Buku dan Cerita Reno Badini
Pelayan Ranjang Maduku
Selama dua tahun terakhir, Kalila menganggap bahwa berbagi rezeki dengan keluarga suaminya, Arkan, adalah bentuk bakti yang tulus. Sebagai wanita karier yang sukses, ia tak keberatan menyokong gaya hidup mertuanya hingga cicilan yang tak ada habisnya. Meski sahabat-sahabatnya sudah berkali-kali mengingatkan bahwa ia hanya dijadikan "sapi perah" oleh keluarga Arkan, Kalila tetap bergeming karena percaya pada kekuatan cinta. Namun, perlahan tabir itu terbuka. Kalila mulai merasa lelah saat jerih payahnya hanya dianggap sebagai kewajiban yang tak perlu diapresiasi. Puncaknya, ia memutuskan untuk "mati rasa" dan menutup semua akses finansialnya. Tidak ada lagi uang belanja mewah untuk mertua, dan ia tak peduli lagi saat uang kuliah adik iparnya terancam menunggak. Kalila memilih berhenti menjadi pahlawan bagi mereka yang tak tahu cara berterima kasih. "Saat kesetiaan dibalas dengan eksploitasi yang tak berujung, apakah ego masih pantas disalahkan jika seseorang memilih untuk pergi menyelamatkan dirinya sendiri?"
Benih Sang Kakak Ipar
Aura tidak pernah menyangka bahwa keputusannya untuk menikahi Gavin akan membawanya ke dalam pusaran obsesi yang berbahaya. Gavin adalah pria lembut yang sangat memuja kakaknya, Adrian Mahendra, seorang pengusaha dingin yang memegang kendali penuh atas keluarga Mahendra. Karena alasan ekonomi dan wasiat mendiang ayah mereka, Gavin bersikeras memboyong Aura untuk tinggal di kediaman mewah milik Adrian. Keputusan itu menjadi awal dari mimpi buruk sekaligus godaan yang membingungkan bagi Aura. Di balik sikap formal dan ketegasannya, Adrian menyimpan ketertarikan gelap pada istri adiknya sendiri. Setiap sudut rumah megah itu seolah menjadi perangkap. Adrian menggunakan kekuasaan dan karismanya yang mengintimidasi untuk perlahan-lahan menjerat Aura, memanipulasi keadaan agar Aura merasa berhutang budi dan bergantung padanya. Di antara rasa setianya pada Gavin dan pesona maskulin Adrian yang memabukkan, Aura terjepit dalam situasi yang mengancam akal sehatnya.
