Buku dan Cerita Emocean
Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai
Di hari ulang tahunku, tunanganku, Vano, merencanakan kejutan di tepi kolam renang. Namun, bukannya pelukan hangat, ia justru mendorongku ke dalam air yang dingin. Padahal ia tahu persis aku memiliki trauma mendalam dan tidak bisa berenang. Saat aku berjuang mencari napas, ia malah tertawa puas sambil merangkul Melodi, mahasiswa magang yang ternyata selingkuhannya. "Sialan, jangan sampai dia mati," gumamnya panik saat aku ditarik keluar, bukan karena mengkhawatirkanku, tapi takut akan reputasinya sendiri. Ketika aku sadar di rumah sakit, ia dengan wajah tanpa dosa berbohong kepada semua orang bahwa aku terpeleset karena ceroboh. Melihat wajah munafiknya, rasa cintaku seketika berubah menjadi kebencian yang membara. Pria ini baru saja mencoba membunuhku demi wanita lain, dan aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja. Maka, saat ia mencoba memegang tanganku dengan sok peduli, aku menepisnya kasar dan menatapnya dengan tatapan kosong. "Maaf, Anda siapa?" tanyaku dingin. "Aku tidak mengenalmu. Aku hanya ingat kekasihku, Bahar Adijaya." Mendengar nama musuh bebuyutannya disebut sebagai kekasihku, wajah Vano seketika pucat pasi. Permainan balas dendamku baru saja dimulai.
