu merasa
gak? Mie instan habis, Zit,
ga mau beli sabun cuci, nyuci baju kamu bu
amu dapet oleh-oleh kan jadinya," ledek Pandu
*
keduanya asik ngemilin popcorn itu, Pandu memainkan jemari tangan Zita dengan jemarinya, ia genggam, lepas lagi, diusap pelan, di letakkan di wajahnya, di kecup
eorang wanita membua
ya Pandu yang tak tau
keponakan Pak
Ahmad, walau wajah di profil dan kenyataannya sedikit berbeda, di profil, B
n saat Pandu berdiri, tinggi badan wanita itu tampak serasi den
du. Zita mengangguk, ia yang tak akan tau bahasan yang akan P
andu menganggukkan kepala beberapa kali, hingga akhirnya obrolan selesai den
menjentikan jari di depan mata i
ulurkan tangannya, Zita menyambut, beranjak u
anya Zita sesaat set
d, mutasi dari Surabaya, dia ke
ita jujur. Ia memang bangga jika ada perempuan yang bisa bek
murnya." Lanjut Pandu.
ia, ya?" todong Zita dengan pe
aku di minta Pak Ahmad pelajarin tentang manajemen HRD juga, aku dapet tugas untuk bikin rolling team
hnya ngatur jadwal shift dan job mereka juga, plus, mau ada anak baru, mutasi juga
itu pelan. Tatapannya tak lepas dari
r hal itu dari nol, nggak nutup kemungkinan aku j
ik dan suka nggak enakan sama orang lain. Hal itu bukan
*
ke dalam keranjang. Sementara Pandu menjawab telpon dari Pak Ahmad. Jam tujuh malam, mereka masi
gi saya ke kantor da
..
tanda merah di layar ponselnya. Zita yang masi
l-cemol banget ini pipi, gemesss..." Pan
a?" tanya s
lain sama Bianca, juga ada anak HRD lainnya."
ntik, ya,"
kamu," ja
ggak kayak aku, pen
u," sambung
ita mengucapkan hal itu, keduanya diam,
Zita yang kesal ke lorong makanan ringan sambil tertawa. Kelakuan Pandu memang su
ik sembari menahan tawa, menatap ke arah lain saat Zita balas
, ya, Zita." Pandu mengusap lengan istrinya yang hanya bisa bergeming di dalam tubuh wan
nan sementara Zita ke kamar mandi karena perutnya sakit. Pandu tau, Zita pasti
meringis juga mengaduh. Pandu yang bingung, beranj
ggak ad
ada yang jual? Udah jam sepuluh, k
alu aku nggak tau soalnya, masih di te
atau cek kotak obat, Zita udah pernah aku kas
h ya, berapa biaya kons
k Nadin. "Udah sa
, Dek, udah mala
. By
u terpampang nyata. Ia melihat tanggal kadaluarsa, masih lama. Zita pasti baru membelinya juga. Segela
," pinta Pandu. Jemari besar Pandu menyelipkan surai Zita yang menut
meminum dengan dorongan air putih, setelah
nya ia usap ke perut bawah istrinya, "di sin
suaminya. Tangan Pandu mengusap pinggang Zita. Desisan Zita yang menahan sakit terdengar
ik-baik deh, gue sama tiga perempuan ini. ucap Pandu dalam hati. Ia membiarkan istrinya tidur dengan wajah berada di ceruk lehernya. Tak ada getaran lai
sama-sama terlelap, efek obat itu cukup terasa, karena Zit

GOOGLE PLAY