img Kehidupanku yang Cemerlang Setelah Perceraian  /  Bab 3 Kita Bercerai Saja  | 0.62%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Bab 3 Kita Bercerai Saja
Jumlah Kata:730    |    Dirilis Pada:14/11/2022

Hujan turun semakin deras sementara hati Becky berubah menjadi semakin dingin. Dia sama sekali tidak tahu sudah berapa lama dia berlutut di luar. Dia hanya tahu bahwa ketika hujan akhirnya berhenti, langitnya masih terlihat gelap gulita.

Kedua pelayan itu telah tertidur. Sebenarnya, Becky bisa saja memanfaatkan kesempatan ini untuk pergi, tapi dia tidak melakukannya.

Dia hanya tidak percaya ternyata Rory benar-benar bisa bersikap begitu kejam. Terkadang, bahkan dirinya sendiri harus mengakui bahwa dirinya memang terlalu naif.

Saat fajar menyingsing, Rory akhirnya datang melihatnya. Setelah berlutut sepanjang malam, punggung Becky merosot karena kelelahan.

Saat Rory berjalan mendekat ke arahnya, Becky memandangnya dengan tatapan muram dan mencubit dirinya sendiri agar bangun. "Apa kamu sudah merasa tenang sekarang?"

Jika pria itu tenang, seharusnya dia mau mendengarkannya sekarang.

Rory menatap wanita yang ada di hadapannya. Seluruh tubuh Becky basah kuyup karena hujan badai malam sebelumnya dan matanya yang berbentuk seperti biji almond itu tampak lelah, namun mata itu sama sekali tidak bisa menyembunyikan tekadnya.

Dia merasa sedikit terganggu dengan tatapannya yang keras kepala. "Apa kamu sudah bersedia untuk mengakui kesalahanmu sekarang?"

Ketika mendengarnya menanyakan pertanyaan itu, Becky tercengang dan matanya melebar dengan tak percaya. Dia tiba-tiba menyadari bahwa berlutut di udara yang dingin sepanjang malam adalah sebuah lelucon besar.

Dia berlutut sepanjang malam untuk membuktikan suatu hal pada mereka. Dia tidak akan mengakui perbuatan yang tidak diperbuatnya.

"Aku benar-benar tidak mendorong Berline ke dalam air. Dia yang melompat ke dalam kolam itu sendiri."

Ketika dia berbicara, dia dengan perlahan bangkit dan merasakan sakit serta mati rasa di sekujur tubuhnya. Ketika akhirnya bisa berdiri, Becky kemudian menatap mata pria itu dalam-dalam dan melanjutkan, "Tapi aku tahu bahwa kamu sama sekali tidak percaya padaku. Rory, kita bercerai saja."

Dalam hatinya, Rory sebenarnya berharap dia akan mendengar permintaan maaf dari Becky, tetapi alih-alih mengakui kesalahannya, wanita itu malah menyatakan bahwa dia ingin menceraikannya. Tanpa memberikannya kesempatan untuk menjawab, Becky segera berbalik dan mulai berjalan pergi.

Langkahnya sangat lambat karena lututnya bengkak dan sakit setelah semalaman berlutut di tanah. Dan yang lebih buruk lagi, hujan telah memperburuk demamnya dan dia terasa panas dan dingin secara bersamaan sekarang.

Setiap langkah yang dia ambil terasa lebih sulit daripada yang terakhir, tetapi dia tetap menjaga punggungnya agar tetap tegap.

Tak lama kemudian, Becky akhirnya berhasil kembali ke dalam kamarnya. Dia mengertakkan giginya dan dengan cepat mengirimkan sebuah pesan pada Jessie Yardena, sahabatnya.

Setelah dia menekan tombol kirim pada ponselnya, dia kemudian dengan cepat mengemasi beberapa barangnya untuk dibawa pergi.

Tepat ketika dia akan turun dengan barang bawaannya, Rory kebetulan sedang berjalan naik ke lantai atas. Tanpa memandangnya sedikit pun, Becky hanya berjalan melewatinya dan terus berjalan pergi.

Penyakit Becky telah memengaruhi dirinya secara keseluruhan. Begitu dia keluar dari rumah itu, pandangannya mulai terasa kabur. Untungnya, sebelum dia sempat jatuh pingsan, Jessie sudah datang.

Melihat Becky yang hampir pingsan di pinggir jalan, Jessie sangat kaget. "Di mana Rory?"

Dia segera bergegas untuk keluar dari mobilnya dan mengambil koper Becky, lalu memasukkannya ke dalam bagasi. Begitu dia menutup pintu bagasi, lutut Becky terasa lemas dan dia pun jatuh pingsan.

"Becky!"

Jessie dengan cepat memapahnya. Saat dia menyentuh Becky, dia kaget merasakan betapa panasnya suhu tubuhnya.

Hal ini membuatnya merasa tertekan dan marah. Dengan hati-hati, Jessie menuntun Becky ke kursi penumpang di mobil dan berkata, "Aku akan membawamu ke rumah sakit."

Namun, saat itu Becky sudah jatuh pingsan dan tidak mendengar ucapannya. Wajahnya terlihat sepucat hantu, dan melihatnya seperti itu membuat Jessie merasa kasihan padanya.

Untuk saat ini, Jessie tidak punya waktu untuk menghadapi Keluarga Arsenio. Dia menginjak pedal gas dan langsung melesat menuju ke rumah sakit terdekat.

Becky demam tinggi dan tidur sepanjang sore. Begitu dia membuka matanya, dia melihat Jessie sedang tertidur di tepi tempat tidurnya.

Seketika, Becky ingat tentang apa yang telah terjadi. Semuanya masih tergambar dengan sangat jelas dalam benaknya. Semakin dia memikirkannya, dia menjadi semakin merasa sedih.

Karena tidak ingin membangunkan Jessie, jadi dia hanya menggertakkan giginya untuk mencegah dirinya menangis. Di dalam ruangan yang gelap itu, air mata diam-diam jatuh mengalir di pipinya.

Dia sudah salah tentang Rory. Dia seharusnya tidak pernah percaya bahwa dia bisa mengubahnya. Sampai hari ini, pria itu masih mencintai Berline dan hanya mencintai Berline. Selama tiga tahun terakhir ini, Becky hanyalah sebuah lelucon baginya.

Tidak heran Berline mengatakan bahwa dirinya bodoh. Sekarang ketika Becky memikirkannya kembali, dia pikir dirinya lebih dari hanya sekedar bodoh. Dia mungkin adalah wanita paling bodoh di dunia ini.

Sebelumnya              Selanjutnya
img
Konten
Bab 1 Dia Tidak Percaya padanya Bab 2 Hukuman Bab 3 Kita Bercerai Saja Bab 4 Gosip Bab 5 Perjanjian Perceraian Bab 6 Semua Ini Karena Rory Bab 7 Tidak Setia Seperti Seekor Anjing Bab 8 Wanita yang Terlalu Percaya Diri Bab 9 Kamu Pikir Kamu Siapa Bab 10 Apa Becky Gila
Bab 11 Perceraian Membuatnya Lebih Baik
Bab 12 Pertengkaran di Hotel
Bab 13 Pacar Baru
Bab 14 Summer Band
Bab 15 Wanita Idamanku
Bab 16 Kami
Bab 17 Tidak Bisa Berinteraksi
Bab 18 Dia Sama Sekali Tidak Peduli
Bab 19 Wanita Misterius yang Cantik
Bab 20 Kenapa Becky Ada di Sini
Bab 21 Senyum Becky
Bab 22 Sangat Murah
Bab 23 Mutiara dan Berlian
Bab 24 Menantikannya
Bab 25 Pembalasan yang Lemah
Bab 26 Tulus Atau Tidak
Bab 27 Di Antah Berantah
Bab 28 Jangan Sakiti Aku
Bab 29 Mata dibalas Mata
Bab 30 Balas Dendam
Bab 31 Membayarnya Seratus Kali Lipat
Bab 32 Berlutut
Bab 33 Keberanian
Bab 34 Katakan Sesuatu yang Baik
Bab 35 Membeli Mobil
Bab 36 Masa lalu yang Indah
Bab 37 Summer Band Beraksi Kembali
Bab 38 Sebuket Mawar
Bab 39 Bagiku, Dia Sudah Mati
Bab 40 Pengagum Becky
Bab 41 Kebuntuan
Bab 42 Tidak Tertarik
Bab 43 Bukankah Dia Berkata Dia Tidak Bisa Menari
Bab 44 Anjing Gila
Bab 45 Bukan Urusanku
Bab 46 Uang Adalah Prioritas
Bab 47 Jangan Jatuh Cinta Karena Penampilannya
Bab 48 Pujian yang Tinggi
Bab 49 Seorang Bajingan
Bab 50 Ingin Bertaruh
Bab 51 Apa Hebatnya Keluarga Arsenio
Bab 52 Kamu Memang Jenius
Bab 53 Apa Becky Jatuh Cinta pada Devin
Bab 54 Lelang
Bab 55 Calon Pacar
Bab 56 Berapa Banyak yang Kamu Inginkan
Bab 57 Dunia ini Benar-Benar Sangat Sempit
Bab 58 Bersenang-Senang dengan Pria Seksi
Bab 59 Kylan Salvino
Bab 60 Calon Istriku
Bab 61 Suasana Hati yang Baik Hancur
Bab 62 Cemburu
Bab 63 Apa Kamu Sedang Mengancamku
Bab 64 Apa Kamu Menungguku
Bab 65 Menemanimu
Bab 66 Menangislah Jika Kamu Sedih
Bab 67 Pemikat Wanita
Bab 68 Apa Becky Begitu Kekurangan Pria
Bab 69 Hari yang Sial
Bab 70 Mereka Setara
Bab 71 Siapa Pria Itu
Bab 72 Sugar Daddy
Bab 73 Siapa yang Melakukan ini
Bab 74 Janji
Bab 75 Siapa Pria Itu
Bab 76 Dua Triliun
Bab 77 Mimpi Apa
Bab 78 Aku Akan Mengajarimu Cara Meminta Maaf
Bab 79 Beraninya Mereka
Bab 80 Tidak Sebodoh Itu
Bab 81 Apa Orang Tuamu Tidak Mengajarimu Sopan Santun
Bab 82 Putri Kesayangan Steve
Bab 83 Tiga Hal
Bab 84 Kamu Berbohong
Bab 85 Buta
Bab 86 Penghinaan
Bab 87 Kita Tidak Mampu Menyinggung Mereka
Bab 88 Permintaan Maaf
Bab 89 Aku Tidak Tahu
Bab 90 Devin Mencintaimu
Bab 91 Cinta Murahan yang Tidak Berharga
Bab 92 Sesuatu yang Berarti
Bab 93 Prinsip
Bab 94 Sampah
Bab 95 Kamu Berutang Sesuatu Padaku
Bab 96 Menjadi Posesif
Bab 97 Apa Kamu Kecewa
Bab 98 Devin Serius
Bab 99 Waktunya Merespon dengan Baik
Bab 100 Aku akan Menanganinya
img
  /  5
img
img
img
img