img Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian  /  Bab 6 Semua Ini Karena Rory  | 1.24%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Bab 6 Semua Ini Karena Rory
Jumlah Kata:787    |    Dirilis Pada:14/11/2022

Becky berada di kantor Rory selama kurang dari sepuluh detik. Melihatnya berjalan pergi, ekspresi di wajah Rory menjadi murung.

Dia kemudian meraih dokumen yang tergeletak di atas meja dan membukanya. Di satu sisi, Becky telah menandatangani namanya, sementara ruang lainnya dibiarkan kosong untuk ditandatangani olehnya.

Surat perjanjian perceraian itu terlihat sangat sederhana, hanya terdiri dari selembar kertas. Persyaratannya juga tertulis dengan sangat jelas—dia sama sekali tidak menginginkan properti apa pun atas namanya.

Setelah membaca surat perjanjian perceraian tersebut, Rory tidak bisa menahan tawanya. Wanita itu sama sekali tidak menginginkan satu sen pun dari propertinya. Dia bertanya-tanya dalam benaknya bagaimana Becky bisa begitu sombong.

"Mari kita lihat apakah kamu akan tetap melanjutkan perceraian ini besok," gumam Rory dengan nada sinis. Tanpa berpikir lebih banyak lagi, dia merobek dokumen itu hingga menjadi dua.

Ketika Lowell masuk, dia menemukan Rory sedang berdiri di depan jendela besar setinggi langit-langit sambil merokok. Dalam balutan setelan berwarna hitamnya, dia tampak sangat dingin dan tidak bisa didekati.

Lowell tiba-tiba kehilangan keberaniannya untuk berbicara. Tapi masalah ini terlalu penting untuk dibiarkan. Jadi, Lowell mau tak mau harus berbicara dengannya.

"Tuan Arsenio, rapatnya sudah dimulai."

Pria yang sedang berdiri di depan jendela itu kemudian menoleh dengan perlahan. Matanya yang dalam sedingin es, setajam belati, dan membuat tulang punggung Lowell merinding.

"Aku mengerti."

Sambil sedikit mengernyit, Rory mematikan rokoknya dan membuangnya ke tempat sampah. Kemudian, dia keluar dari ruangannya dan berjalan melewati Lowell seolah-olah dia tidak ada di sana.

Sudah jelas terlihat bahwa suasana hati Rory sedang buruk hari ini. Memikirkan rapat yang akan diikuti Rory, Lowell tiba-tiba merasa kasihan pada orang yang akan melakukan presentasi di rapat pertemuan itu.

Becky hanya membutuhkan waktu sekitar tujuh menit untuk masuk dan keluar dari gedung itu. Selama seluruh proses yang dijalaninya, dia tetap tenang. Dia sama sekali tidak merasakan satu inci pun rasa sakit atau perjuangan, semua ini tidak sulit seperti yang dia bayangkan.

Benar saja, karena semua kekecewaan yang sudah lama menumpuk di dalam hatinya, semua harapannya kini seketika pupus dan dia sama sekali tidak ingin berhubungan lagi dengan pria itu.

Ketika dia melangkah keluar dari gedung Crowbar Technologies, dia mengangkat kepalanya dan menatap pada langit yang mendung. Dia merasa sedikit sedih, tapi sekarang dia tidak lagi merasa tercekik.

Apa yang dikatakan oleh Jessie benar, dia harus menceraikan Rory sesegera mungkin.

Becky menarik napas dalam-dalam dan kemudian berjalan menuju ke mobil Jessie, lalu mengetuk jendelanya.

Jessie sedang menelepon ketika Becky berjalan mendekat. Dia langsung membukakan pintu segera setelah Becky mengetuk jendelanya.

Becky masuk ke dalam mobil dengan tenang dan tidak mengatakan apa pun agar tidak mengganggu panggilan telepon Jessie.

Segera setelah dia mengencangkan sabuk pengaman, dia kemudian mengangkat kepalanya dan mendapati Jessie sedang menyodorkan ponselnya padanya.

Becky lalu mengangkat alisnya dengan penuh rasa ingin tahu. "Siapa itu?"

"Ayahmu."

Tubuh Becky seketika membeku setelah mendengarnya. Setelah berdiam diri selama sekitar dua detik, dia kemudian mengambil ponsel itu dari tangan Jessie dan menempelkannya di telinganya. "Ayah."

"Kamu sudah bermain-main selama tiga tahun terakhir ini. Bukankah kamu sudah harus pulang sekarang?"

Pada malam itu, ketika Rory memaksanya untuk berlutut, Becky tidak menangis. Dia bahkan juga tidak menangis ketika dia memberikannya surat perjanjian perceraian itu.

Namun sekarang, ketika ayahnya, Steve Ravindra, memintanya untuk kembali pulang, dia sama sekali tidak bisa menahan air matanya lebih lama lagi.

Tiga tahun yang lalu, ketika dia hendak menikahi Rory, semua orang yang ada di sekitarnya, termasuk orang tuanya, sangat menentang pernikahan itu. Saat itu, dia bersikap begitu impulsif dan keras kepala, dia sangat percaya bahwa Rory mempunyai perasaan terhadapnya karena dia juga bersedia untuk menikahinya.

Namun, dibutuhkan tiga tahun baginya untuk akhirnya bisa menyadari betapa salahnya dirinya sebenarnya. Ternyata, seorang pria bisa tetap menikahi seorang wanita yang tidak dicintainya.

Rory bisa menikahi wanita yang sangat mencintainya dan tidak membalas perasaan cinta itu demi wanita lain. Pria itu hanya menginginkan dirinya terlibat di dalam hubungan mereka yang sungguh berantakan.

Orang yang dicintai Rory adalah Berline. Konyol sekali, bukan? Dia jatuh cinta pada istri kakaknya.

Rory hanya menikahi Becky untuk menggunakannya sebagai sebuah kedok untuk menyembunyikan hubungan rahasia mereka.

Becky merasa sangat bodoh karena telah menentang seluruh dunia demi bisa bersama dengan pria seperti itu. Bahkan ayahnya, yang dari dulu selalu menyayangi Becky, mengatakan bahwa dia tidak akan mengakuinya sebagai putrinya jika dia tetap bersikeras untuk menikahi Rory.

Karena tidak dapat menahannya lebih lama lagi, Becky akhrinya meledak dalam tangis. Khawatir ayahnya akan mendengar suara tangisnya, dia berusaha untuk menahan isak tangisnya. Namun, bahunya tetap bergetar dengan menyedihkan dan air mata jatuh mengalir di pipinya dengan tak terkendali.

"Becky ...."

Hati Jessie terasa sangat sakit ketika melihatnya. Dia dan Becky sudah saling mengenal sejak kecil. Dia belum pernah melihat Becky, Nona Ravindra yang terhormat dan dimanjakan, menangis sampai seperti ini. Dan semua ini karena Rory si bajingan itu!

Sebelumnya              Selanjutnya
img
Konten
Bab 1 Dia Tidak Percaya padanya Bab 2 Hukuman Bab 3 Kita Bercerai Saja Bab 4 Gosip Bab 5 Perjanjian Perceraian Bab 6 Semua Ini Karena Rory Bab 7 Tidak Setia Seperti Seekor Anjing Bab 8 Wanita yang Terlalu Percaya Diri Bab 9 Kamu Pikir Kamu Siapa Bab 10 Apa Becky Gila
Bab 11 Perceraian Membuatnya Lebih Baik
Bab 12 Pertengkaran di Hotel
Bab 13 Pacar Baru
Bab 14 Summer Band
Bab 15 Wanita Idamanku
Bab 16 Kami
Bab 17 Tidak Bisa Berinteraksi
Bab 18 Dia Sama Sekali Tidak Peduli
Bab 19 Wanita Misterius yang Cantik
Bab 20 Kenapa Becky Ada di Sini
Bab 21 Senyum Becky
Bab 22 Sangat Murah
Bab 23 Mutiara dan Berlian
Bab 24 Menantikannya
Bab 25 Pembalasan yang Lemah
Bab 26 Tulus Atau Tidak
Bab 27 Di Antah Berantah
Bab 28 Jangan Sakiti Aku
Bab 29 Mata dibalas Mata
Bab 30 Balas Dendam
Bab 31 Membayarnya Seratus Kali Lipat
Bab 32 Berlutut
Bab 33 Keberanian
Bab 34 Katakan Sesuatu yang Baik
Bab 35 Membeli Mobil
Bab 36 Masa lalu yang Indah
Bab 37 Summer Band Beraksi Kembali
Bab 38 Sebuket Mawar
Bab 39 Bagiku, Dia Sudah Mati
Bab 40 Pengagum Becky
Bab 41 Kebuntuan
Bab 42 Tidak Tertarik
Bab 43 Bukankah Dia Berkata Dia Tidak Bisa Menari
Bab 44 Anjing Gila
Bab 45 Bukan Urusanku
Bab 46 Uang Adalah Prioritas
Bab 47 Jangan Jatuh Cinta Karena Penampilannya
Bab 48 Pujian yang Tinggi
Bab 49 Seorang Bajingan
Bab 50 Ingin Bertaruh
Bab 51 Apa Hebatnya Keluarga Arsenio
Bab 52 Kamu Memang Jenius
Bab 53 Apa Becky Jatuh Cinta pada Devin
Bab 54 Lelang
Bab 55 Calon Pacar
Bab 56 Berapa Banyak yang Kamu Inginkan
Bab 57 Dunia ini Benar-Benar Sangat Sempit
Bab 58 Bersenang-Senang dengan Pria Seksi
Bab 59 Kylan Salvino
Bab 60 Calon Istriku
Bab 61 Suasana Hati yang Baik Hancur
Bab 62 Cemburu
Bab 63 Apa Kamu Sedang Mengancamku
Bab 64 Apa Kamu Menungguku
Bab 65 Menemanimu
Bab 66 Menangislah Jika Kamu Sedih
Bab 67 Pemikat Wanita
Bab 68 Apa Becky Begitu Kekurangan Pria
Bab 69 Hari yang Sial
Bab 70 Mereka Setara
Bab 71 Siapa Pria Itu
Bab 72 Sugar Daddy
Bab 73 Siapa yang Melakukan ini
Bab 74 Janji
Bab 75 Siapa Pria Itu
Bab 76 Dua Triliun
Bab 77 Mimpi Apa
Bab 78 Aku Akan Mengajarimu Cara Meminta Maaf
Bab 79 Beraninya Mereka
Bab 80 Tidak Sebodoh Itu
Bab 81 Apa Orang Tuamu Tidak Mengajarimu Sopan Santun
Bab 82 Putri Kesayangan Steve
Bab 83 Tiga Hal
Bab 84 Kamu Berbohong
Bab 85 Buta
Bab 86 Penghinaan
Bab 87 Kita Tidak Mampu Menyinggung Mereka
Bab 88 Permintaan Maaf
Bab 89 Aku Tidak Tahu
Bab 90 Devin Mencintaimu
Bab 91 Cinta Murahan yang Tidak Berharga
Bab 92 Sesuatu yang Berarti
Bab 93 Prinsip
Bab 94 Sampah
Bab 95 Kamu Berutang Sesuatu Padaku
Bab 96 Menjadi Posesif
Bab 97 Apa Kamu Kecewa
Bab 98 Devin Serius
Bab 99 Waktunya Merespon dengan Baik
Bab 100 Aku akan Menanganinya
img
  /  5
img
img
img
img