img Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian  /  Bab 2 Hukuman  | 0.41%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Bab 2 Hukuman
Jumlah Kata:654    |    Dirilis Pada:14/11/2022

"Rory?"

Meskipun Becky sudah tahu bahwa pria itu tidak akan melindunginya, tapi saat pria itu menekan bahunya dengan tangannya, hatinya tetap saja merasa sakit bagaikan disayat dengan pisau.

Dulu, dia sangat naif dan tetap saja bersikeras menikahi pria ini meski telah ditentang oleh keluarganya. Dia mengira dengan seiring berjalannya waktu, hatinya yang dingin pasti akan mencair.

Ditekan hingga berlutut di lantai oleh Rory membuat lututnya terasa sangat sakit, tapi rasa sakit di lututnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan rasa sakit di hatinya.

Becky mengangkat kepalanya dan menatap Rory yang berdiri di sampingnya, sorot matanya yang tajam dan tanpa rasa simpati, serta bibir tipisnya yang terkatup rapat seperti sebilah pisau tajam yang menancap langsung ke dalam ulu hatinya.

"Becky, apa kamu sudah tahu akan kesalahanmu?" Mendengar suara Elmore, Becky langsung menegakkan punggungnya dan menoleh ke arahnya, "Bukan aku yang mendorongnya, aku tidak tahu di mana letak kesalahanku."

Begitu dia melontarkan kata-kata itu, Elmore langsung mengambil vas bunga yang ada di atas meja dan melemparkannya ke samping Becky. Vas yang membentur lantai itu pecah berkeping-keping, potongan pecahan vas itu lalu memantul dan melukai punggung tangan Becky.

"Wanita tidak tahu malu! Kamu melakukan kesalahan yang begitu besar tapi malah tidak bersedia untuk mengakui kesalahanmu, aku sudah tidak ingin melihatmu lagi sekarang! Seret dia keluar dan biarkan dia berlutut di luar sampai dia mengetahui kesalahannya!"

Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, Elmore menatap ke arah Rory dan berkata, "Cari seseorang untuk mengawasinya! Jangan biarkan dia berdiri sampai dia mengakui kesalahannya!"

Setelah Elmore pergi dengan penuh amarah, Jenifer, ibu Rory, melirik ke arah Rory sejenak, lalu berjalan menghampiri Becky dan berkata, "Becky, cepatlah berdiri, kakek bersikap seperti ini karena sedang emosi, jangan dimasukkan ke dalam hati."

Di Keluarga Arsenio, satu-satunya orang yang memerlakukan Becky dengan baik hanyalah Jenifer. Dia adalah wanita yang baik dan berhati lembut, dia merasa apa pun yang telah dilakukan Becky, dia masih tetap anggota keluarga ini.

Sementara itu, Denise, adik perempuan Rory tertawa mencibir dan berkata, "Bu, Kakek sudah mengatakan bahwa Becky tidak boleh berdiri sebelum dia mengakui kesalahannya. Ibu lebih baik tidak terlibat dalam masalah ini!"

Denise yang dari dulu tidak menyukai Becky akhirnya punya kesempatan melihat Becky tertimpa masalah. Selesai bicara, dia pun menghampiri Jenifer dan menariknya pergi.

Jenifer menghela napas dan menatap ke arah Rory yang sedari tadi hanya diam saja. "Rory, apa yang ada di pikiranmu? Bagaimanapun, Becky telah menikah dan menjadi istrimu selama tiga tahun, meskipun dia tidak ...."

Sorot mata Rory tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin, dia pun berkata, "Aku tidak punya istri yang berhati kejam seperti itu!"

Kata-katanya membuat seluruh tubuh Becky bergetar. Dia tahu bahwa tidak ada gunanya lagi menjelaskan semuanya padanya karena di dalam pikiran suaminya, dia adalah orang yang berhati kejam.

Setelah selesai bicara, Rory pun bangkit berdiri, dia lalu kembali melontarkan sebuah kalimat yang dingin kepadanya. "Kamu urus saja hal ini sendiri, Becky."

Kata 'urus saja hal ini sendiri' dan juga suara derap langkah kakinya yang semakin lama semakin jauh membuat hati Becky merasa sangat hancur.

Tidak lama setelah Rory pergi, dua orang pelayan Keluarga Arsenio datang menghampirinya dan berkata, "Nyonya Arsenio, Anda harus berlutut di luar sesuai dengan yang diperintahkan oleh Tuan Besar."

Selesai bicara, kedua pelayan itu saling bertukar pandang, lalu menyeret Becky keluar dari ruang tamu dan memaksanya berlutut di luar.

Becky yang tidak pernah dihina seperti ini sebelumnya langsung mengangkat kepalanya dan menatap kedua pelayan yang ada di hadapannya dengan dingin. "Beraninya kalian memperlakukanku seperti ini!"

Namun, kedua pelayan tersebut sama sekali tidak menggubrisnya dan malah berkata, "Berlututlah di sana dengan baik Nyonya Arsenio! Tuan Besar telah memberi perintah, kalau Anda tidak mau mengakui kesalahan Anda, maka Anda harus berlutut di sini sepanjang malam. Anda lebih baik bersikap patuh demi kebaikan kita semua."

Pada saat ini, tiba-tiba terdengar suara guntur di langit, tidak lama kemudian, hujan pun turun dengan sangat deras. Kedua pelayan itu tertegun sejenak, lalu mereka dengan cepat berlari ke dalam ruang tamu dan meninggalkan Becky berlutut di luar sendirian.

Sebelumnya              Selanjutnya
img
Konten
Bab 1 Dia Tidak Percaya padanya Bab 2 Hukuman Bab 3 Kita Bercerai Saja Bab 4 Gosip Bab 5 Perjanjian Perceraian Bab 6 Semua Ini Karena Rory Bab 7 Tidak Setia Seperti Seekor Anjing Bab 8 Wanita yang Terlalu Percaya Diri Bab 9 Kamu Pikir Kamu Siapa Bab 10 Apa Becky Gila
Bab 11 Perceraian Membuatnya Lebih Baik
Bab 12 Pertengkaran di Hotel
Bab 13 Pacar Baru
Bab 14 Summer Band
Bab 15 Wanita Idamanku
Bab 16 Kami
Bab 17 Tidak Bisa Berinteraksi
Bab 18 Dia Sama Sekali Tidak Peduli
Bab 19 Wanita Misterius yang Cantik
Bab 20 Kenapa Becky Ada di Sini
Bab 21 Senyum Becky
Bab 22 Sangat Murah
Bab 23 Mutiara dan Berlian
Bab 24 Menantikannya
Bab 25 Pembalasan yang Lemah
Bab 26 Tulus Atau Tidak
Bab 27 Di Antah Berantah
Bab 28 Jangan Sakiti Aku
Bab 29 Mata dibalas Mata
Bab 30 Balas Dendam
Bab 31 Membayarnya Seratus Kali Lipat
Bab 32 Berlutut
Bab 33 Keberanian
Bab 34 Katakan Sesuatu yang Baik
Bab 35 Membeli Mobil
Bab 36 Masa lalu yang Indah
Bab 37 Summer Band Beraksi Kembali
Bab 38 Sebuket Mawar
Bab 39 Bagiku, Dia Sudah Mati
Bab 40 Pengagum Becky
Bab 41 Kebuntuan
Bab 42 Tidak Tertarik
Bab 43 Bukankah Dia Berkata Dia Tidak Bisa Menari
Bab 44 Anjing Gila
Bab 45 Bukan Urusanku
Bab 46 Uang Adalah Prioritas
Bab 47 Jangan Jatuh Cinta Karena Penampilannya
Bab 48 Pujian yang Tinggi
Bab 49 Seorang Bajingan
Bab 50 Ingin Bertaruh
Bab 51 Apa Hebatnya Keluarga Arsenio
Bab 52 Kamu Memang Jenius
Bab 53 Apa Becky Jatuh Cinta pada Devin
Bab 54 Lelang
Bab 55 Calon Pacar
Bab 56 Berapa Banyak yang Kamu Inginkan
Bab 57 Dunia ini Benar-Benar Sangat Sempit
Bab 58 Bersenang-Senang dengan Pria Seksi
Bab 59 Kylan Salvino
Bab 60 Calon Istriku
Bab 61 Suasana Hati yang Baik Hancur
Bab 62 Cemburu
Bab 63 Apa Kamu Sedang Mengancamku
Bab 64 Apa Kamu Menungguku
Bab 65 Menemanimu
Bab 66 Menangislah Jika Kamu Sedih
Bab 67 Pemikat Wanita
Bab 68 Apa Becky Begitu Kekurangan Pria
Bab 69 Hari yang Sial
Bab 70 Mereka Setara
Bab 71 Siapa Pria Itu
Bab 72 Sugar Daddy
Bab 73 Siapa yang Melakukan ini
Bab 74 Janji
Bab 75 Siapa Pria Itu
Bab 76 Dua Triliun
Bab 77 Mimpi Apa
Bab 78 Aku Akan Mengajarimu Cara Meminta Maaf
Bab 79 Beraninya Mereka
Bab 80 Tidak Sebodoh Itu
Bab 81 Apa Orang Tuamu Tidak Mengajarimu Sopan Santun
Bab 82 Putri Kesayangan Steve
Bab 83 Tiga Hal
Bab 84 Kamu Berbohong
Bab 85 Buta
Bab 86 Penghinaan
Bab 87 Kita Tidak Mampu Menyinggung Mereka
Bab 88 Permintaan Maaf
Bab 89 Aku Tidak Tahu
Bab 90 Devin Mencintaimu
Bab 91 Cinta Murahan yang Tidak Berharga
Bab 92 Sesuatu yang Berarti
Bab 93 Prinsip
Bab 94 Sampah
Bab 95 Kamu Berutang Sesuatu Padaku
Bab 96 Menjadi Posesif
Bab 97 Apa Kamu Kecewa
Bab 98 Devin Serius
Bab 99 Waktunya Merespon dengan Baik
Bab 100 Aku akan Menanganinya
img
  /  5
img
img
img
img