img Satu Malam, Dua Anak  /  Bab 6 Apa Kamu akan Melakukannya atau Tidak  | 3.80%
Unduh aplikasi
Riwayat Membaca
Bab 6 Apa Kamu akan Melakukannya atau Tidak
Jumlah Kata:774    |    Dirilis Pada:13/01/2023

"Pak ... Jordan?"

Langkah pria tua itu terhenti saat melihat Jordan berdiri di hadapannya.

Dengan Melita dalam pelukannya, Jordan mengangkat kepala dan menatap pria itu dengan dingin. "Kamu pikir kamu ini siapa? Beraninya kamu menyentuh wanitaku?"

Menundukkan kepalanya, pria tua itu bergumam dengan gugup, "Pak Jordan, saya dari PT Xsel."

"Enyah!"

"Baik, Pak! Baik! Saya akan pergi sekarang."

Begitu selesai berbicara, pria tua itu tidak membuang waktu dan kabur terbirit-birit.

"Apa kamu baik-baik saja?"

Jordan menoleh dan menatap Melita dengan wajah prihatin.

"Tidak ... tidak baik." Melita mencoba mengatur napas dan menyandarkan kepalanya di bahu Jordan tanpa sadar.

Jordan mengerutkan alisnya karena khawatir sebelum dia segera membawa Melita keluar untuk mencari udara segar.

Angin dingin di luar membuat Melita merasa lebih baik.

Menoleh, dia menatap Jordan yang hendak membawanya masuk ke dalam mobil. "Aku sepertinya telah dibius."

"Aku tahu." Dengan wajah datar, Jordan duduk di sebelah Melita dengan tenang dan memberikan alamat tujuan pada sopir.

Mobil mulai berjalan dengan perlahan. Di dalam ruang tertutup, akal sehat Melita yang baru saja pulih secara bertahap menghilang.

Menyipitkan mata ke arah Melita, Jordan meletakkan tangannya di bahu wanita itu dan berkata, "Duduklah. Jangan bergerak."

Sentuhan tangan Jordan membuat Melita merasa semakin pusing dan dia membenamkan kepalanya ke dada kokoh pria itu.

"Aku merasa tidak enak badan."

Jordan menatap Melita dengan heran sebelum kemudian mendorongnya menjauh dan berkata, "Duduklah di sini dengan baik, atau aku akan melemparmu keluar."

"Jangan mendorongku pergi. Aku merasa lebih baik seperti ini." Dengan rona merah muda di pipinya, Melita kembali mendekat pada Jordan meskipun pria itu memperingatkannya.

Jordan menyipitkan matanya ke arahnya dan mencium aroma parfum wanita itu.

"Apakah kamu benar-benar ingin menjadi wanitaku?" Mencondongkan tubuhnya lebih dekat, dia mengangkat dagu Melita dengan jarinya, dan menatap matanya.

Melita sadar bahwa dirinya sudah kehilangan kendali atas akal sehatnya, yang kini dikendalikan oleh obat.

Mencengkeram balik dagu Jordan, dia bertanya, "Kenapa memangnya? Apa aku tidak boleh?"

Senyum muncul di wajah Jordan. Saat dia hendak mengatakan sesuatu, Melita menyela.

"Hmm ... aku pernah mendengar bahwa tidak ada yang pernah melihat wanita di sekitarmu sebelumnya ...." Mengerutkan bibirnya dan menyipitkan matanya ke arah Jordan dengan penuh rasa ingin tahu, Melita menambahkan, "Apa itu karena kamu memiliki semacam cacat fisik?"

"…."

Menggertakkan giginya, Jordan menatap Melita dalam diam. Wanita itu kemudian melontarkan tebakan lainnya.

"Jika memang tidak ada masalah dengan tubuhmu, apa itu artinya kamu menyukai pria? Apa kamu homo?"

"…."

Wajah Jordan berubah muram dan dia mengencangkan cengkeramannya di pinggang Melita.

"Aduh ... kenapa kamu mencubitku?"

Jordan pun mencubit dagu Melita dengan jemarinya.

"Apa kamu sadar bahwa kamu harus membayar atas apa yang baru saja kamu katakan padaku?"

"Membayar? Bagaimana?" Memutar matanya ke arah Jordan, Melita menyenggolnya seolah dia tidak tahu apa yang tengah dibicarakan pria itu.

Menggertakkan gigi, Jordan menarik napas dalam-dalam demi menahan amarahnya.

Menatapnya dengan hati-hati, dia berbisik di telinganya, "Aku sudah lama tidak terangsang oleh wanita mana pun."

Mata Melita melebar mendengar kata-katanya. Dia menyentuh wajah Jordan dan tersenyum, "Sebuah kebetulan! Ini juga pertama kalinya aku bertemu pria yang sulit dihadapi sepertimu!"

Suasana di kursi belakang mobil semakin memanas.

Tubuh sopir menegang dan dia berusaha memfokuskan pandangannya ke jalan karena tidak berani melihat ke belakang.

Mobil berhenti di depan sebuah vila beberapa menit kemudian.

Jordan melilitkan mantelnya ke tubuh Melita dan membawanya keluar dari kursi belakang.

Melihat kedatangan Jordan, para pelayan di lantai bawah datang untuk menyambutnya. Melihat tatapan tajam mata Jordan, mereka menurunkan pandangan mata ke lantai.

"Jangan biarkan siapa pun naik ke atas tanpa izinku."

Usai mengatakan itu, Jordan mendobrak pintu kamar tidur dan membawa Melita masuk.

Berhenti di depan tempat tidur, dia bertanya pada Melita, "Ini adalah kesempatan terakhirmu. Apa kamu sudah memutuskan?"

Dalam keadaan linglung, Melita mengangkat wajahnya untuk menatap Jordan sebelum kemudian menariknya ke bawah.

"Kamu ragu-ragu. Sebenarnya kamu bisa melakukannya atau tidak?"

Sambil menggertakkan giginya, Jordan membungkuk dan berkata, "Kalau begitu, beri tahu aku."

Jordan mulai mencium tubuh Melita, mengubur wajahnya di antara payudara lembut dan kenyal wanita itu, lalu memuaskan rasa laparnya akan aroma dan tekstur kulitnya. Erangan keluar dari bibir Melita, tubuhnya mengirim sinyal bahwa dia menginginkan lebih. Dia tanpa sadar menggunakan lubangnya yang sudah sangat basah untuk mendekati batang panas pria itu, saling berciuman dan menyentuh tidak bisa lagi memuaskannya.

"Ah ... nyaman sekali. Ah ... berikan padaku." Mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, Melita menyisir rambut Jordan dengan jari dan menempelkan payudaranya ke wajah pria itu. Dia berbalik untuk naik di atas tubuh Jordan dan dengan bantuan tangannya, dia memasukkannya ke dalam dirinya. Begitu Jordan sudah masuk jauh di dalam, Melita mulai memutar pinggulnya dengan perlahan.

Napas Jordan yang berat dan erangan penuh kenikmatan dari bibir Melita bergema di seluruh ruangan berulang kali hingga fajar menyingsing.

Sebelumnya              Selanjutnya
img
Konten
Bab 1 Aku Sudah Berusia Delapan Belas Tahun Bab 2 Pertama Kali Bertemu Pria Sampah Bab 3 Berkencan denganku Bab 4 Pengawal dan Asistennya Bab 5 Sulit untuk Menjadi Wanitamu Bab 6 Apa Kamu akan Melakukannya atau Tidak Bab 7 Mereka Terlihat Sangat Mirip Bab 8 Bukan Terserah Kamu Bab 9 Tiga Hari untuk Memikirkannya
Bab 10 Membalas Jordan
Bab 11 Hasil yang Mengecewakan
Bab 12 Membuat Kompromi
Bab 13 Bertemu Lagi dengan Keluarga Parasian
Bab 14 Jangan Berani-Berani Menyentuhnya
Bab 15 Ciuman
Bab 16 Permintaan Betran
Bab 17 Mengancam
Bab 18 Kamu Tidak Bisa Turun dengan Pakaian Seperti Ini
Bab 19 Adik Jordan!
Bab 20 Wanita Tak Tahu Malu
Bab 21 Mencium Bocah Laki-laki Itu lagi
Bab 22 Martabat Mulia
Bab 23 Memperlakukan Orang dengan Setara
Bab 24 Kamu Wanita Ambisius
Bab 25 Dia Sering Pergi untuk Menyelamatkan Dunia
Bab 26 Tinggallah Denganku
Bab 27 Calon Istrinya
Bab 28 Menemaninya Tidur Siang
Bab 29 Bukan Wanita Biasa
Bab 30 Wanita yang Sudah Menikah
Bab 31 Brengsek
Bab 32 Memberinya Kebebasan yang Cukup
Bab 33 Aku akan Mendukungmu
Bab 34 Konfrontasi dengan Seseorang dari Keluarga Parasian
Bab 35 Siapa yang Menyuruhmu untuk Menyakitinya
Bab 36 Memata-matainya
Bab 37 Ikuti Wanita Itu
Bab 38 Membalaskan Dendam untuknya
Bab 39 Kamu akan Kehilangan Grup Parasian
Bab 40 Benny akan Bersikap Patuh Kali Ini
Bab 41 Sekelompok Orang Tidak Berguna
Bab 42 Ibu Kandung
Bab 43 Beraninya Dia Mengunci Pintu
Bab 44 Celak Mata
Bab 45 Dia Bukan Ibu Betran
Bab 46 Ke Mana Kamu Pergi Selama Jam Kerja
Bab 47 Dia Serius Tentang Itu
Bab 48 Aku Dibayar untuk Itu
Bab 49 Aku Tidak Pernah Peduli dengan Hal Semacam Itu
Bab 50 Hubungan yang Serius
Bab 51 Dia Hanya Mengikuti Perintahku
Bab 52 Apa Kalian Makan Gaji Buta
Bab 53 Debat di Ruang Rapat
Bab 54 Kamu juga Anggota Grup Parasian
Bab 55 Tujuh Puluh Persen dari Keuntungan
Bab 56 Apa yang Terjadi Antara Kamu dan Keluarga Parisian
Bab 57 Mengapa Kamu Tidak Membiarkanku Tinggal dan Makan Bersamamu
Bab 58 Apa Kamu Cemburu
Bab 59 Tante Sudah Bangun
Bab 60 Betran Bukanlah Putramu
Bab 61 Apa Kamu Menertawakanku
Bab 62 Jangan Sampai Ayahku Tahu
Bab 63 Akulah Alasannya
Bab 64 Ibuku Tidak Mencintaiku Lagi
Bab 65 Aku Memang Disukai Orang
Bab 66 Tolong Pergilah
Bab 67 Siapa Wanita Itu
Bab 68 Saya akan Memenuhi Harapan Semua Orang
Bab 69 Kesempatan Luar Biasa
Bab 70 Aku akan Membunuhmu
Bab 71 Aku Sudah Berhenti dari Pekerjaanku
Bab 72 Aku Tidak Suka Jus
Bab 73 Temperamen yang Buruk
Bab 74 Jangan Membuatku Menunggu Terlalu Lama
Bab 75 Tidak Akan Ada Biaya Dukungan
Bab 76 Pesta Perayaan
Bab 77 Sosok yang Familier
Bab 78 Kenapa Dia Mirip denganku
Bab 79 Apa Dia Putra Tante
Bab 80 Haruskah Aku Minum Anggur
Bab 81 Aku Ingin Kamu Menjadi Istri Jordan
Bab 82 Seseorang Membiusku
Bab 83 Tidak Ada yang Berani Mempermalukanmu
Bab 84 Aku Sedang Sibuk Sekarang
Bab 85 Penyelidikan
Bab 86 Coba Katakan Lagi
Bab 87 CEO Seperti Dirinya adalah Tukang Servis Laptop
Bab 88 Seseorang di Balik Semua Ini
Bab 89 Datang Bulan
Bab 90 Bukan Penyakit
Bab 91 Apa Kamu Sudah Menyelesaikan Pekerjaanmu
Bab 92 Kita Tidak akan Membuat Kesalahan Seperti Itu
Bab 93 Pak Jordan Baik Sekali padamu
Bab 94 Tidakkah Aku Terlihat Cukup Cantik
Bab 95 Bukan Makanan Sampah
Bab 96 Lebih Profesional daripada Guru Musik
Bab 97 Apa Kamu Ingin Bertemu Benny
Bab 98 Harapan Melita
Bab 99 Memprovokasi
Bab 100 Para Gadis Suka Dipuji
img
  /  2
img
img
img
img